Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kinerja Turbin Uap Sebelum dan Setelah Proses Overhaul di PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY Area Kamojang Elli Prastyo; Indah Dhamayanthie
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v6i1.14492

Abstract

One of the important components in geothermal power generation is steam turbines. One of the decreases in steam turbine performance is caused by excessive workload due to continuous operation. Maintenance of steam turbines through important overhauls is carried out to improve the performance of steam turbines. Actual conditions with ideal conditions are important to know and analyze to know the performance of steam turbines. The operational performance of steam turbines at PT Pertamina Energi Geothermal Area Kamojang can be seen from the value of turbine working specifications (Wt), and isentropic efficiency (ηt). Parameters in the form of inlet pressure (P1), outlet pressure (P2), inlet temperature (T1), outlet temperature (T2), and flow rate (m/s) are searched using the ChemicalLogic SteamTab application and linear interpolation methods to determine the value of enthalpy and entropy. The results were obtained that the value of isentropic enthalpy (h2s) before the overhaul amounted to 2,127.41 kJ/kg and after an overhaul of 2,145.91 kJ/kg. Turbine power value (Ẇt) before overhaul was 30,702.88 kW and after overhaul was 36,304.7 kW. Efficiency after overhaul decreased ±1.4% of efficiency before the overhaul.
Proses Pengolahan Air Pendingin Pada Unit Utilitas Area Karawang Indah Dhamayanthie; Dikky Faisal Nugraha
Jurnal Migasian Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i1.19

Abstract

Proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas area Karawang. Salah satu pabrik polyster terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai macam produk, seperti: Purified Terephthalic Acid (PTA), Polyester Chips, Filament Yarn. Tujuan melakukan penelitian ini antara lain untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas dan untuk mengetahui metode – metode yang digunakan dalam Proses Pengolahan Air Pendingin. Unit Utilitas merupakan unit yang berfungsi untuk menunjang unit – unit lain di dalam suatu industri dan pada Suatu industri sekarang sudah banyak menggunakan sistem pendinginan Air (Cooling Water System) dalam prosesnya, Proses pengolahan air pendingin ini merupakan bagian dari cooling water system. Proses pengolahan air pendingin menggunakan air sebagai bahan utamanya, air banyak digunakan karena memiliki kapasitas panas yang besar, selain itu juga kesediannya yang melimpah. Pengolahan air pendingin bersumber awal dari aliran sungai citarum. Sebelum di proses untuk menjadi air pendingin, air terlebih dahulu di olah dalam unit Pre-treatment. Pengolahan dalam unit Pretreatment diantaranya berupa Koagulasi, Flokulasi, Sedimentasi dan Filtrasi. Hasil dari proses pendinginan ini adalah Air Pendingin yang digunakan untuk kebutuhan unit – unit lain dalam suatu industri.
EVALUASI SISTEM KINERJA DEFEKATOR DENGAN PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA PERMUNIAN NIRA Oki Aditya; Indah Dhamayanthie
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products) dalam forum perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), bersama beras, jagung dan kedelai. Tujuan melaksanakan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami prinsip kinerja defekator. Defekator adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses penambahan susu kapur untuk menaikan pH pada nira dan mereaksikan asam phospat dengan susu kapur sehingga menghasikan calcium phospat yang bertujuan untuk mengikat koloid. Nira pada pH awal 5 di tambahkan Susu kapur 0,1 gr/L; 0,15 g/L dan 0,2 gr/L didapatkan pH akhirnya 7,2; 7,8 dan 8,6. Maka untuk proses selanjutnya ditambahkan 0,5 gr/L agar pH optimal yang diinginkan 8,2 - 8,6 terpenuhi. Data penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel pada tanggal 1, 2, 3, 13 dan 14 Juli 2017. Dari hasil evaluasi didapatkan pH output rata-rata dari defekator sebesar 8,8; 8,6; 8,4; 8,2; 8,2. Dengan hasil pH output rata-rata defekator nira encer mendekati spesifikasi yang diinginkan, sehingga kinerja alat defekator masih dalam keadaan optimal.
Analisa Uji Sifat Penguapan Pada Gasoline Indah Dhamayanthie; Shelly Octaviana; Yully Mulyani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2018): The 2nd Conference on Innovation and Industrial Applications (CINIA 2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.105 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i1.3429

