Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF KINDERGARTEN TEACHERS ABOUT EARLY CHILDHOOD SEX EDUCATION Mina Yumei Santi; Dea Surya Lakshita; Siti Tyastuti; Wafi Nur Muslihatun
Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.1.4170

Abstract

Cases of child abuse in the last few years have occurred in Indonesia. Cases of violence that afflict early childhood are caused by several factors, one of which is the lack of sex education in early childhood. An understanding of the knowledge and availability of educators' skills is needed to start the application of sex education. The aims of this research is to find out the relationship between knowledge and attitudes about early childhood sex education in kindergarten teachers. Research method is an observational analytic cross sectional. The study was carried out in 2019. Total sample of kindergarten teacher research was 41 teachers in Pakualaman Yogyakarta, Special Region of Yogyakarta Province. Data analysis using chi-square test. The results of this research are the majority of teachers' knowledge is good (59.1%) with the majority of attitudes are not supportive (61.4%) which means that the respondent does not have the willingness to provide knowledge about sex education to kindergarten students. Most of the respondents were in the age range beetween 41 to 60 years (63.6%), higher education (93.2%) with non early childhood education undergraduate qualifications (50%), the media often used to obtain information about sex education was electronic media (77.3%) that is by using the internet (47.7%). Relationship between knowledge and attitudes teacher about early childhood sex education. The level of good knowledge has an opportunity of 5.833 times to support the provision of early childhood sex education.
KURANGNYA DUKUNGAN MODAL MENJADI SALAH SATU FAKTOR LAMBATNYA PENGEMBANGAN AMAL USAHA KESEHATAN PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH (Studi Kasus di Kota Pekanbaru) Juli Widiyanto; - Bakaruddin; Wafi Nur Muslihatun
Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i2.774

Abstract

Latar Belakang : Fasilitas kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan sebagaimana konsepparadigma sehat dalam rangka terwujudnya derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, terutama fasilitaskesehatan berupa rumah sakit, rumah bersalin, dan klinik sebagai wadah bagi seluruh lapisan masyarakat yangmembutuhkan layanan kesehatan. Persyarikatan muhammadiyah adalah salah satu organisasi yang cukup berperanbesar terhadap dinamika kehidupan masyarakat terutama riau, sekalipun telah banyak amal usaha yang telah dirintisoleh muhammadiyah namun amal usaha kesehatan peryarikatan di riau dapat diaktegorikan lambat, karena sampaisaat ini persyarikatan baru memiliki klinik yang terbatas bahkan rumah sakit belum mampu untuk didirikan, banyakfaktor yang menyebabkan lambatnya pengembangan amal usaha salah satunya adalah kurangnya dukungan modal.Tujuan Penenlitian : Penenlitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kurangnya dukungan modal berpengaruhterhadap pengembangan amal usaha kesehatan persyarikatan muhammadiyah.Metode Penelitian: Penenlitian ini merupakan peenlitian analaitik observasional dengan rancangan cross sectionalstudy. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, analisis digunakan dengan uji person Chi- Square.Hasil Penenlitian : hasil penenlitian ini membuktikan bahwa dukungan modal berpengaruh terhadappengambangan amal usaha kesehatan peryarikatan muhammadiyah, hal tersebut dibuktikan dengan nilai p-value <0,05 yaitu 0,046 dan Odd Ratio : 3,3 dengan Confiden Interval : 1,88 – 13,1Simpulan : Simpulan pada penenlitian ini adalah kurang dukungan modal berpengaruh terhadap lambatnyapengembangan amal usaha kesehatan persyarikatan muhammadiyah
KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF KINDERGARTEN TEACHERS ABOUT EARLY CHILDHOOD SEX EDUCATION Mina Yumei Santi; Dea Surya Lakshita; Siti Tyastuti; Wafi Nur Muslihatun
Kesmas Indonesia Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2022.14.1.4170

Abstract

Kasus kekerasan anak beberapa tahun terakhir banyak terjadi di Indonesia. Kasus kekerasan yang menimpa anak usia dini, disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kurangnya pendidikan seks pada anak usia dini. Pemahaman tentang pengetahuan dan ketersediaan keterampilan para pendidik sangat diperlukan untuk memulai aplikasi pendidikan seks. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang pendidikan seks anak usia dini pada guru taman kanak-kanak. Penelitian merupakan analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan data dilaksanakan pada tahun 2019. Jumlah sampel penelitian 41 guru taman kanak-kanak di Kapanewon Pakualaman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian berupa tingkat pengetahuan guru mayoritas baik (59,1%) dengan mayoritas sikap tidak mendukung (61,4%) yang memiliki arti bahwa responden tidak memiliki kesediaan untuk memberikan pengetahuan tentang pendidikan seksual pada siswa taman kanak-kanak. Sebagian besar responden berada pada rentang usia 41 s.d 60 tahun (63,6%), pendidikan tinggi (93,2%) dengan kualifikasi sarjana non Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar 50%, media yang sering digunakan untuk memperoleh informasi tentang pendidikan seks adalah media elektronik (77,3%) yaitu dengan menggunakan internet (47,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap guru tentang pendidikan seks anak usia dini. Tingkat pengetahuan baik memiliki peluang 5,833 kali untuk bersikap mendukung terhadap pemberian pendidikan seks anak usia dini.