Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL DAN MEDIA VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG COVID-19 Nino Adib Chifdillah; Sri Hazanah
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 6 No 1 (2021): Mahakam Midwifery Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v6i1.163

Abstract

Abstract Health development policy has faced challenges related to COVID-19 prevention which has been categorized by WHO as a pandemic in March 2020. The increasing transmission of this pandemic, COVID-19 can be prevented by providing health education with visual and audiovisual media related to COVID-19. This study was aimed to analyze the different influences of health education with visual media and audiovisual media on students' knowledge of COVID-19. This research applied Non-Equivalent Control Group Research Design. The location of this research was Health Polytechnic Ministry of Health, East Kalimantan. In total, 90 respondents who participated in this study. The results showed that there were differences in knowledge of visual and audiovisual group after given health education. In this study, it can be concluded that health education with visual media and audiovisual media are effective in increasing students' knowledge about COVID-19. Keywords: health education, knowledge, COVID-19, teenager Abstrak Kebijakan dalam pembangunan kesehatan mendapatkan tantangan terkait penanggulangan COVID-19 yang telah dikategorikan WHO sebagai pandemi pada bulan Maret 2020. Upaya mencegah transmisi pandemi COVID-19 salah satunya dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan media visual dan audiovisual terkait COVID-19. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan dengan media visual dan media audiovisual terhadap pengetahuan mahasiswa tentang COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Lokasi penelitian dilakukan di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Kalimantan Timur. Terdapat 90 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan kelompok visual dan audiovisual setelah diberikan intervensi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media visual dan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang COVID-19. Kata Kunci : pendidikan kesehatan, pengetahuan, COVID-19, remaja
Assistance for Housewives on Awareness of Eating Fruits and Vegetables through Posters and Leaflets to Increase Knowledge and Attitudes in RT.14 Working Area of Puskesmas Trauma Center Samarinda Bernadetha; Joko Sapto Pramono; Sri Hazanah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 5 No. 4: October 2023 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v5i4.4235

Abstract

Eating fruits and vegetables is one of the important requirements in fulfilling balanced nutrition. The purpose of this community service activity is to assist counseling in an effort to raise public awareness of eating fruits and vegetables. The targets in community service are housewives in RT 14 Kelurahan Tani Aman, Kader. The service activity began with the socialization of explanations about the awareness of eating fruits and vegetables. The activity was then continued with training on the practice of making fruit and vegetable meals. This service activity program applies implementation methods, namely lectures and discussions, direct practice and evaluation of activities. The lecture and discussion method aims to provide knowledge about awareness of eating fruits and vegetables. Delivery of material using power points and educational videos on awareness of eating fruits and vegetables. Pretest and posttest results for the consumption category: 54% of housewives consume fruits and vegetables well, and 46% of housewives consume vegetables well. The results of this pretest and posttest are still very low. Vegetable consumption is still higher than fruit consumption. Conclusion After this service activity, it is hoped that it can increase awareness and consumption of fruits and vegetables from housewives and can invite people around, especially families, to consume fruits and vegetables.
Pengendalian demam berdarah melalui pembentukan kader jumantik di Desa Loa Janan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara Emelia Tonapa; Sri Hazanah; Eka Putri Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33838