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui metode yang digunakan untuk mengukur sifat penguapan pada gasoline dan untuk mengetahui dan memahami spesifikasi yang diperbolehkan untuk gasoline menguap. Pengujian yang  dilakukan terdapat 4 sampel gasoline yaitu premium, pertalite, pertamax dan pertamax plus. Sampel kemudian diuji sifat penguapannya dengan mengacu ke ASTM D 323 untuk RVP (Reid Vapour Pressure) dan ASTM D 86 untuk distilasi. Dari pengujian Semakin besar nilai RVP pada gasoline makin rendah juga temperature yang didapat dari pengujian distilasi 10% volume penguapan yang mempengaruhi semakin mudahnya motor dinyalakan pada kondisi dingin. Semakin tinggi RVP dari gasoline makin rendah pula temperature yang didapatkan pada pengujian distilasi 90% volume penguapan ini akan mempengaruhi kemudahan pada pendistribusian bahan bakar ke setiap silinder mesin. Pada pengujian semakin tinggi angka oktan dari suatu bahan bakar bensin (gasoline), maka akan semakin bagus pula sifat penguapannya baik dari hasil uji distilasi maupun uji RVP nya. Dari hasil pengujian yang dilakukan baik pengujian distilasi atau RVP ke empat sampel beda angka oktan tersebut tidak kurang dari batas maksimum  dan minimum spesifikasi uji sifat penguapan yang dikeluarkan dirjen migas tahun 2013.
EVALUASI SISTEM KINERJA DEFEKATOR DENGAN PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA PERMUNIAN NIRA Oki Aditya; Indah Dhamayanthie
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.3

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products) dalam forum perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), bersama beras, jagung dan kedelai. Tujuan melaksanakan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami prinsip kinerja defekator. Defekator adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses penambahan susu kapur untuk menaikan pH pada nira dan mereaksikan asam phospat dengan susu kapur sehingga menghasikan calcium phospat yang bertujuan untuk mengikat koloid. Nira pada pH awal 5 di tambahkan Susu kapur 0,1 gr/L; 0,15 g/L dan 0,2 gr/L didapatkan pH akhirnya 7,2; 7,8 dan 8,6. Maka untuk proses selanjutnya ditambahkan 0,5 gr/L agar pH optimal yang diinginkan 8,2 - 8,6 terpenuhi. Data penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel pada tanggal 1, 2, 3, 13 dan 14 Juli 2017. Dari hasil evaluasi didapatkan pH output rata-rata dari defekator sebesar 8,8; 8,6; 8,4; 8,2; 8,2. Dengan hasil pH output rata-rata defekator nira encer mendekati spesifikasi yang diinginkan, sehingga kinerja alat defekator masih dalam keadaan optimal.
Proses Pengolahan Air Pendingin Pada Unit Utilitas Area Karawang Indah Dhamayanthie; Dikky Faisal Nugraha
Jurnal Migasian Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i1.19

Abstract

Proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas area Karawang. Salah satu pabrik polyster terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai macam produk, seperti: Purified Terephthalic Acid (PTA), Polyester Chips, Filament Yarn. Tujuan melakukan penelitian ini antara lain untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas dan untuk mengetahui metode – metode yang digunakan dalam Proses Pengolahan Air Pendingin. Unit Utilitas merupakan unit yang berfungsi untuk menunjang unit – unit lain di dalam suatu industri dan pada Suatu industri sekarang sudah banyak menggunakan sistem pendinginan Air (Cooling Water System) dalam prosesnya, Proses pengolahan air pendingin ini merupakan bagian dari cooling water system. Proses pengolahan air pendingin menggunakan air sebagai bahan utamanya, air banyak digunakan karena memiliki kapasitas panas yang besar, selain itu juga kesediannya yang melimpah. Pengolahan air pendingin bersumber awal dari aliran sungai citarum. Sebelum di proses untuk menjadi air pendingin, air terlebih dahulu di olah dalam unit Pre-treatment. Pengolahan dalam unit Pretreatment diantaranya berupa Koagulasi, Flokulasi, Sedimentasi dan Filtrasi. Hasil dari proses pendinginan ini adalah Air Pendingin yang digunakan untuk kebutuhan unit – unit lain dalam suatu industri.