Muhammad Kamal
Universitas Lampung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Sistem Pertanaman Terhadap Pertumbuhan, Produktivitas, dan Viabilitas Benih Pasca Simpan Beberapa Genotipe Sorgum Syahanda Riswandi Siregar; Eko Pramono; Muhammad Kamal; M. Syamsoel Hadi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v9i2.590

Abstract

Agronomic Performance of Green Beans (Vigna radiata L.) Grown under Different Shade Levels Muhammad Kamal
Jurnal Agrista 2008: Edisi Khusus Nomor 1 November 2008
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.311 KB)

Abstract

Penampilan Agronomi Tanaman Kacang Hijau yang Ditanam Pada Tingkat Naungan BerbedaABSTRAK. Intensitas cahaya rendah akibat adanya naungan merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan tanaman pangan sebagai tanaman sela pada areal perkebunan. Pemahaman yang lebih baik terhadap karakter agronomi tanaman pangan pada kondisi naungan sangat membantu dalam pengelolaan tanaman pangan sebagai tanaman sela secara produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan agronomi beberapa varietas kacang hijau pada tingkat naungan berbeda. Perlakuan disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan dua taraf, yaitu 0% dan 50%. Faktor kedua berupa varietas kacang hijau yang meliputi Merpati, Parkit, Walet, Jelatik, Betet, Kenari, dan Perkutut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 50% secara nyata menurunkan jumlah daun, akumulasi bahan kering, hasil biji dan indeks panen. Pada kondisi naungan 0% dan 50%, jumlah polong, jumlah biji dan indeks panen secara nyata tetap berkolerasi positif dengan hasil biji tanaman kacang hijau. Tampaknya, jumlah polong, jumlah biji, dan indeks panen juga menjadi karakter agronomi penentu hasil kacang hijau pada kondisi naungan.
The Tolerance of Several Genotypes of Upland Rice to Shading at Different Growth Stages Muhammad Kamal
Jurnal Agrista Vol 11, No 1 (2007): Volume 11 Nomor 1 April 2007
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.443 KB)

Abstract

Toleransi Beberapa Genotip Padi Gogo terhadap Naungan pada Fase Pertumbuhan BerbedaABSTRAK. Keberhasilan pengembangan padi gogo sebagai tanaman sela pada areal perkebunan tanaman karet sangat tergantung pada tingkat toleransinya terhadap naungan. Metode penyaringan yang tepat dan akurat sangat membantu dalam penyediaan padi gogo toleran naungan dalam jumlah banyak. Dua set penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi apakah toleransi padi gogo terhadap naungan selama fase vegetatif memiliki konsistensi dengan naungan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif). Perlakuan pada penelitian 1 dan 2 disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan menggunakan paranet hitam dua taraf yaitu 0% dan 50%, sedangkan faktor kedua berupa genotip padi gogo yang meliputi Jatiluhur, B9048C, TB177E, Batutegi, Kalimutu, dan Limboto. Naungan diberikan selama fase pertumbuhan vegetatif dan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif). Hasil percobaan menunjukkan bahwa genotip Jatiluhur, B9048C, TB177E, Batutegi secara konsisten menunjukkan hasil lebih tinggi daripada genotip Kalimutu dan Limboto baik pada naungan selama fase vegetatif dan naungan selama masa pertumbuhan tanaman. Padi gogo yang toleran terhadap naungan selama fase vegetatif juga menunjukkan toleransi terhadap naungan selama masa pertumbuhan tanaman (fase vegetatif dan reproduktif).
Dry Matter Accumulation, Seed Yield and Calcium (Ca) Content of Several Peanut (Arachis hypogaea L.) Cultivars Grown under Different Shade Levels Muhammad Kamal
Jurnal Agrista Vol 11, No 3 (2007): Volume 11 Nomor 3 Desember 2007
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.101 KB)

Abstract

Akumulasi Bahan Kering, Hasil Biji dan Kandungan Kalsium (Ca) Beberapa Varietas Kacang Tanah yang Ditanam pada Tingkat Naungan BerbedaABSTRAK. Akumulasi bahan kering dan serapan kalsium (Ca) memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembentukan hasil kacang tanah. Intensitas cahaya rendah menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan kacang tanah sebagai tanaman sela pada lahan perkebunan, sehingga sangat dibutuhkan varietas kacang tanah toleran naungan. Pemahaman yang lebih baik terhadap proses yang terlibat pada adaptasi tanaman terhadap naungan dapat membantu dalam perakitan. varietas-varietas kacang tanah toleran naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akumulasi bahan kering, komponen hasil dan serapan kalsium (Ca) serta keterkaitannya dengan penurunan hasil pada kondisi naungan. Perlakuan disusun secara faktorial dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama berupa naungan dengan dua taraf, yaitu 0% dan 50%, sedangkan faktor kedua berupa varietas kacang tanah yang terdiri dari Gajah, Jerapah, Mahesa, Panter dan Sima. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penurunan akumulasi bahan kering akibat naungan 50% paling besar terjadi pada akar, sedangkan penurunan akumulasi bahan kering terkecil terjadi pada batang kacang tanah. Varietas sima pada naungan 50% menunjukkan penurunan produksi bahan kering, hasil biji dan kandungan kalsium (Ca) yang relative kecil dibandingkan varietas Gajah. Penurunan serapan Ca pada kondisi naungan mungkin dimediasi oleh peningkatan kelembaban relative (RH). Tampaknya ada keterkaitan antara kepekaan terhadap naungan dengan tingkat serapan kalsium (Ca) kacang tanah.
PENGARUH LAMA SIMPAN PADA VIGOR BENIH DAN KECAMBAH SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) GENOTIPE KAWALI DAN P/F-10-90A Iska Hartina Anggraini; Muhammad Kamal; Eko Pramono; Kukuh Setiawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.102 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i2.3909