Abstract

Abstrak Pada tahun 2022 terdapat enam kasus dan 2024 terdapat satu kasus penyakit DBD di Kawasan Rumah Pangan Lestari RT. 24, Desa Loa Janan Ulu, Kab. Kutai Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Dilihat dari segi perilaku masyarakat setempat masih 40 % dari 82 rumah masih menimbun barang-barang yang sudah tidak terpakai yang dapat menampung air, 25% rumah berada di struktur tanah berawah, dengan jenis rumah panggung, dan 11 % rumah ditemukan jentik nyamuk pada tempat penampungan air. Salah satu langkah pencegahan Demam Berdarah adalah menghindari gigitan nyamuk. Partisipasi masyarakat sangat menentukan hasil dari pemberantasan DBD. Upaya ini melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait melalui pembentukan kader (Jumantik) yang dihadiri oleh 21 orang. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar rumah, dan melakukan PSN 3M Plus dalam upaya pencegahan demam berdarah. Metode kegiatan menerapakan model Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat desa dalam setiap tahapan kegiatan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu edukasi kepada masayarakat tentang DBD sehingga terjadi peningkatan pengetahuan, membentuk kader jumantik agar melakukan melakukan pemantauan jentik nyamuk. Adapun hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terbentuknya kader jumantik, yakni satu rumah satu jumantik, peningkatan pengetahuan baik sebelum diberikan edukasi sebesar 52,38% dan seseudah diberikan edukasi pengetahuan baik meningkat menjadi 90,47 % tentang demam berdarah dan PSN 3M-Plus, dan meningkatnya angka bebas jentik nyamuk. Diharapkan terbentuknya komitmen dengan desa dan kader jumantik tetap bertanggung jawab dalam keberlanjutan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini. Kata kunci:  demam berdarah; jumantik; kader. Abstract In 2022 there were six cases and in 2024 there was one case of Dengue Fever in the Sustainable Food House Area RT. 24, Loa Janan Ulu Village, Kutai Regency, Kutai Kartanegara, East Kalimantan Province. Judging from the behavior of the local community, 40% of the 82 houses still hoard unused items that can hold water, 25% of houses are on swampy land structures, with the type of stilt houses, and 11% of houses were found to have mosquito larvae in water reservoirs. One of the steps to prevent Dengue Fever is to avoid mosquito bites. Community participation is very important in determining the results of Dengue Fever eradication. This effort involves cross-programs and related sectors through the formation of cadres (Jumantik) attended by 21 people. The purpose of this PKM is to increase knowledge and awareness of the importance of maintaining the environment around the house, and implementing PSN 3M Plus in an effort to prevent dengue fever. The activity method applies the Participatory Rural Appraisal (PRA) model that involves the village community in every stage of the activity. The activities carried out are educating the community about dengue fever so that there is an increase in knowledge, forming jumantik cadres to monitor mosquito larvae. The results of this community service activity are the formation of jumantik cadres, namely one house one jumantik, an increase in knowledge both before being given education by 52.38% and after being given education good knowledge increased to 90.47% about dengue fever and PSN 3M-Plus, and an increase in the number of mosquito larvae free. It is hoped that a commitment will be formed with the village and the jumantik cadres will remain responsible for the sustainability of this community service activity. Keywords: dengue fever; jumantik; cadres.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan pada Keluarga Lansia tentang Pencegahan Kekambuhan Hipertensi di Puskesmas Trauma Center Samarinda Banafsa Ghafiera Al-Fatihah; Nino Adib Chifdillah; Bernadetha Bernadetha; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.951

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak dikendalikan secara optimal. Kekambuhan hipertensi pada lansia sering dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan keluarga terkait pengelolaan tekanan darah dan penerapan pola hidup sehat. Pendidikan kesehatan melalui media Booklet menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman keluarga sebagai pendukung utama perawatan lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media Booklet terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia mengenai pencegahan kekambuhan hipertensi di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group Pre-test-post-test. Sampel penelitian berjumlah 23 keluarga lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis univariat menunjukkan peningkatan responden dengan kategori pengetahuan baik sebesar 73,9% pada post-test. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga mengenai pencegahan kekambuhan hipertensi setelah intervensi (P-Value = 0,000). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media Booklet berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan keluarga lansia terkait pencegahan kekambuhan hipertensi. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan media Booklet dengan desain, metode, dan sasaran yang lebih beragam untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Group Whatsapp Terhadap Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dalam Memberikan Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Loa Janan Ulu Frisca Sinestisia Frisilia; Sri Hazanah; Dian Ardyanti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7196

