Baso Amri
Universitas Tadulako

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA 4 SMAN 2 PALU PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK Ihsan Ruliyanda; Baso Amri
Aksioma Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i1.49

Abstract

Abstrak; Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMAN 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data yang di­kumpul­­kan pada penelitian ini berupa aktifitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajar­an dengan menggunakan lembar observasi, wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Berdasarkan hasil peneliti­an dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model TSTS dari lima fase yaitu 1) persiapan, 2) presentasi guru, 3) kegiatan kelompok, 4) formalisasi, dan 5) evaluasi kelompok dan peng­harga­­an, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, hasil belajar, persamaan dan pertidaksamaan, nilai mutlak
PENERAPAN PENDEKATAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KASIMBAR DALAM MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Siti Hardiyanti; Rita Lefrida; Baso Amri
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.75

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan tutor sebaya yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar dalam menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, tes, observasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan pendekatan tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan siswa dari siklus I ke siklus II pada materi PtLSV dengan tahap-tahap kegiatan pembelajaran pendekatan tutor sebaya, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi. Pada tahap 1 peneliti membentuk kelompok dan satu orang tutor tiap kelompok; pada tahap 2 siswa mengerjakan LKS kelompok dengan bimbingan tutor masing-masing; dan pada tahap 3 peneliti memberikan tes individu. Kata kunci: Pendekatan tutor sebaya, Kemampuan Siswa, dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENARIKAN KESIMPULAN LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS X SMA NEGERI 7 PALU Muhammad Fitrah; Baso Amri; Rita Lefrida
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.113

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu pada materi penarikan kesimpulan logika matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu pada materi penarikan kesimpulan logika matematika dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) menganalisis data, 3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), dan 4) membuat kesimpulan. Kata Kunci: metode penemuan terbimbing, hasil belajar, penarikan kesimpulan logika matematika.
PROFIL KEMAMPUAN SISWA MENENTUKAN JARAK DUA BIDANG DI RUANG DIMENSI TIGA BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MENYELESAIKAN TRY OUT UJIAN NASIONAL MATEMATIKA DI SMA AL-AZHAR PALU Rian Bariansyah; Baharuddin Paloloang; Baso Amri
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.120

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah jarak dua bidang di ruang dimensi tiga berdasarkan tingkat kemampuan menyelesaikan try out ujian nasional matematika di SMA Al-Azhar Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan Pedoman Acuan Normatif. Subjek penelitian ini sebanyak tiga siswa yang dipilih dari kelas XII IPA yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada tahap memahami masalah subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah menyajikan hal yang diketahui dan ditanyakan soal. (2) tahap merencanakan pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi adalah menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar dan menentukan jarak yang merupakan garis yang tegak lurus antara bidang AFH dan BGD. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah hanya menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar. (3) pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi mampu melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana yang telah dipaparkan. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak mampu memecahkan masalah yang diberikan. (4) pada tahap memeriksa kembali, subjek berkemampuan matematika tinggi memeriksa langkah-langkah pengerjaannya. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak memeriksa kembali jawaban karena tidak menemukan jawaban dari permasalahan yang diberikan. Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Jarak dua bidang di ruang dimensi tiga Abstrack: This research aimed at describing the ability of students to solve problems within the two fields in three-dimensional space Based on the Result of the National Mathematics Examination Try Out at SMA Al-Azhar Palu. The levels are high, medium and low proficiencies. This research is a qualitative research. The subject was chosen by using Normative Guidelines. The subject used in this research was three students who are represent each of the three levels of mathematic proficiency taken from grade XII IPA. The results show that the subject with high proficiency were (1) at the stage of understanding the subject matter of mathematics capable of high, medium and low presents what is known and questioned about. (2) planning stage capable subject math problem solving high is presenting problems in the form of images and determines the distance that a line perpendicular to the field of AFH and BGD. While the subject of medium and low math ability only present a problem in the form of images. (3) at the stage of implementing a plan subject problem solving ability capable of executing high math problem-solving plan in accordance with the plans that have been presented. While the subject of medium and low math ability was not able to solve the given problem. (4) at the stage of checking back, a subject capable of high mathematics checking measures workmanship. While the subject of medium and low math ability did not check back the answer because they do not find the answer to the problems given. Keywords: Problem Solving Ability, Distance of Two Areas in Three-Dementional Space
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR KELAS VII SMP NEGERI 1 BANAWA Darmawati; Bakri; Baso Amri
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.124

