Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN VIGOR BENIH PADA BUDIDAYA TUMPANGSARI SORGUM-KEDELAI Parulian Lumban Siantar; Eko Pramono; M. Syamsoel Hadi; A Agustiansyah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.645 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v8i2.429

Abstract

Pengaruh Sistem Pertanaman Terhadap Pertumbuhan, Produktivitas, dan Viabilitas Benih Pasca Simpan Beberapa Genotipe Sorgum Syahanda Riswandi Siregar; Eko Pramono; Muhammad Kamal; M. Syamsoel Hadi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v9i2.590

Abstract

Effect Of Nitrogen Fertilization And Irrigation Scheme On Growth, Production And Metane (Ch4) Emissions In Paddy Rice Cultivation Didik Purwanto; Tumiar K. Manik; Paul Benyamin Timotiwu; Eko Pramono
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.596

Abstract

Pemanasan global yang ditandai dengan naiknya temperatur permukaan bumi disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan dinitrogen oksida (NO2) di atmosfer. Emisi gas metana telah banyak diteliti dan didapatkan bahwa budidaya padi sawah merupakan sumber utama dari emisi metana sektor pertanian. Indonesia sebagai negara dengan beras sebagai makanan pokok sangat perlu melakukan penelitian tentang emisi gas metana dari budidaya padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022 di sawah petani, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh skema irigasi dan dosis pupuk yang berbeda terhadap pertumbuhan, hasil panen dan emisi gas CH4 dalam budidaya sawah. Penelitian ini menggunakan desain faktorial dengan 3 ulangan. Skema irigasi sebagai faktor pertama dengan 2 taraf yaitu irigasi terputus (IR1) dan irigasi tergenang (IR2) sedangkan faktor nitrogen sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu 0 kg N/ha (N0), 50 kg N/ha (N50), 100 kg N/ha (N100. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak percobaan, berat brangkasan dan emisi gas CH4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tunggal perlakuan pemberian pupuk nitrogen menunjukkan pengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, bobot gabah per rumpun, produksi gabah kering panen (GKP) dan berat brangkasan. Perlakuan skema irigasi terputus dan pemberian pupuk nitrogen dosis 100 kg N/ha berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan produksi gabah. Emisi gas metana mengikuti fase pertumbuhan tanaman, dosis pupuk N dan skema irigasi; secara umum perlakuan irigasi terputus menghasilkan emisi metana ( CH4) lebih rendah dibandingkan perlakuan irigasi tergenang.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI DAN KONVERSI APLIKASI PUPUK ORGANIK vs ANORGANIK DI PEKON ARGOPENI KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS PROPINSI LAMPUNG Eko Pramono; Muhammad Syamsoel Hadi
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.8024

Abstract

Para petani di Pekon Argopeni Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung selain mengelola tanaman juga mengelola ternak sapi.  Limbah ternak berupa kotoran sapi dan limbah tanam sekam padi tersedia melimpah. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pembuatan pupuk organik kotoran sapi dan limbah tanaman dan mengkonversi dosis pupuk organik menggantikan pupuk organik.  Kegiatan itu dapat mengubah pengetahuan kognitif petani dan memotivasi petani dalam memanfaatkan limbah ternak kotoran sapi dan limbah tanaman sekam padi menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk pupuk tanaman. Meningkatnya motovasi petani itu didorong oleh informasi dan diskusi tentang prosedur yang jelas membuat pupuk organik, proses pembuatan yang lebih singkat, dan manfaat pupuk organik dalam menggantikan pupuk anorganik
EFEK LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI CaCl2 SEBAGAI OSMOPRIMING PADA KINERJA PERKECAMBAHAN BENIH SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) Yuliana Putri; Eko Pramono; Muhammad Kamal; Yohanes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.7527

