Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Pengasuhan dan Penyesuaian dalam Keluarga Pada Orangtua Siswa SD dan SMP Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati; Ali Bowo Tjahjono
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.979 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.132

Abstract

Abstrak. Keterampilan dalam pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga sangat dibutuhkan oleh orangtua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Penelitian ini fokus pada orangtua khususnya Ibu yang memiliki anak dan remaja yang masih bersekolah. Sebanyak 261 orangtua siswa SD dan SMP di Kota Semarang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Parenting and Family Adjustment Scale (PAFAS). Skala pengasuhan terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,627 dan skala penyesuaian dalam keluarga terdiri dari 12 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,791. Latar belakang pendidikan orangtua diketahui 13% lulusan perguruan tinggi, 36% lulusan SMA, 20% lulusan SMP, dan 28% lulusan SD, 3% tidak mengisi pertanyaan mengenai pendidikan orangtua. Latar belakang pekerjaan orangtua diketahui 43% sebagai ibu rumah tangga, 33% sebagai buruh atau karyawan swasta, 18% wiraswasta, 2% sebagai PNS, dan 4% tidak mengisi pertanyaan tentang pekerjaan. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui 99,5% responden memiliki pengasuhan dalam kategori tinggi. 8,3% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang rendah, 77,8% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang sedang, dan 13,9% memiliki penyesuaian dalam keluarga yang tinggi. Berdasarkan hasil uji beda menggunakan anava diketahui tidak terdapat perbedaan pengasuhan dilihat dari pendidikan dan pekerjaan orangtua, nilai F = 1,368 pada p = 0,190 ( p>0,05).Kata Kunci: pengasuhan; penyesuaian dalam keluarga; orangtua
Program Stimulasi Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Bagi Orang Tua di Kelurahan Jetaksari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Erni Agustina Setiowati; Agustin Handayani; Ratna Supradewi
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/bpb.2020.5559

Abstract

Program pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memberikan stimulasi yang tepat agar anak usia 6-7 tahun siap memasuki sekolah dasar. Pada saat berada di taman kanak-kanak (TK), guru TK memberikan berbagai stimulasi diantaranya keterampilan motorik halus dan kasar, kemampuan mengenali objek dan kegunaanya, bersosialisasi, mengenal moral sesuai usianya serta menghitung benda. Disamping itu, orang tua memberikan stimulasi yang mengarah pada aktivitas yang ditujukan agar anak cepat beradaptasi dengan tugas akademik di sekolah dasar. Akan tetapi, tidak jarang orang tua kemudian lebih menekankan anak lancar menulis, membaca, dan berhitung. Padahal dalam kesiapan masuk sekolah juga harus memperhatikan kesiapan fisik dan motorik, emosi, sosial, bahasa, dan ketertarikan untuk belajar. Sebanyak 29 orang tua anak TK (RA) Al Khusaini mengikuti kegiatan ini dan untuk mengetahui kesiapan anak masuk sekolah dilakukan Tes Kesiapan Sekolah menggunakan NST (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test) terhadap 15 anak usia 5,0 sampai 5,9 tahun dari total 29 anak TK B. Hasil tes NST menunjukkan ada 7 anak berada pada kategori siap dan sisanya belum siap, selain itu orang tua diberi angket pengetahuan mengenai kesiapan anak masuk sekolah. Data menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memandang melatih kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang paling penting sehingga lebih menekankan aspek ini dalam menstimulasi. Hasil pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa orang tua setelah kegiatan pendampingan mengetahui aspek-aspek kesiapan anak masuk sekolah dan cara-cara menstimulasinya yang akan mendukung keberhasilan anak belajar di SD.
Dukungan Komunitas Belajar dan Ketekunan Akademik Pada Mahasiswa Titin Suprihatin; Erni Agustina Setiowati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 5 No 1 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v5i1.1713

Abstract

Ketekunan akademik sangat diperlukan bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan di perguruan tingggi dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi dukungan komunitas belajar terhadap ketekunan akademik pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa fakultas psikologi universitas X berjumlah (n) = 214 yang terdiri dari 47 laki-laki dan 167 perempuan, dengan teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial dengan realiabilitas alpha cronbach 0,957 dan skala ketekunan akademik dengan reliabilitas alpha cronbach 0,865. Hasil analisa data menggunakan uji korelasi product moment pearson diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,565 dengan signifikansi (p)=0,000 (p<0,001). Hasil ini membuktikan bahwa dukungan sosial komunitas belajar berkorelasi positif dengan ketekunan akademik. Implikasi dari penelitian ini bahwa mahasiswa perlu memiliki kelompok belajar yang dapat memberi dukungan secara akademik maupun non akademik.
THE EFFECT OF "AKU ANAK HEBAT" INTERVENTION ON STUDENTS’ SOCIAL SKILLS IN AL-MADINAH ISLAMIC KINDERGARTEN UNGARAN Sartika Surya; Setiowati Erni Agustina
Journal of Psychology and Instruction Vol. 3 No. 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpai.v3i2.21397

