Amirah Mawardi
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pilar

POLA PEMBINAAN KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI MTS. MUHAMMADIYAH CAMBAJAWAYA DESA SENGKA KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN KABUPATEN GOWA Fitrah Dani; Amirah Mawardi
PILAR Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kegiatan ekstrakurikuler di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa, untuk mengetahui pola pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kab.Gowa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru serta Pembina Ekstrakurikuler. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: Bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang ada di MTs. Muhammadiyah Cambajawaya yaitu: 1) Kegiatan yang rutin dilaksanakan (Pramuka/HW, Kegiatan Keagamaan meliputi sholat dhuhur berjamaah serta kultum, dan kegiatan upacara bendera setiap hari senin). Kegiatan yang tidak rutin yaitu: tapak suci putra, pelatihan ilmu tajwid, upacara di hari-hari nasional serta peringatan hari-hari besar Islam. 2) Pola pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain pola pembiasaan, demonstrasi, keteladanan, pemberian nasehat, dan berkelompok dalam kegiatan kepramukaan. Dalam pelaksanaan pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler sudah menunjukkan karakter siswa menjadi lebih baik yang dapat terlihat dari tingkah laku siswa. 3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain faktor pendukung: motivasi dari siswa, dukungan dari orang tua, dan dukungan dari sekolah. Faktor penghambatnya yaitu: Pergaulan siswa, masalah waktu, jarak tempat tinggal yang jauh, sarana dan prasarana yang kurang memadai, keadaan orang tua, dan faktor kemalasan dari siswa.Kata Kunci: Pembinaan Karakter Siswa; Kegiatan Ekstrakurikuler
POLA PEMBINAAN KARAKTER MELALUI EKSTRAKURIKULER PESERTA DIDIK DI SMA MUHAMMADIYAH 1 MAKASSAR Andi Astitah; Amirah Mawardi; Nurhidaya M.
PILAR Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu alternatif untuk pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang membawahi semua ekstrakurikuler, Ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah Muhammadiyah adalah Hizbul Wathan (HW) dan tapak suci, dan ekstrakuikuler tambahan yaitu Palang Merah Remaja (PMR), Futsal, marching band, dan allughatul ‘arabiyah. Program rutin di sekolah yaitu pembelajaran MBTA setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, sholat duha sebelum jam istirahat dan sholat zuhur secara berjamaah. Pola pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain pola pembiasaan, demonstrasi, keteladanan, pemberian nasihat, dan berkelompok dalam kegiatan kepramukaan.  Dalam pelaksanaan pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler sudah menunjukkan karakter peserta didik menjadi lebih baik yang dapat terlihat dari tingkah laku peserta didik. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler antara lain yaitu: semangat dari peserta didik itu sendiri dan dukungan dari sekolah yang mewajibkan setiap peserta didik memiliki ekstrakurikuler. Sedangkan faktor penghambat adanya pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu: pergaulan peserta didik yang terkadang ikut-ikutan dengan temannya, masalah waktu, orang tua yang kurang mendukung, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta faktor kemalasan dari peserta didik itu sendiri.Kata Kunci: Pembinaan Karakter; Peserta Didik; Kegiatan Ekstrakurikuler
Membaca Al-Quran dan Kecerdasan Spiritual: Sebuah Studi Pada Santri Pondok Pesantren Khairul Ummah Kabupaten Bantaeng Amirah Mawardi
PILAR Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan, baik intelektual maupun spiritual, memiliki peran penting dalam kehidupan individu dan pengembangan potensi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kebiasaan membaca Al-Quran dan pengembangan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Khairul Ummah, Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis teks untuk memahami bagaimana kebiasaan membaca Al-Quran memengaruhi perkembangan kecerdasan spiritual santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang secara rutin membaca Al-Quran cenderung memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi. Kegiatan membaca Al-Quran membantu mereka memahami ajaran Islam, refleksi, introspeksi, dan kontemplasi nilai-nilai spiritual. Pondok Pesantren Khairul Ummah menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung praktik keagamaan, memfasilitasi aktivitas membaca Al-Quran secara teratur, yang pada gilirannya membantu mereka mengembangkan kecerdasan spiritual yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya praktik membaca Al-Quran dalam pengembangan kecerdasan spiritual dan menggarisbawahi peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk karakter dan kecerdasan spiritual individu. Kesimpulannya, membaca Al-Quran secara rutin adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan membantu individu menghadapi tantangan zaman dengan lebih baik.Kata Kunci: Membaca Al-Qur’an; Kecerdasan Spiritual, santri