Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ARKETIPE PAHLAWAN SEBAGAI REPRESENTASI FANTASI REMAJA DALAM NOVEL PERCY JACKSON SEA OF MONSTERS KARYA RICK RIORDAN Adi Prautomo; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.909 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.161

Abstract

Penelitian ini menunjukkan keterkaitan fiksi fantasi, arketipe pahlawan, dan representasi fantasi remaja dalam satu di antara karya sastra fantasi, yaitu novel Percy Jackson, Sea of Monsters karya Rick Riordan. Fiksi fantasi dengan stereotip sebagai fiksi dianggap hanya memberikan tempat untuk melarikan diri dari kenyataan dan nilai-nilai realitas, aehingga kurang mendapat apresiasi yang cukup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan arketipe dengan metode penelitian secara deskriptif-analisis dengan pendekatan objektif. Penelitian karya sastra ini menggunakan novel sebagai bahan kajian sehingga metode pengumpulan data dan bahan yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Studi ini menggunakan teori arketipe dari Northrop Frye. Berdasarkan dari analisis yang dilakukan dalam novel ini, peneliti menjelaskan fase-fase dialami oleh arketipe pahlawan, yaitu 1) Hal tidak bersalah yang sempurna, 2) Kepolosan muda kurang berpengalaman, 3) Penyelesaian dari sebuah cita-cita, 4) Kesalahan-kesalahan individu, 5) Hukum alam, dan 6) Dunia dalam goncangan dan menakutkan sedangkan hasil dari arketipe pahlawan sebagai representasi fantasi bagi remaja yaitu perlawanan antara baik dan jahat, pelarian dari kenyataan, serta penyelesaian kekerasan dan permusuhan.
BENTUK DOMINASI PATRIARKI TERHADAP PEREMPUAN DALAM FILM ALADDIN KARYA GUY RITCHIE Wahyuni Wahyuni; Adi Prautomo
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i2.304

Abstract

Sistem patriarki merupakan salah satu musuh feminis yang hingga kini masih mendominasi masyarakat sosial di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dominasi patriarki terhadap tokoh utama perempuan dalam film Aladdin karya Guy Ritchie menggunakan teori Feminisme Liberal oleh John Stuart Mill. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan feminisme serta analisa menyeluruh dari film Aladdin. Dari kajian ini telah ditemukan beberapa hal yang mengindikasikan adanya sistem patriarki yang mendominasi budaya sosial dan sangat berpengaruh kepada tokoh utama perempuan dalam film Aladdin yakni terjadi diskriminasi seperti dilarang pergi keluar istana, tidak diperbolehkan menjadi pemimpin, harus menikah dengan pangeran pilihan, dan tidak diberikan kebebasan bersuara.
Implementation of First Aid Education: Ready, Smart, and Responsive in Building a Safety Culture in Students of SMPN 3 Balikpapan Christian Adinata; Salsa Ramadhani; Olivia Dwi Kuswa; Anindita Syafira; Imelda Nur Aisyah; M. Rafly Pratama Hidayah; Retnowaty Retnowaty; Besse Intan Permata Sari; Prita Indriawati; Wahyuni Wahyuni
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a1f0ek34

Abstract

This article aims to evaluate the implementation of first aid education based on the principles of Being Prepared, Smart, and Responsive in fostering a safety culture among students at SMP N 3 Balikpapan. This article was motivated by an increase in minor injuries within the school environment, which highlights the need for students to possess basic skills in providing initial responses during emergency situations. The educational activities were delivered through interactive methods, including presentations, discussions, and question-and-answer sessions. The results indicate that the first aid education program enhanced students’understanding of emergency procedures, including Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), bleeding control, injury management, poisoning response, burn care, and animal bite treatment. Students also demonstrated positive behavioral changes, such as improved preparedness, greater concern for peers, and accuracy in responding during emergency simulations. This article concludes that first aid education significantly contributes to strengthening the safety culture in schools and is recommended for continuous implementation as part of an ongoing health education program.