Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Al-Quran dan Budaya Profetik: Mencetak Insan Kamil di Era Milenial Nur Alfiana; Wahyu Budiantoro
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/intiqad.v13i2.7600

Abstract

Document this study aims to identify and explain the prophetic concept in the Qur'an and its relevance in shaping the personality of human beings in the millennial era, especially in the area of education. This study uses a qualitative method. Data sources are divided into two, primary and secondary. Primary data were obtained from verses of the Qur'an which talk about the concept of prophetic and insan kamil. While secondary data was obtained from several scientific journals and books that talk about similar themes. The results of the study are, firstly, the Qur'an contains many prophetic and human concepts, secondly, the Qur'an also talks about the concept of education in prodemic culture, and thirdly, the great qualities of the Prophet Muhammad such as sidiq, amanah, fatah, become guidelines for millennials to develop human personality
Pengembangan Dakwah Multikultural di Era Digital Wahyu Budiantoro; Khafidhoh Dwi Saputri
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Da'wa Faculty IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.701 KB) | DOI: 10.24090/icodev.v2i1.5294

Abstract

Era digital memberikan insentif besar bagi masyarakat, kemudahan memperoleh infromasi, meski bias infromasi kerap terjadi. Ruang digital mengikis sekat teriotorial antarmanusia. Dari sini umat manusia berinteraksi dengan bebas dan terbuka, terutama pada wilayah agama. Dalam penelitian ini, dakwah multikultural melalui platform digital akan dikaji. Menggunakan pendekatan kualitatif dan multikulturalisme dakwah sebagai theoretical framework, penelitian ini menerangkan mengenai hakikat dakwah, substansi dakwah multikultural pada ruang digital. Hasil penelitian ini menunjukan adanya masifikasi isu perdamaian, kemanusiaa, cinta kasih dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam yang didistrisbusikan melalui platform digital.
KONSEP CINTA (MAHABBAH) DALAM LOGIKA KOMUNIKASI TRANSENDENTAL Wahyu Budiantoro
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1 (2021): AMERTA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengungkap kaitan antara cinta (mahabbah) dalam logika komunikasi transendental. Cinta dipersepsi sebagai dasar hikmah dalam perilaku penghambaan manusia kepada Tuhan. Maka dari itu, banyak muncul konsep maqamah sufi. Al-Ghazali dan Rabi’ah Adawiyah di antara yang memposisikan cinta (mahabbah) sebagai maqamah tertinggi. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data diperoleh melalui pelacakan terhadap sumber cinta (mahabbah), mulai dari buku hingga artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep cinta (mahabbah) dalam perspektif tasawuf dipersepsi sebagai hikmah. Hikmah inilah yang akan membawa setiap hamba mengenal dirinya. Sebab, barangsiapa mengenal dirinya maka, akan mengenal Tuhannya.
Analisis Konsep Jiwa dalam Perspektif Komunikasi Terapeutik Ramadhani, Fadila Elma; Maulana, Zidan Abid; Wahyu Budiantoro
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1184

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep jiwa dalam Al-Quran dari perspektif komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah proses yang bertujuan mendukung penyembuhan dengan memperhatikan aspek fisik dan spiritual manusia yang saling berkaitan. Al-Quran menyebut jiwa atau nafs sebanyak 303 kali dengan berbagai istilah seperti qalb, ruh, dan bashirah, yang menunjukkan pentingnya pembahasan mengenai jiwa dalam kehidupan manusia. Pembahasan ini mencakup sifat-sifat jiwa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, seperti ketenangan, penyesalan, dan sifatnya yang dinamis, yang menjadi bagian integral dalam praktik komunikasi terapeutik.Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi konsep jiwa dalam praktik terapeutik untuk mendukung proses penyembuhan dan pengembangan klien. Dengan memahami gambaran jiwa dalam Al-Quran, penelitian ini menunjukkan potensinya dalam membimbing strategi komunikasi terapeutik yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis klien.
Analisis Konsep Jiwa dalam Perspektif Komunikasi Terapeutik Ramadhani, Fadila Elma; Maulana, Zidan Abid; Wahyu Budiantoro
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1184

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep jiwa dalam Al-Quran dari perspektif komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik adalah proses yang bertujuan mendukung penyembuhan dengan memperhatikan aspek fisik dan spiritual manusia yang saling berkaitan. Al-Quran menyebut jiwa atau nafs sebanyak 303 kali dengan berbagai istilah seperti qalb, ruh, dan bashirah, yang menunjukkan pentingnya pembahasan mengenai jiwa dalam kehidupan manusia. Pembahasan ini mencakup sifat-sifat jiwa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, seperti ketenangan, penyesalan, dan sifatnya yang dinamis, yang menjadi bagian integral dalam praktik komunikasi terapeutik.Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi konsep jiwa dalam praktik terapeutik untuk mendukung proses penyembuhan dan pengembangan klien. Dengan memahami gambaran jiwa dalam Al-Quran, penelitian ini menunjukkan potensinya dalam membimbing strategi komunikasi terapeutik yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis klien.