Amirah Mawardi
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Pendidikan Karakter di Era Milenium Melalui Strategi The Nine Golden Habitsdi SMP Unismuh Makassar Amirah Mawardi; Nurhidaya M; Maria Ulviani; Alamsyah Alamsyah
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/intiqad.v12i2.5558

Abstract

This study uses a learning culture study approach. The type of research method used is qualitative-descriptive. The techniques used in data collection are: 1) observation. 2) Interview. 3) Documentation or records. The conclusion of this research is there is a character education innovation program at SMP Unismuh Makassar, the name of the program is The Nine Golden Habits, where every habit has implications, namely Habit 1: The habit of praying must be on time at the beginning of time and in congregation has implications for the mental of obedient students and love to Allah's orders. Habit 2: The habit of fasting sunnah Monday-Thursday, imposes an impact on the honesty and self-control of students. Habit 3: The habit of giving and giving alms has implications for the change of an attitude of social concern and empathy for others. Habit 4: The habit of reading the Al-Qur'an, it has implications for the tradition of reciting the Koran and self-reflection in improving the laws of reading. Habit 5: Islamic habitation, this habit implies the growth of the habit of being polite and courteous to teachers and other students. Habit 6: Scheduled reading habits, implicating students' habits to actively seek knowledge and broad horizons. Habit 7: The habit of following recitation and study has implications for students' habits to deepen their religious knowledge and enjoy being in recitation sessions. Habit 8: Habitual organization, which implies that students are accustomed to collaborating, are responsible and having leadership skills. 9: Habit of positive thinking, this habit has implication for the habit of prejudice.
PELATIHAN KERAJINAN PEMBUATAN TAS DARI TALI KUR BAGI IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS 432 KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS Amirah Mawardi; Sitti Satriani; S Sumiati; M Mutmainnah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.634

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dikenal dengan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kariango. Namun pada IbM ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dalam memberikan pelatihan kerajinan tangan kepada ibu-ibu yang tidak memiliki aktifitas selain menjadi ibu rumah tangga dan menjadi ibu Persit yang memliki rutinitas setiap hari melayani kebutuhan suami dan anak serta sibuk mengikuti kegiatan olah raga, seni dan budaya yang ditentukan oleh pengurus persit yang ada di Kostrad Kariango. Kondisi yang telah lama terjadi di kalangan ibu-ibu persit kostrad kariango :a). Rutinitas yang hampir setiap hari sama, membuat ibu persit yang tidak memiliki aktifitas di luar asrama membutuhkan kegiatan lain. b). Kerajinan tangan seperti tas yang terbuat dari Tali Kur merupakan kerajinan yang bernilai postif dan dapat menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang flet. c). Banyaknya ibu persit yang menginginkan memiliki penghasilan sendiri dan tetap berada di rumah sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anaknya namun bingung bagaimana cara memulainya sehingga mereka sangat memerlukan pelatihan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. (home industri). d). Keberadaan ilmu manajemen pemasaran produk sangat dibutuhkan. e). Dibutuhkan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu persit. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya adalah melakukan penyuluhan dan sosialisasi yang intens untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu persit dalam memproduksi tas dari tali kur dan perlunya di buat manajemen organisasi yang baik kepada ibu-ibu persit sebagai kelompok pembuat tas tali kur. Target luarannya adalah menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu Persit kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dan untuk mengintensifkan kembali anggota kelompok yang kurang aktif, serta sebagai upaya menarik simpati ibu persit yang lain untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kerajinan tas dari tali kur.
POLA PEMBINAAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI MTS. MUHAMMADIYAH CAMBAJAWAYA DESA SENGKA KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN KABUPATEN GOWA Fitrah Dani; Amirah Mawardi
PILAR Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kegiatan ekstrakurikuler di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa, untuk mengetahui pola pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru serta Pembina Ekstrakurikuler. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: Bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang ada di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya yaitu: 1) Kegiatan yang rutin dilaksanakan (Pramuka/HW, Kegiatan Keagamaan meliputi sholat dhuhur berjamaah serta kultum, dan kegiatan upacara bendera setiap hari senin). Kegiatan yang tidak rutin yaitu: tapak suci putra, pelatihan ilmu tajwid, upacara di hari-hari nasional serta peringatan hari-hari besar Islam. 2) Pola pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain pola pembiasaan, demonstrasi, keteladanan, pemberian nasehat, dan berkelompok dalam kegiatan kepramukaan. Dalam pelaksanaan pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler sudah menunjukkan karakter siswa menjadi lebih baik yang dapat terlihat dari tingkah laku siswa. 3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain faktor pendukung: motivasi dari siswa, dukungan dari orang tua, dan dukungan dari sekolah. Faktor penghambatnya yaitu: Pergaulan siswa, masalah waktu, jarak tempat tinggal yang jauh, sarana dan prasarana yang kurang memadai, keadaan orang tua, dan faktor kemalasan dari siswa.Kata Kunci: Pembinaan Karakter Siswa; Kegiatan Ekstrakurikuler
POLA PEMBINAAN KARAKTER MELALUI EKSTRAKURIKULER PESERTA DIDIK DI SMA MUHAMMADIYAH 1 MAKASSAR Andi Astitah; Amirah Mawardi; Nurhidaya M.
PILAR Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu alternatif untuk pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang membawahi semua ekstrakurikuler, Ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah Muhammadiyah adalah Hizbul Wathan (HW) dan tapak suci, dan ekstrakuikuler tambahan yaitu Palang Merah Remaja (PMR), Futsal, marching band, dan allughatul ‘arabiyah. Program rutin di sekolah yaitu pembelajaran MBTA setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, sholat duha sebelum jam istirahat dan sholat zuhur secara berjamaah. Pola pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain pola pembiasaan, demonstrasi, keteladanan, pemberian nasihat, dan berkelompok dalam kegiatan kepramukaan.  Dalam pelaksanaan pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler sudah menunjukkan karakter peserta didik menjadi lebih baik yang dapat terlihat dari tingkah laku peserta didik. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain yaitu: semangat dari peserta didik itu sendiri dan dukungan dari sekolah yang mewajibkan setiap peserta didik memiliki ekstrakurikuler. Sedangkan faktor penghambat adanya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu: pergaulan peserta didik yang terkadang ikut-ikutan dengan temannya, masalah waktu, orang tua yang kurang mendukung, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta faktor kemalasan dari peserta didik itu sendiri.Kata Kunci: Pembinaan Karakter; Peserta Didik; Kegiatan Ekstrakurikuler
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PENINGKATAN LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA MA’HAD AL-BIRR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Agil Husain Abdullah; Abd. Rahman Rahim; Amirah Mawardi
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2022): Jurnal el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan manajemen mutu, jenis layanan akademik mahasiswa, dan implementasi manajemen mutu dalam peningkatan layanan akademik mahasiswa Ma’had AlBirr Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Ma’had AlBirr melaksanakan manajemen mutu dengan fokus pada 5 elemen yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan (controlling) dan evaluasi (evaluation), dan dalam pelaksanaannya Ma’had Al-Birr memiliki dan menerapkan slogan Al-Jaudah yaitu menjunjung tinggi kualitas dan keunggulan. Kedua, Ma’had Al-Birr sangat memperhatikan layanan akademik, adapun fokus layanan akademik di Ma’had Al-Birr adalah akademik, pendidik dan tenaga kependidikan, layanan kemahasiswaan, sarana dan prasarana, dan lulusan. Ketiga, implementasi manajemen mutu dalam peningkatan layanan akademik mahasiswa Ma’had Al-Birr sudah berjalan baik dengan memastikan bahwa semua layanan akademik harus melalui 5 elemen manajemen mutu terlebih dahulu
Edukasi Pendidikan Agama Islam dalam Pemanfaatan Sumber-Sumber Elektronik pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Amirah Mawardi
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4290