Abstract

This study aims to determine the effect of the intervention "Aku Anak Hebat" on students’ social skills in Islamic Kindergarten Al-Madinah. This intervention is activities related to economic tokens. This study used an experimental method with one group pre-test post-test design. The subjects were 14 children obtained through screening by giving observation checklist 3 times in a row and teacher recommendations. Measurement of pre-test and post-test were done through observation checklist based on social skills criteria of children aged 4-6 years conducted by 4 raters. Data analysis used the Wilcoxon Sign test. The results showed that there was a significant influence after joining the "Aku Anak Hebat" program with a value of z = -2.032 with a value of p = 0.042 (two-tailed) <0.05. Research showed that the "Aku Anak Hebat" program is able to improve social skills in students in Islamic Kindergarten Al-Madinah.
Motivasi Berprestasi ditinjau dari Dukungan Sosial dan Resiliensi pada Remaja dengan Orangtua Tunggal Dodi Adi Budiarto; Erni Agustina Setiowati
Jurnal Psikologi Terapan Vol 4, No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v4i2.10204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial dan ketahanan terhadap motivasi prestasi remaja dari orang tua tunggal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah simple random sampling yang melibatkan 118 siswa sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 skala. Skala motivasi prestasi terdiri dari 30 item (α = .89), skala dukungan sosial terdiri dari 43 (α = .932), dan skala ketahanan terdiri dari 51 item (α = .930). Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji apakah dukungan sosial dan ketahanan secara signifikan memprediksi motivasi pencapaian remaja dengan orang tua tunggal. Hasil regresi menunjukkan kedua prediktor menjelaskan 44,89% varians (R=.670, F=46,856, (p<.01). Hasil analisis korelasi parsial memberikan bukti bahwa dengan mengendalikan variabel resiliensi, dukungan sosial memiliki korelasi yang signifikan terhadap motivasi prestasi dan setelah memperhitungkan dukungan sosial, terdapat hubungan positif antara resiliensi dan motivasi prestasi remaja dengan orang tua tunggal.
The Effect of Group Bibliotherapy in Reducing Social Anxiety of Gifted and Talented Adolescents Erni Agustina Setiowati; Supra Wimbarti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the characteristics of gifted adolescents is being oversensitive when interacting with other people and this increases the possibility of feeling anxious in social situation. The purpose of this study is to examine the effectiveness of group bibliotherapy in reducing social anxiety. Participants in this study were five adolescents who have social anxiety problems, with the age range of 11.9 - 13.3 years old and WISC IQ > 130. They had taken part in province and national mathematics competition in the Indonesian Science Olympiad (OSN: Olimpiade Sains Nasional) in 2008 and 2009. A one-group pretest-posttest design was used in this study. The treatment consisted of seven sessions and used Asyik Belajar Matematika 1-6 books that had been rated by three raters. These books contain values related to social issues. The result showed that group bibliotherapy was effective in reducing social anxiety of gifted adolescents. Treatment gains were maintained at a one month follow-up (p = .021, between posttest-pretest and p = .021, between follow up and pretest).
Confirmatory Factor Analysis of the Indonesian University Student Engagement Inventory (USEI) Erni Agustina Setiowati; Misran Abdullah; Galih Trisurya Nugraha; Tengku R Fitrah At-Taqwa Harahap
Jurnal Psikologi Terapan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the psychometric properties of the Indonesian version of the University Student Engagement Inventory (USEI) among santri university students living in Islamic boarding schools. Using confirmatory factor analysis (CFA), the multidimensional structure of the USEI—comprising behavioral, emotional, and cognitive engagement—was affirmed with satisfactory reliability. The findings align with previous international validations, demonstrating the instrument's applicability within a unique socio-religious context. Notably, affective engagement was more prominent in this population, reflecting the influence of communal and religious environments on student motivation. The study contributes a culturally sensitive tool for measuring student engagement in Indonesian higher education, while acknowledging limitations related to sample generalizability and self-report measures. Future research is recommended to explore longitudinal effects and expand validation across diverse academic settings.