Laila Tri Lestari
Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Literature Learning in The Digital Era: Challenges and Obstacles Laila Tri Lestari; Novi Sriwulandari
Edulitics (Education, Literature, and Linguistics) Journal Vol. 8 No. 2 (2023): December, 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan*

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/edulitics.v8i2.5089

Abstract

The digital era is characterized by the emergence of many technologies that serve to facilitate human life. Many social media are used in the scope of education. This convenience can be utilized by participants in expressing creativity in literature. This study aims to describe the obstacles in learning literature, solutions to deal with these obstacles, and how is learning literature in the digital era. This research used descriptive qualitative research method. The research data were presented in the form of descriptions. This research also uses interview techniques which contain the answers from the speakers then detailed by the researcher. Literature learning experiences several obstacles, obstacles occur from the educator and the students. The obstacles that occur researchers write some solutions to overcome them. Learning does not escape the evaluation process. In this case, the researchers discuss more about selective evaluation. Students' literary talents can be combined with developing technology. Usually using applications or mass media. Some of the mass media that can be utilized are Wattpad, Instagram, YouTube, blogs, spotify. From several choices of applications, it can be used for literature. Starting from oral literature to written literature.
Penggunaan Deiksis Persona, Tempat, dan Waktu dalam Novel Assalamu’alaikum Baitullah Karya Asma Nadia Ninis Meilina Rahmawati; Sutardi; Laila Tri Lestari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18877

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan deiksis persona, tempat, dan waktu dalam novel Assalamu’alaikum Baitullah karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat dan dialog para tokoh dalam novel Assalamu’alaikum Baitullah karya Asma Nadia yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Assalamu’alaikum Baitullah terdiri atas 472 halaman yang diterbitkan Bukunesia pada tahun 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif-interpretatif melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi kontekstual, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 46 data deiksis yang terdiri atas 30 data deiksis persona, 9 data deiksis tempat, dan 7 data deiksis waktu. Deiksis persona meliputi persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, serta persona ketiga tunggal dan jamak. Deiksis tempat muncul dalam bentuk lokatif dan demonstratif, sedangkan deiksis waktu merujuk pada waktu lampau, sekarang, dan yang akan datang. Dominasi deiksis persona menunjukkan bahwa narasi novel banyak dibangun melalui perpindahan peran partisipan dalam dialog antartokoh. Secara keseluruhan, deiksis dalam novel berfungsi memperjelas rujukan, membangun orientasi ruang dan waktu, serta membantu pembaca menafsirkan relasi tokoh dan peristiwa secara kontekstual.
Analisis Bentuk Bahasa Gaul Dan Bahasa Tidak Baku Pada Lirik Lagu Viral Tiktok “Stecu-Stecu” Indrawati; Khavida Inzania Nelly Agustina; Khilya Fuadina; Muhammad Rhois; Laila Tri Lestari; Miftahul Huda
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.32444

Abstract

This study aims to describe the forms of slang and non-standard language in the lyrics of the TikTok song "Stecu-Stecu" by Faris Adam. The study uses a qualitative descriptive approach with data sources in the form of song lyrics that are popular on social media TikTok. The data collection technique is carried out through listening, recording, and documentation. Data analysis includes data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawn. The results showed that there was the use of slang, such as "stecu", "salting", "fly", and "effort", as well as non-standard languages, such as "sa", "ko", "jang", "su", "inga", "lai", "ade", and "kase". The use of these forms of language is influenced by the development of social media, digital culture, regional languages, and foreign languages that are developing among teenagers. In addition, denotative and connotative meanings were found, with connotative meanings being more dominant because they function as a means of emotional expression and social identity. These findings show that slang and non-standard language are part of the language creativity of the younger generation in the digital era through TikTok social media.