Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi Perumusan dan Evaluasi Strategi Jejaring Pelanggan Luthfy Aqil Mahendra; Teduh Dirgahayu
AUTOMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : AUTOMATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital ini, pelanggan tidak bisa lagi dipertimbangkan sebagai pasar massal. Sesama pelanggan saling terhubung, berinteraksi, dan mempengaruhi yang dapat menentukan reputasi organisasi. Perangkat modern telah mengubah bagaimana pelanggan mencari, mengevaluasi, membeli dan tetap terhubung dengan merek-merek tertentu. Perusahaan perlu mengenali dinamika jejaring pelanggan dan memiliki strategi yang tepat untuk memanfaatkannya. Perumusan strategi jejaring pelanggan memerlukan evaluasi strategi yang dapat dibantu oleh konsultan. Makalah ini menyajikan pengembangan aplikasi perumusan dan evaluasi strategi jejaring pelanggan yang dapat menjembatani konsultan dan pengguna aplikasi dalam merumuskan dan mengevaluasi sebuah strategi. Aplikasi dikembangkan menggunakan metode waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi dan pengujian. Pengembangan aplikasi memanfaatkan bahasa pemrograman PHP (Hypertext Preprocessor), menggunakan framework Laravel, dan Bootstrap sebagai framework CSS (Cascading Style Sheet).
Faktor Pemilihan E Marketplace di Indonesia dari Perspektif Penjual (Studi Kasus: Tokopedia dan Shopee) Hafni Ramadhani; Teduh Dirgahayu
Explore Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/ex.v11i1.16

Abstract

Pertumbuhan pelaku e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan tujuh belas persen, dengan jumlah seluruh usaha e-commerce sebanyak 26,2 juta unit dalam sepuluh tahun. Banyaknya pelaku e-commerce ini didominasi oleh e-marketplace. E-marketplace sendiri mengalami persaingan yang cukup ketat. Hasil studi menunjukkan bahwa Tokopedia dan Shopee merupakan emarketplace yang memiliki rata-rata menit per akses dan jumlah pengunjung yang tinggi diantara emarketplace lain. E-marketplace sebagai wadah yang mempertemukan antara penjual dan pembeli, semestinya mempertimbangkan faktor yang membuat penjual dan pembeli bertahan, namun penelitian dari perspektif penjual belum banyak dilakukan. Untuk itu, penelitian berbasis studi literatur ini dilakukan guna mendapatkan faktor dan indikator yang dapat menarik penjual untuk memasarkan produknya ke situs e-marketplace Tokopedia dan Shopee. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala likert 1-4 kepada 300 responden. Hasil penelitian menemukan 5 faktor dengan 50 indikator yang dapat menarik penjual untuk memasarkan produknya ke situs emarketplace Tokopedia dan Shopee. Yakni faktor kepercayaan penjual dengan 15 indikator, pembayaran dan pengiriman dengan 14 indikator, kualitas situs e-marketplace dengan 10 indikator, biaya dengan 7 indikator, dan nama baik produk dengan 4 indikator.
Blockchain untuk Penggalangan Dana Filantropi di Indonesia: Meningkatkan Transparansi, Akuntabilitas, dan Kepercayaan Publik Muhammad Rizky; Teduh Dirgahayu
JUITA: Jurnal Informatika JUITA Vol. 13 Issue 3, November 2025
Publisher : Department of Informatics Engineering, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/juita.v13i3.27342

Abstract

Indonesia’s philanthropic sector faces significant challenges related to transparency and accountability, which undermine public trust, especially in donation management through crowdfunding platforms. This paper aims to explore the potential of blockchain technology for enhancing transparency and accountability in philanthropic crowdfunding by adapting the Blockchain-Based Donation Traceability (BBDT) framework. Using the Design Science Research methodology, data were collected through interviews with two major philanthropic organisations (Baitul Maal Hidayatullah and Human Initiative) and a survey involving 180 respondents. Survey results showed that 72% of respondents consider donation tracking very important, and 81.9% believe that blockchain could enhance transparency. A prototype of a blockchain-based donation system for philanthropic organisations was designed and developed, featuring functionalities to meet user needs identified during interviews. The prototype was demonstrated to Baitul Maal Hidayatullah and Human Initiative, with all transactions executed on the Ethereum testnet and the local Ganache network. The demonstration showed that blockchain implementation can enhance transparency and accountability through real-time donation tracking and automated reporting. However, barriers to adoption, such as limited public familiarity with cryptocurrency and digital wallets, remain substantial, indicating that transactions should still be conducted in rupiah, with blockchain used solely for transparent transaction recording. In conclusion, blockchain demonstrates strong potential to support digital philanthropy, while ongoing education and system adaptation are essential.