Abstract

This study aims to measure the utilization of technology in Islamic religious education in Madrasah Ibtidaiyah and its impact on students' religious understanding in the digital era. This study uses a Library Research approach as the main method to explore the information and data needed to answer the author's research problems. Islamic educational apps, religious websites, e-books, learning videos and online platforms have helped make religious learning more engaging and interactive. However, the research also revealed challenges related to maintaining the integrity of Islamic teachings, with the importance of monitoring electronic sources used in learning. In addition, the study suggests the need for teacher training in integrating technology into learning, as well as continuous evaluation of the effectiveness of using technology in Islamic religious education. Understanding digital ethics is also considered important in preparing students as responsible users in the online world. Thus, this study provides insights into the role of technology in Islamic religious education in the digital era, highlights the potentials and challenges, and offers suggestions for the development of religious education relevant to current technological developments. Keywords: Islamic religious education, technology age, electronic resources, madrasah ibtidaiyah
Membaca Al-Quran dan Kecerdasan Spiritual: Sebuah Studi Pada Santri Pondok Pesantren Khairul Ummah Kabupaten Bantaeng Amirah Mawardi
PILAR Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan, baik intelektual maupun spiritual, memiliki peran penting dalam kehidupan individu dan pengembangan potensi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kebiasaan membaca Al-Quran dan pengembangan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Khairul Ummah, Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis teks untuk memahami bagaimana kebiasaan membaca Al-Quran memengaruhi perkembangan kecerdasan spiritual santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang secara rutin membaca Al-Quran cenderung memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi. Kegiatan membaca Al-Quran membantu mereka memahami ajaran Islam, refleksi, introspeksi, dan kontemplasi nilai-nilai spiritual. Pondok Pesantren Khairul Ummah menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung praktik keagamaan, memfasilitasi aktivitas membaca Al-Quran secara teratur, yang pada gilirannya membantu mereka mengembangkan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya praktik membaca Al-Quran dalam pengembangan kecerdasan spiritual dan menggarisbawahi peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk karakter dan kecerdasan spiritual individu. Kesimpulannya, membaca Al-Quran secara rutin adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan membantu individu menghadapi tantangan zaman dengan lebih baik.Kata Kunci: Membaca Al-Qur’an; Kecerdasan Spiritual, santri