Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimalisasi Pemakaian Waste Material Pada Beton Terhadap Kondisi Normal Beton Perbandingan Agung Kristiawan; Slamet Budirahardjo; Putri Anggi Permata Suwandi
MoDuluS: Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/modulus.v2i2.1475

Abstract

Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan  pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan  PC maka kuat tekannya semakin besar.
SIMULASI PENGARUH PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING PILE CAP Putri Anggi Anggi Permata Suwandi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.162 KB)

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global, perusahaan konstruksi selain dituntut untuk memberikan nilai tambah (value) pada hasil pekerjaannya, juga dituntut untuk memberikan harga dengan penawaran terbaik pada konsumen. Value Engineering (VE) merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan efisiensi waktu dan biaya dalam pelaksanaan konstruksi tanpa mengurangi fungsi serta mutu pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui perbandingan waktu, perbandingan biaya dan mengetahui perbandingan jumlah tenaga kerja metode bekisting papan GRC dengan multiplek. Penelitian ini dibatasi pada pekerjaan bekisting pile cap. Berdasarkan tahapan VE maka yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tahap evaluasi. Dari hasil penelitian, kesimpulannya adalah metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih mempercepat durasi waktu pemasangan sekitar 80%, biaya yang dibutuhkan metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih murah sekitar 22% dan bekisting multiplek membutuhkan tenaga lebih banyak daripada bekisting dari papan GRC. Kata kunci: value Engineering, biaya, waktu, tenaga kerja   Abstract To face the global competition the construction companies being required to provide added values to their work. They are being required to provide price with the best offer to consumers. Value Engineering (VE) is a method to make time and cost efficiency in construction implementation, without reducing the function and quality of work. The purposes of this research are, to find out the comparison of time, cost and the number of manpower, using the method of GRC board formwork and the multiplex formwork. This research is limited to pile cap formwork. Based on the VE stage, what will be discussed in this article is the evaluation stage. The conclusions are that the method of installation of GRC board formwork accelerates the installation time duration about 80%, the cost efficiency by the formwork installation method using GRC board is around 22%, and multiplex formwork requires more manpower than GRC board formwork.
OPTIMALISASI PEMAKAIAN WASTE MATERIAL PADA BETON TERHADAP KONDISI NORMAL BETON PERBANDINGAN 1 PC:2 PS : 3 KR Agung Kristiawan; Slamet Budirahardjo; Putri Anggi Permata Suwandi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1065

Abstract

Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan PC maka kuat tekannya semakin besar Kata Kunci: Agregat Kasar, Waste material, Karakteristik Beton
EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJAAN FINISHING BANGUNAN DI PROYEK PEMBANGUNAN PENYEDIAAN AIR BAKU SEMARANG BARAT Andi Wiguna; Putri Anggi Permata; Donny Ariawan
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i2.1393

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui antecedents (input), transcription (proses), dan output (hasil) dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan finishing bangunan di Proyek Pembangunan Penyedian Air Baku Semarang Barat. Metode evaluasi yang digunakan adalah Countenance Stake dengan 3 tahapan meliputi antecedents (input), transcription (proses), dan output. Subyek penelitian adalah pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat. Obyek penelitian adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sumber data yaitu pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat yang berjumlah 30 pekerja dan 3 safety officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengamatan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah : (1) antecedent (input) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek kostruksi ditinjau dari penetapan dasar hukum K3 dan pelaksanaan K3 sudah terlaksana sangat baik dilihat dari nilai rata-rata 28.33 yang sudah diterapkan dilapangan. (2) transcription (proses) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari perencanaa K3 dan Penerapan K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 24.67 yang sudah diterapkan dilapangan. (3) Output penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari pemantauan K3 dan evaluasi kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 13.33 yang sudah diterapkan dilapangan. Kata kunci: evaluasi, finishing bangunan, penerapan K3.
SIMULASI PENGARUH PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING PILE CAP Putri Anggi Anggi Permata Suwandi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global, perusahaan konstruksi selain dituntut untuk memberikan nilai tambah (value) pada hasil pekerjaannya, juga dituntut untuk memberikan harga dengan penawaran terbaik pada konsumen. Value Engineering (VE) merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan efisiensi waktu dan biaya dalam pelaksanaan konstruksi tanpa mengurangi fungsi serta mutu pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui perbandingan waktu, perbandingan biaya dan mengetahui perbandingan jumlah tenaga kerja metode bekisting papan GRC dengan multiplek. Penelitian ini dibatasi pada pekerjaan bekisting pile cap. Berdasarkan tahapan VE maka yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tahap evaluasi. Dari hasil penelitian, kesimpulannya adalah metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih mempercepat durasi waktu pemasangan sekitar 80%, biaya yang dibutuhkan metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih murah sekitar 22% dan bekisting multiplek membutuhkan tenaga lebih banyak daripada bekisting dari papan GRC. Kata kunci: value Engineering, biaya, waktu, tenaga kerja   Abstract To face the global competition the construction companies being required to provide added values to their work. They are being required to provide price with the best offer to consumers. Value Engineering (VE) is a method to make time and cost efficiency in construction implementation, without reducing the function and quality of work. The purposes of this research are, to find out the comparison of time, cost and the number of manpower, using the method of GRC board formwork and the multiplex formwork. This research is limited to pile cap formwork. Based on the VE stage, what will be discussed in this article is the evaluation stage. The conclusions are that the method of installation of GRC board formwork accelerates the installation time duration about 80%, the cost efficiency by the formwork installation method using GRC board is around 22%, and multiplex formwork requires more manpower than GRC board formwork.
OPTIMALISASI PEMAKAIAN WASTE MATERIAL PADA BETON TERHADAP KONDISI NORMAL BETON PERBANDINGAN 1 PC:2 PS : 3 KR Agung Kristiawan; Slamet Budirahardjo; Putri Anggi Permata Suwandi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.045 KB) | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1065