Abstract

Osmopriming dengan larutan garam CaCl2 dapat meningkatkan kinerja perkecambahan (invigorasi benih) yang sudah mengalami penuaan alami dalam penyimpanan. Durasi priming dan konsentrasi garam merupakan komponen yang mempengaruhi keberhasilan priming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CaCl2 yang paling efektif pada lama perendaman berbeda untuk osmopriming benih sorgum. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pola faktorial (2x5) dengan 2 ulangan. Faktor pertama adalah lama perendaman dalam larutan CaCl2, yaitu 12 jam dan 24 jam. Faktor kedua adalah konsentrasi larutan CaCl2, yaitu 0 mM, 25 mM, 50 mM, 75 mM, dan 100 mM. Analisis data menggunakan uji bartlett, uji Tukey, analisis ragam, uji beda nyata terkecil (BNT), dan analisis regresi, yang masing-masing pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih sorgum dalam larutan CaCl2 selama 24 jam memberikan pengaruh lebih baik daripada lama perendaman 12 jam, konsentrasi larutan CaCl2 optimal untuk meningkatkan kinerja perkecambahan benih sorgum yaitu 63 mM dengan lama perendaman 12 jam, sedangkan pada lama perendaman 24 jam yaitu 59 mM CaCl2.
PENGARUH LAMA PELEMBABAN PRAPENGUSANGAN CEPAT DENGAN UAP JENUH ETANOL PADA VIABILITAS BENIH DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max [L.] Merr.) Elysa Aryani; Eko Pramono; Ermawati Ermawati; M. Syamsoel Hadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lama pelembaban benih prapenderaan dengan uap jenuh etanol dalam upaya pengusangan cepat benih kedelai varietas Argomulyo dan Dena-1. Perlakuan penelitian ini adalah lama waktu pelembaban benih dengan kertas merang basah yang berbeda yaitu (0, 4, 8, 12, 16, 20, dan 24 jam), dengan masing-masing tiga ulangan. Benih kedelai yang telah dilembabkan diberi perlakuan penuaan dipercepat dengan menempatkannya dalam kotak rapat berisi uap jenuh etanol selama 40 menit kemudian benih dikecambahkan menggunakan metode uji kertas digulung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan regresi dan uji t-student pada taraf 5%. Benih kedelai yang dilembabkan makin lama antara 0-24 jam kemudian diberi perlakuan uap jenuh etanol selama 40 menit mengalami penuaan yang makin cepat dengan menunjukkan viabilitas yang makin rendah. Laju penurunan viabilitas benih kedelai varietas Argomulyo dan benih Dena-1 tidak berbeda, baik ditunjukkan oleh persentase kecambah nornal total, kecepatan perkecambahan benih, dan persentase benih mati.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN FISIK BENIH KENARI (Canarium indicum L.) ASAL MALUKU UTARA Alkadrin Manui; Kukuh Setiawan; Eko Pramono; Agustiansyah Agustiansyah; Dwi Hapsoro
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5477

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman fisik benih beberapa genotipe kenari (Canarium indicum L.) asal Maluku Utara. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Agustus 2020. Pengamatan dilakukan terhadap sampel berdasarkan panduan Descriptors for walnut (1994) yang telah dimodifikasi, khususnya pada benih. Karakter yang diamati adalah karakter kualitatif dan kuantitatif. Karakter kualitatif adalah karakter yang tidak dapat diukur dengan satuan namun dapat dikonfersi melalui data skoring. Karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat terukur oleh alat dan memiliki satuan, Karakter morfologi atau kualitatif yang di amati dengan cara skoring yaitu : Bentuk Pangkal benih (BPB) (1. runcing, 2. tumpul dan 3. membulat), Bentuk ujung benih (1. runcing, 2. tumpul dan 3. membulat), Bentuk benih (1. bulat, 2. lonjong dan 3. lonjong meruncing), Warna ujung benih, (1. coklat mudah, 2. coklat tua dan 3. krim), Warna pangkal benih (1. coklat mudah, 2. coklat tua dan 3. krim), Warna benih (1. coklat mudah, 2. coklat tua dan 3. krim), Motif warna benih (1. Hitam dan 2. Krim), Tekstur benih (1. halus dan 2. kasar). Karakter sifat agronomi benih dianalisis menggunakan klasifikasi interval variabel yang terdiri dari panjang benih (PB), diameter benih (DB), bobot benih (BB), ketebalan cangkang (KC), bobot kering oven (BKO) dan jumlah embrio (JE). Untuk mengetahui keragaman fenotipik dan hubungan kekerabatan antar genotipe benih kenari, data morfologi dan agronomi masing-masing genotipe diolah menggunakan analisis pengelompokan data matriks (Cluster analysis) dan pembuatan Dendogram dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method Arithmetic) mengunakan NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariate System) versi 2.02 (Rohlf, 2000). Hasil identifikasi keragaman Bentuk pangkal benih (BPB) tumpul berjumlah 16 genotipe, runcing dan bulat berjumlah 3 genotipe. Bentuk ujung benih (BUB) bentuk tumpul berjumlah 7 genotipe, runcing 9 genotipe dan bulat 6 genotipe. Selanjutnya untuk bentuk benih (BBE) bulat berjumlah 6 genotipe, lonjong 14 genotipe dan lonjong meruncing 2 genotipe. Warna ujung benih (WUB) coklat muda berjumlah 15 genotipe, coklat tua 6 genotipe dan krim 1 genotipe, sedangkan warna pangkal benih (WPB) coklat muda berjumlah 7 genotipe, coklat tua 2 genotipe dan krim 13 genotipe. Warna benih (WB) coklat muda berjumlah 17 genotipe dan coklat tua 5 genotipe. Motif warna benih (MWB) hitam berjumlah 19 genotipe dan krim 3 genotipe, sedangkan tekstur benih (TB) halus berjumlah 5 genotipe dan kasar 17 genotipe. Hasil dendogram analisis UPMGA 22 genotipe berdasarkan 14 karakter morfologi dan agronomi memiliki persamaan ciri terdekat dalam hubungan kekerabatan yaitu genotipe Nge susara dan Nge jingga dengan nilai jarak koefisien sebesar 73,20 %. Sebaliknya hubungan kekerabatan terjauh berdasarkan kesamaan ciri yaitu genotipe Ifa daalus dengan Ifa wagol dengan nilai jarak koefisien sebesar 22,05%.
PENGARUH BEDA WAKTU TANAM TUMPANGSARI SINGKONG-SORGUM PADA PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN VIABILITAS BENIH PASCASIMPAN DELAPAN BULAN EMPAT GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor [L.] Moench) Eko Pramono; Muhammad Syamsoel Hadi; Ermawati Ermawati; Lutfiatul Maula
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.9007