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa dengan memuat komponen CTL yaitu: 1) konstruktivisme, 2) bertanya, 3) menemukan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi dan 7) penilaian autentik. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Abstract: The goal of this research is to get description about the implementation of contextual teaching and learning (CTL) that can increase student achivement in VII D grade of SMP 1 Banwa in material adding and decrease of algebra. The kinds of this research is class proceeding research with design is refers to Kemmis and Mc Taggart those are (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation and (4) Reflection. This research be done in two cycles. The result of this research shows that implementation of CTL model can increase student acvhivement in adding and decrease of algebrain VII D grade of SMPN 1 Banawa by joining CTL componen those are :1) Constuctivism, 2) questioning, 3) inquiry, 4) learning community, 5) modeling, 6) reflection and 7) authentic assessmen. Keyword: Contextual teaching and learning, achivement, adding and decrease of algebra
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP ISLAM TERPADU QURROTA’AYUN TAVANJUKA Verawati; Ibnu Hadjar; Baso Amri
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Islam Terpadu Qurrota’ayun Tavanjuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yaitu: (1) guru membagi kelompok, (2) guru memberikan sub pokok bahasan, (3) dua orang bertamu, (4) dua orang yang tinggal dalam kelompok, (5) tamu kembali ke kelompok mereka, (6) kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka dan (7) masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. Kata Kunci: kooperatif tipe TSTS, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel Abstract: The research aim to this research was to obtain a description of the application of cooperative model of TSTS to improve student learning out comes in a single variable linear inequality material. The research subjects were students in grade VIIB SMP Islam Terpadu Qurrota’ayun Tavanjuka. Type of research designed by Kemmis and Mc.Taggart which consist of four components, namely (1) Planning, (2) The implementation of action, (3) Observation and reflection. The results of the study showed that through the implementation of cooperative learning model TSTS student learning out comes on the material inequality linear one variable increases in accordance success criteria action, by following steps learning model cooperative type of TSTS namely: (1) teacher divide students into groups, (2) teacher give subjects, (3) two students visit as guests, (4) two students stay in group, (5) guests return to their group, (6) student’s rechecking and review their works and (7) each group presenting their works. Keyword: cooperative learning of TSTS, learning out comes, inequality linear one variable.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII MTS AL-KHAIRAAT TONDO Irawati; Dasa Ismaimuza; Baso Amri
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni kegiatan persiklus mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII MTs Al-Khairaat Tondo pada materi persamaan linear satu variabel. Dengan mengikuti fase-fase yaitu: pada fase 1 peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran untuk memotivasi siswa; pada fase 2 peneliti menyajikan materi persamaan linear satu variabel; pada fase 3 peneliti membagi siswa kedalam beberapa kelompok kecil, kemudian memberi nomor kepada setiap anggota kelompok kecil, pada fase 4 peneliti memberikan soal-soal kepada siswa dalam bentuk LKS; pada fase 5 siswa diminta untuk berfikir bersama dalam menyelesaikan soal-soal pada LKS dan peneliti memberikan bimbingan seperlunya; pada fase 6 peneliti menyebut 1 nomor dan siswa yang memiliki nomor tersebut mempresentasikan hasil LKS kelomponya di depan kelas; dan fase 7 peneliti memberikan penghargaan kepada setiap kelompok. Kata Kunci: Kooperatif tipe Numbered Head Together, hasil belajar, persamaan linear satu variabel. Abstract: This study aimed to describe the application of cooperative learning model Numbered headtogether that can improve student learning outcomes in the material linear equations of one variable. The study design refers to the model Kemmis and Mc. Taggart, namely persiklus activities ranging from planning, action, observation, and reflection. The results showed that the application of cooperative learning model NHT can improve learning outcomes of students of class VII MTs Al-Khairaat Tondo on the material linear equations of one variable. By following phases namely: in phase 1 researchers express purpose of learning and learning benefits to motivate students; in phase two researchers presenting material linear equation of one variable; in phase 3 researchers divided the students into small groups, then gave a number to each member of a small group, then gave numbering to each member of the group; in phase 4 researchers give problems to students in the form of worksheets; in phase 5 students were asked to think together in solving problems on a worksheet and researchers provide guidance as necessary; in phase 6 researchers called one number and the number of students who have presented the results of LKS groupa in front of the class; and phase 7 researchers presented awards to each group. Keywords : Cooperative tipeNumbered Head Together , learning outcomes , linear equations of one variable .