Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

JPH203 as a potential L-Type Amino Acid Transporter 1 (LAT 1) inhibitor in the development of cancer theragnostic compounds Yolanda Pertiwi; Driyanti Rahayu; Maula Eka Sriyani; Raden Bayu Indradi; Holis Abdul Holik
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 16 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol16.iss2.art8

Abstract

AbstractBackground: Cancer has become a major cause of global health problems. Latest research currently focuses on an approach to cancer therapy that involves specific target molecules and theragnostic (therapy and diagnostic) agents. Among the specific target molecules in cancer therapy is LAT1, which is over expressed in cancer cells but under expressed in normal cells. Therefore, LAT1 inhibition can become an alternative to cancer therapy. A number of studies have shown that JPH203 specifically inhibits LAT1, thus reducing amino acid absorption into cancer cells and inhibiting cancer cell growth.Objective: The main objective of this literature study was to determine the potential of JPH203 as a LAT1 inhibitor to be developed into a novel theragnostic agent for cancer.Methods: Various studies were summarized to outline the development of JPH203 as a therapy targeting LAT1 and potential candidate of theragnostic compounds.Results: The results of the literature study showed that JPH203 as a selective LAT1 inhibitor was able to efficiently suppress the growth of cancer cells with a low IC50 value.Conclusion: The activity of LAT1 as an amino acid transporter of cancer cells could be selectively inhibited by JPH203, thereby allowing JPH203 to be reconsidered as a potential therapy in the development of theragnostic compounds against cancer.Keywords: JPH203, theragnostic, LAT1 inhibitorIntisariLatar belakang: Kanker telah menjadi penyebab masalah kesehatan utama di dunia. Saat ini penelitian terbaru berfokus pada pendekatan terapi kanker yang melibatkan molekul target yang spesifik dan menggunakan senyawa teranostik (terapi dan diagnostik). Salah satu molekul target spesifik dalam terapi kanker adalah LAT1 yang terekspresi berlebih pada sel kanker, namun sedikit pada sel normal. Oleh karena itu, inhibisi LAT1 dapat menjadi alternatif terapi kanker. Beberapa penelitian menunjukkan inhibitor yang secara spesifik menghambat LAT1 adalah JPH203, sehingga penyerapan asam amino ke dalam sel kanker dapat berkurang dan menghambat pertumbuhan sel kanker.Tujuan: Tujuan utama dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui potensi JPH203 yang merupakan inhibitor LAT1 dalam perannya sebagai senyawa teranostik baru terhadap penyakit kanker.Metode: Berbagai penelitian dirangkum mengenai pengembangan JPH203 sebagai terapi pentarget-LAT1 dan potensinya sebagai kandidat senyawa teranostik.Hasil: Hasil studi literatur yang dilakukan menunjukkan bahwa JPH203 sebagai inhibitor selektif LAT1 mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara efisien dengan didapatkan hasil IC50 yang rendah.Kesimpulan: Aktivitas LAT1 sebagai transporter asam amino sel kanker dapat dihambat secara selektif oleh JPH203, sehingga dapat dipertimbangkan kembali sebagai target terapi potensial yang dapat digunakan dalam pengembangan senyawa teranostik kanker.Kata kunci : JPH203, teranostik, inhibitor LAT1
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) ISMI CHAIRUNISA; RADEN BAYU INDRADI
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1702.423 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22221

Abstract

Alga adalah salah satu sumber tanaman bioaktif. Alga termasuk kelompok tumbuhan berklorofil yang memproduksi metabolit, salah satu spesiesnya dalah Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii atau lebih dikenal dengan alga merah merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Solieracea yang dapat di temukan tumbuh di perairan dangkal. Di wilayah Indo-Pasifik, mulai dari Afrika Timur hingga ke Guam menjadi tempat tersebarnya Eucheuma cottonii. Eucheuma cottonii memiliki kandungan senyawa bioaktif sebagai metabolit sekunder salah satunya sebagai aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri pada tanaman Eucheuma cottonii dapat ditentukan dari diameter zona hambat yang dihasilkan terhadap beberapa bakteri uji antara lain Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera, Vibrio parahaemolytichs, Vibrio alginotycus dan Vibrio charcariae.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI TANAMAN GENUS DYSOXYLUM MUHAMAD NADIVA MARDIANA; RADEN BAYU INDRADI
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.793 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22084

Abstract

Tanaman obat telah menjadi alternatif pengobatan pada masyarakat lokal untuk beberapa penyakit. Banyaknya resistensi mikroba terhadap obat kimia yang meningkat memunculkan beberapa penelitian untuk beralih ke obat herbal yang memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat kimia. Tanaman dari genus Dysoxylum sangat tersebar luas di benua Asia, dan ada kurang kebih 80 spesies yang sudah diuji, dan masih ada banyak spesies tanaman genus ini yang belum diuji aktivitas farmakologinya. Berdasarkan kebutuhan yang ada, pengkajian terhadap tanaman-tanaman genus Dysoxylum perlu dilakukan agar dapat memberikan manfaat secara menyeluruh terhadap pengembangan obat herbal. Dari hasil ulasan diperoleh beberapa tanaman genus ini, didapat hasil aktivitasnya yang berupa sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7, antiinflamasi, antibakteri, antifidan, antiplasmodium, antioksidan, sitoprotektif dan penghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang berasal dari tanaman Dysoxylum aborescens, Dysoxylum parasiticum, Dysoxylum lukii, Dysoxylum alliaceum, Dysoxylum hainanense, Dysoxylum caulostachyum, Dysoxylum gothadora, Dysoxylum binectariferum, Dysoxylum cauliflorum, Dysoxylum densiflorum.Kata kunci: tanaman obat, Dysoxylum, aktivitas farmakologi