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi pada pertanaman sistem tumpangsari adalah beda waktu tanam antara dua jenis tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda waktu tanam dari tumpangsari sorgum-singkong pada pertumbuhan, produksi, dan viabilitas benih pascasimpan dari empat genotipe sorgum.  Penelitian dilaksanakan di Desa Karang Endah, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (5.28°LS 105.27°BT) dengan ketinggian 82,3 mdpl dan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada Januari 2019 sampai Juni 2020.  Percobaan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 2x4 yang diacak secara lengkap dalam petak berjalur (strip plot) dengan tiga ulangan dalam tiga blok.  Petak utama yaitu beda waktu tanam yang terdiri dari nol minggu  dan dua minggu.  Anak petak yaitu empat genotipe sorgum yang terdiri dari Super 1, GH-6, Suri dan GH-12.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa beda waktu tanam berpengaruh nyata pada pertumbuhan, produksi dan viabilitas pascasimpan pada variabel bobot kering brangkasan atas, bobot benih per malai, jumlah benih per malai dan kecambah normal kuat.  Genotipe berpengaruh nyata pada viabilitas benih pascasimpan kecambah normal total dan kecambah normal kuat.  Pengaruh genotipe sorgum terhadap produksi tergantung dari waktu tanam.
The Influence of Zinc Biofortification on the Growth, Yield, and Zinc Content in Several Rice Varieties (Oryza sativa L.) Kholfira Masoyogie; Muhammad M Kamal; Eko Pramono; R A Diana Widyastuti; Muhammad Syamsoel Hadi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.779-791

Abstract

Rice productivity faces challenges due to soil degradation and nutrient deficiencies. This study aims to evaluate the effects of zinc (Zn) biofortification through foliar spray on growth, yield, potassium (K) uptake, and zinc (Zn) content in rice grains. The study also assesses the response of different rice varieties to zinc application and analyzes the interaction between zinc and varieties in enhancing productivity and zinc content, which could potentially support stunting prevention efforts. The research was conducted in the rice fields of Maja Village, Pesawaran Regency, Lampung, from July to October 2024, using a split plot design. Zinc treatments included seed priming and foliar spray at the vegetative and generative stages. The results showed that zinc application significantly increased plant height, productive tillers, flowering time, number of grains per panicle, percentage of filled and empty grains, 1,000-grain weight, as well as harvest dry grain (HDG) and dry unhusked rice (DUR). Treatment P4 (priming and zinc application at both vegetative and generative stages) showed the best response, with an average increase in zinc content in rice grains of 56% compared to the control. Nutri Zinc variety showed the highest potassium uptake and zinc content. The interaction between zinc and variety had a significant impact on 1,000-grain weight and HDG. This study highlights that zinc biofortification can improve rice production and increase zinc content in rice, supporting stunting prevention.
Peningkatan Pemahaman Petani Terhadap Fungsi Akar Dan Daun Pada Kelompok Tani Desa Sekincau Lampung Barat Eko Pramono; Tundjung Tripeni Handayani; Sri Wahyuningsih
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 : Mei (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekincau Village is a hilly area with soil conditions that are favorable for horticultural crop cultivation, including vegetables. The farmers in Sekincau Village generally have a good understanding and mastery of horticultural cultivation techniques, but they lack adequate knowledge about the roles and functions of plant organs, especially the root and leaf organs, which are crucial for plant growth and development. The problem is how to help the farmers in Sekincau Village gain knowledge about the roles and functions of plant root and leaf organs. The purpose of this community service activity is to provide knowledge to the farmers in Sekincau Village about the roles and functions of plant root and leaf organs. To achieve this goal, training on observing and explaining the functions of plant root and leaf organs was conducted using the lecture method. It is hoped that the farmers will not only understand the importance of plant care from seed, fertilization, to harvest age with proper treatment and maintenance, but also realize the importance of the functions of root and leaf organs, which will ultimately affect increased productivity and improve agricultural income. Based on the training conducted, there was an increase in the participants' knowledge and understanding regarding the important roles of root and leaf functions in improving plant productivity. The average increase in participants' knowledge was 33.1 points. The hope for the future is that the knowledge and understanding gained will not only improve, but also be applied in planting and maintaining crops to achieve optimal productivity results.