Sitti Satriani
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Disiplin belajar Siswa Mawardi Pewangi; Sitti Satriani
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 02 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v4i02.2790

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan pembentukan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 1 Barombong dan mengetahui peranan guru Pendidikan Agama Islam  dalam pembentukan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 1 Barombong. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif beruapa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Ke dua jenis penelitian ini diguanakan untuk mengetahui Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Disiplin Belajar Siswa di SMP Negeri  1 Barombong Kabupaten Gowa. Usaha pembentukan disiplin belajar, dapat dilakukan dengan cara: 1) Memberi contoh atau tauladan kepada siswa dalam melaksanakan perintah Allah dan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Memberikan kebebasan pada siswa 3) Memberi pujian dan hukuman Pujian yang diberikan 4) Menetapkan peraturan yang tetap dan konsisten. 5) Penyesuaian dengan sikap siswa. 6) Menjelaskan kegunaan atau manfaat disiplin.  Upaya peran guru agama dalam pembentukan disiplin belajar PAI yang harus dilaksanakan antara lain: 1) Peran guru sebagai pembimbing, 2) Peran guru sebagai contoh atau tauladan, 3) Peran guru sebagai motivator dan 4) Peran guru sebagai inspirator
PELATIHAN KERAJINAN PEMBUATAN TAS DARI TALI KUR BAGI IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS 432 KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS Amirah Mawardi; Sitti Satriani; S Sumiati; M Mutmainnah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.634

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dikenal dengan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kariango. Namun pada IbM ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dalam memberikan pelatihan kerajinan tangan kepada ibu-ibu yang tidak memiliki aktifitas selain menjadi ibu rumah tangga dan menjadi ibu Persit yang memliki rutinitas setiap hari melayani kebutuhan suami dan anak serta sibuk mengikuti kegiatan olah raga, seni dan budaya yang ditentukan oleh pengurus persit yang ada di Kostrad Kariango. Kondisi yang telah lama terjadi di kalangan ibu-ibu persit kostrad kariango :a). Rutinitas yang hampir setiap hari sama, membuat ibu persit yang tidak memiliki aktifitas di luar asrama membutuhkan kegiatan lain. b). Kerajinan tangan seperti tas yang terbuat dari Tali Kur merupakan kerajinan yang bernilai postif dan dapat menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang flet. c). Banyaknya ibu persit yang menginginkan memiliki penghasilan sendiri dan tetap berada di rumah sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anaknya namun bingung bagaimana cara memulainya sehingga mereka sangat memerlukan pelatihan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. (home industri). d). Keberadaan ilmu manajemen pemasaran produk sangat dibutuhkan. e). Dibutuhkan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu persit. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya adalah melakukan penyuluhan dan sosialisasi yang intens untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu persit dalam memproduksi tas dari tali kur dan perlunya di buat manajemen organisasi yang baik kepada ibu-ibu persit sebagai kelompok pembuat tas tali kur. Target luarannya adalah menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu Persit kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dan untuk mengintensifkan kembali anggota kelompok yang kurang aktif, serta sebagai upaya menarik simpati ibu persit yang lain untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kerajinan tas dari tali kur.
PELATIHAN PENYELENGGRAAN JENAZAH IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS Rusli R; Sitti Satriani; Hj. Nurheni Ds; Rajiah Rusdy
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.994

Abstract

Kostrad Kariango merupakan asramah Tentara Nasional Indonesia (TNI), didirikan kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada tahun 1980 di Kostrad Kariango ini memiliki 1 batalion lima kompi, yang terdiri atas kompi markas, kompi A, kompi B, namun pada pelatihan ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di batalion 432 Kostrad Kariango dalam rangka meneliti tentang bimbingan penyelenggraan jenazah. Metode pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan dilakukan adalah metode pendekatan partisipatori, yaitu metode pelaksanaan yang betul-betul Tim PKM dan Mitra secara aktif melaksanakan proses PKM yang dimulai dari Perencanaan dan diakhiri dengan pelaoparan pelaksanaan kegiatan PKM. Untuk memecahkan seluruh permasalahan maka Tim PKM menawarkan kepada mitra yaitu berupa pelatihan dan pendampingan kepada mitra berupa pemberian teori dan praktek tentang pelaksanaan penyelenggaraan jenazah. Tahapan pelaksanaan pada PKM ini adalah: 1) Tahapan kordinasi kepada mitra, 2) Persiapan pelaksanaan, 3) Tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan tersebut memiliki 4 (empat) tahapan yaitu (pembukaan, penjelasan teknis PKM, teori penyelenggraan jenazah, prakterk penyelenggaraan jenazah oleh pemateri, 4) Praktek langsung oleh peserta. 5) Penutup. Hasil yang didapatkan PKM tersebut adalah ibu persit di Kostrad Kariango Maros mahir dalam menyelenggarakan jenazah sesuai syariat Islam, dan bersedia untuk mengaplikasikan dalam kehidupannya.