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif di provinsi Kalimantan Timur pada saat ini target masih rendah sekitar 53,6%.Sementara menurut data WHO sampai tahun 2020 hanya sekitar 44% bayi di seluruh dunia yang berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif. Berdasarkan data UNICEF 2021, cakupan ASI Eksklusif di Indonesia sekitar 50,7%. Data Kementerian Kesehatan RI 2021 angka nasional persentase bayi yang ASI Eksklusif sebanyak 56,9%. Hal ini disebabkan masih banyaknya ibu-ibu yang pengetahuannya kurang terhadap manfaat ASI Eksklusif sehingga perlunya pemberian informasi pendidikan Kesehatan tentang ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui group WhatsApp terhadap pengetahuan dan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Pre Ekskperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi > 6 bulan usianya di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu Kabupaten Kutai Kartanegara berjumlah sebanyak 32 orang dari 48 orang dan menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui Group WhatsApp. Terdapat peningkatan pengetahuan dari 46,9% menjadi 71,9% dan motivasi dari 21,9% menjadi 59,4% hasil dari uji statistik Wilcoxon pada variabel pengetahuan p=0,000 dan motivasi p=0,005. Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui group WhatsApp terhadap pengetahuan dan motivasi ibu dalam memberikan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan Ulu. Maka dari itu, Group WhatsApp terbukti efektif digunakan sebagai media Pendidikan Kesehatan.Diharapkan para ibu dapat selalu mengingat pentingnya memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan melalui Group WhatsApp kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia > 6 bulan sangat mendukung terhadap pengetahuan dan motivasi sehingga bermanfaat dalam penelitian ini.
The Influence Of Kintan Media On Knowledge And Self-Efficacy Of Hypertension Prevention In Pkk Groups In Simpang Tiga Village, Samarinda Faeris Suaib; Desie Rahmawati; Dian Ardyanti; Sri Hazanah
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is still a public health issue in Samarinda City, with cases rising from 33,555 in 2020 to 69,156 in 2024. This situation highlights the importance of health education using KINTAN (Health Information Fan) as a way to boost people's knowledge and self-confidence in preventing hypertension. This study aimed to analyze the impact of health education using KINTAN media on knowledge and self-efficacy regarding hypertension prevention in PKK groups in the Simpang Tiga Subdistrict of Samarinda. This study used a quantitative method with a pre-experimental approach and a one-group pre-test post-test design. The sample size was determined using the Lemeshow formula, resulting in 39 respondents. Data were collected using knowledge and self-efficacy questionnaires and then analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon test. Before the intervention, most respondents had good knowledge, with 31 respondents (79.5%), adequate knowledge with 4 respondents (10.3%), and poor knowledge with 4 respondents (10.3%). After the intervention, the number of respondents with good knowledge increased to 34 (87.2%), those with adequate knowledge remained at 4 respondents (10.3%), while poor knowledge decreased to 1 respondent (2.6%). For the self-efficacy variable, the high category increased from 28 respondents (71.8%) to 35 respondents (89.7%), while the low category decreased from 11 respondents (28.2%) to 4 respondents (10.3%). The Wilcoxon test results showed that health education using KINTAN media had an effect on knowledge (ρ = 0.007) and self-efficacy (ρ = 0.010). Therefore, health education using KINTAN media has an effect on increasing knowledge and self-efficacy regarding hypertension prevention among the PKK Group in the Simpang Tiga Subdistrict of Samarinda.
Pengaruh Buku Cerita Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Tunagrahita Di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur Sitti Munawwarah; Yona Palin T; Bernadetha; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1255

Abstract

Prevalensi karies gigi di Indonesia cukup tinggi yaitu 82,8%, sedangkan Kalimantan Timur menempati peringkat ke-12 tertinggi di Indonesia dengan prevalensi karies sekitar 48%. Permasalahan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi, terutama pada anak berkebutuhan khusus seperti anak tunagrahita. Keterbatasan fungsi intelektual dan motorik menyebabkan anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut secara mandiri. Salah satu upaya pendidikan kesehatan yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan media buku cerita bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media buku cerita terhadap pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian adalah seluruh siswa tunagrahita tingkat SDLB di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan menggosok gigi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi setelah diberikan intervensi media buku cerita. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) pada variabel pengetahuan dan keterampilan. Terdapat pengaruh media buku cerita terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Media buku cerita dapat digunakan sebagai salah satu media promosi kesehatan dan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak tunagrahita.
Stres Kerja Guru Dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SLB X (Studi Fenomenologi) Amanda Stefia; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1349

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primaryappraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1 informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematik berdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilan hati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondary appraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yang membantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapan latar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melalui penilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.
Efektivitas Media Bermain Puzzle dalam Meningkatkan Kebiasaaan Hand Hygiene terhadap Anak Tunagrahita di SLB Negeri Samarinda Muhammad Turmin Aldiansyah; Dian Ardyanti; Irma Desylia Maharani; Sri Hazanah
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i3.8667

Abstract

Children with intellectual disabilities (tunagrahita) have limited intellectual function and adaptive behavior that require special attention in implementing clean and healthy living behaviors, including hand hygiene. Data from East Kalimantan Province shows that only 12.6% of children with disabilities aged 5–17 years routinely wash their hands correctly, and a preliminary study at SLB Negeri Samarinda found that no hand hygiene education had been provided and that students with intellectual disabilities had low knowledge regarding this matter. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of puzzle game media in improving hand hygiene knowledge and attitudes among children with intellectual disabilities at SLB Negeri Samarinda. The study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research sample was taken using a total sampling technique, involving the entire population of junior high school-level (SMPLB) students with intellectual disabilities, totaling 24 respondents. The results showed that puzzle game media was effective in improving respondents' knowledge and attitudes. Good-category knowledge increased from 33.3% (8 respondents) at pretest to 70.9% (17 respondents) at posttest, while positive attitudes increased from 37.5% (9 respondents) to 91.7% (22 respondents). The significance values obtained for both variables (ρ value = 0.000 < α = 0.05) indicate that puzzle game media had a significant effect on improving respondents' knowledge and attitudes. Puzzle game media is effective in improving hand hygiene knowledge and attitudes among children with intellectual disabilities at SLB Negeri Samarinda.