Abstract

Sorghum is a type of carbohydrate-producing serelia plant. Sorghum has a great potential to be developed in Indonesia.  Seed storing time is the time period of the seed storage before the seed is planted again, while the storage of the seed is carried out with the aim of maintaining seed viability in the save period for as long as possible and can be used for the next planting period.  The purpose of this study was to determine the effect of storage time on seed vigor and sprouts of Kawali and P/F-10-90A genotypes. This research was conducted at the Laboratory of Seed and Plant Breeding, Faculty of Agriculture, University of Lampung, Bandar Lampung which runs from February 2017 until February 2018. This study uses split plot design with 3 group replications. The main plot is the storage time (LS) that was consisted of 0, 4, 8 and 12 months storage time period. Subplot is genotype (G), which consists of Kawali (G1 ) and P / F-10-90A (G2). The results showed that seed vigor and sprouts decreased significantly at 4 and 8 months storage time with the percentage of dead seeds 16.7% and 40.7%, while the percentage of normal strong sprouts at 4 months amounted to 74% for genotype P/ F-10-90A  and 8 months 54% for genotype Kawali.  P/F-10 -90A genotypes have higher seed vigor and sprouts vigor compared to Kawali genotypes as indicated by dead seed variables, strong normal sprouts, normal sprout length canopy, long root primary roots, normal sprouts, dry weight normal sprouts, and normally strong sprouts. The effect of interaction  between storage time and genotype was shown by seed vigor of genotype P/F-10-90-A seedlings which were proven to be superior for 4, 8 and 12-month storage time period.  Excellence of genotype P/F-10-90-A make it can be stored and was allowed to be used as good seed on next season farming.
PENGARUH OLAH TANAH DAN KOMBINASI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SORGUM (Sorgum bicolor [ L.] Moench) PADA MUSIM TANAM KE-7 DI GEDUNG MENENG Cicilia Puspitarini; Muhammad Syamsoel Hadi; Jamalam Lumbanraja; Muhammad Kamal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.6506

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada budidaya sorgum adalah teknik budidaya yang kurang optimal seperti pengolahan tanah dan pemupukan. Peningkatan produksi sorgum dapat dilakukan dengan pengolahan tanah dan pemupukan untuk mendapatkan kondisi tanah yang baik sehingga unsur hara dapat diserap tanaman menuju keberlanjutan budidaya. Penelitian ini dilaksanakan di LTPD Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Juli-Oktober 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah, dosis pupuk, dan interaksi olah tanah dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum pada musim tanam ke-7. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok dengan perlakuan terdiri dari pengolahan tanah dan pemupukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: sistem olah tanah minimum menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan olah tanah intensif, perlakuan dosis pupuk penuh menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dosis pupuk setengah, penerapan olah tanah minimum dan dosis pupuk penuh menghasilkan pertumbuhan yang tinggi dibandingkan kombinasi lainnya
EFEK LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI CaCl2 SEBAGAI OSMOPRIMING PADA KINERJA PERKECAMBAHAN BENIH SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) Yuliana Putri; Eko Pramono; Muhammad Kamal; Yohanes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.7527

Abstract

Osmopriming dengan larutan garam CaCl2 dapat meningkatkan kinerja perkecambahan (invigorasi benih) yang sudah mengalami penuaan alami dalam penyimpanan. Durasi priming dan konsentrasi garam merupakan komponen yang mempengaruhi keberhasilan priming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CaCl2 yang paling efektif pada lama perendaman berbeda untuk osmopriming benih sorgum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial (2x5) dengan 2 ulangan. Faktor pertama adalah lama perendaman dalam larutan CaCl2, yaitu 12 jam dan 24 jam. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan CaCl2, yaitu 0 mM, 25 mM, 50 mM, 75 mM, dan 100 mM. Analisis data menggunakan uji bartlett, uji Tukey, analisis ragam, uji beda nyata terkecil (BNT), dan analisis regresi, yang masing-masing pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih sorgum dalam larutan CaCl2 selama 24 jam memberikan pengaruh lebih baik daripada lama perendaman 12 jam, konsentrasi larutan CaCl2 optimal untuk meningkatkan kinerja perkecambahan benih sorgum yaitu 63 mM dengan lama perendaman 12 jam, sedangkan pada lama perendaman 24 jam yaitu 59 mM CaCl2.