Abstract

Material merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi dan pemakaiannya harus dikontrol dengan baik sehingga tidak banyak sisa-sisa material yang terbuang dan menumpuk. Untuk minimalisasi sisa material akan menguntungkan pihak kontraktor dan bisa mengurangi dampak lingkungan. Sisa material konstruksi banyak sekali jenisnya seperti sisa material bata, pasir, split, begesting, dll. Pada pekerjaan plesteran membutuhkan pasir yang sudah diayak sesuai saringan yang dibutuhkan dan akan didapatkan sisa material ayakan pasir yang berbentuk kerikil. Sisa material kerikil dari ayakan pasir apabila tidak digunakan akan menumpuk dan dapat mengganggu pada penempatan material lain apabila lahannya tidak cukup luas. Sisa kerikil dari ayakan pasir tersebut dapat dipakai sebagai agregat kasar pada campuran beton sehingga sisa material tersebut dapat dioptimalkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik beton dengan mengoptimalisasikan sisa material, dalam hal ini kerikil sisa ayakan pasir sebagai pengganti agregat kasar campuran beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan variasi pengaruh material sisa ayakan pasir terhadap agregat normal beton sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Dari hasil uji laboratorium, karakteristik umum kuat tekan beton perbandingan 1 PC : 2 PS : 3 KR dengan agregat kasar memakai kerikil sisa ayakan pasir menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi batu pecah dengan grosok maka kuat tekannya semakin turun. Karakteristik Kuat Tekan Kubus Beton Penambahan Portland Cement (PC) dengan Substitusi Grosok 5% cukup dipengaruhi oleh besarnya penambahan PC, semakin besar persentase penambahan PC maka kuat tekannya semakin besar Kata Kunci: Agregat Kasar, Waste material, Karakteristik Beton
EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJAAN FINISHING BANGUNAN DI PROYEK PEMBANGUNAN PENYEDIAAN AIR BAKU SEMARANG BARAT Andi Wiguna; Putri Anggi Permata; Donny Ariawan
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i2.1393

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui antecedents (input), transcription (proses), dan output (hasil) dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan finishing bangunan di Proyek Pembangunan Penyedian Air Baku Semarang Barat. Metode evaluasi yang digunakan adalah Countenance Stake dengan 3 tahapan meliputi antecedents (input), transcription (proses), dan output. Subyek penelitian adalah pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat. Obyek penelitian adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sumber data yaitu pekerja di Proyek Pembangunan Penyediaan Air Baku Semarang Barat yang berjumlah 30 pekerja dan 3 safety officer. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengamatan, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah : (1) antecedent (input) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek kostruksi ditinjau dari penetapan dasar hukum K3 dan pelaksanaan K3 sudah terlaksana sangat baik dilihat dari nilai rata-rata 28.33 yang sudah diterapkan dilapangan. (2) transcription (proses) penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari perencanaa K3 dan Penerapan K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 24.67 yang sudah diterapkan dilapangan. (3) Output penerapan K3 pada pekerjaan finishing bangunan diproyek konstruksi ditinjau dari pemantauan K3 dan evaluasi kinerja K3 sudah terlaksana dengan baik dilihat dari nilai rata-rata 13.33 yang sudah diterapkan dilapangan. Kata kunci: evaluasi, finishing bangunan, penerapan K3.
PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI, DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA SDM PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Ibnu Toto Husodo; Putri Anggi Permata Suwandi; Agung Kristiawan
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i2.11057

Abstract

Proyek konstruksi bangunan gedung memiliki kompleksitas tinggi yang sering memicu permasalahan kinerja, seperti keterlambatan, penurunan kualitas, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja. Kondisi ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja SDM menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM-PLS berbasis data kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan, dengan kompetensi sebagai faktor paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja tenaga kerja konstruksi memerlukan pengelolaan SDM yang terintegrasi melalui penguatan kompetensi, peningkatan motivasi, dan penerapan disiplin kerja secara konsisten.