Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PADA SISWA KELAS RENDAH DI SDN 029 MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Afdal Afdal; Nor Aina; Rizky Arum Puspaningtyas
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 4 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.714 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca pada siswa kelas rendah di SDN 029 Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 029 Muara Kaman, Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor kesulitan membaca siswa pada kelas 1A di SDN 029 Muara Kaman Tahun Pembelajaran 2021/2022. Subjek pada penelitian ini adalah guru kelas 1A, orang tua siswa, dan siswa kelas 1A. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pada siswa kelas 1A terdapat 5 orang siswa yang mengalami kesulitan membaca yang disebabkan karena (1) lambat memahami suatu kalimat akan tetapi mampu mengeja, (2) kurangnya fokus pada diri siswa dan keinginan belajar apabila mempunyai teman, (3) belum mengenal dan sulit mengingat huruf. Untuk itu diperlukan kerja sama yang padu antara guru dan orang tua, dan siswa kelas 1A. Dengan demikian terjalin proses belajar mengajar yang lebih baik.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Giving Question and Getting Answer terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Afdal; Hani Subakti; Febriyanti Sigalingging
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 3 (2020)
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.83 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v3i3.71

Abstract

This study aims to look at the effect of an active learning strategy type giving questions and getting answers to Indonesian primary school students' learning outcomes. This study uses an experimental research method in which there are treatments for the control class and the experimental class. The final results of the study showed the results of the analysis of the influence of active learning strategies type giving a question and getting an answer to the results of Indonesian language learning of third-grade students at SDN 002 Sungai Pinang, Samarinda City in the affective domain had an average affective assessment in the good predicate. This can be seen from the results of the hypothesis test thitung is 1.208 with ttable is 2.006 so that it can be written tcount <ttable (1.208 <2.006), which can be interpreted as Ha is rejected and H0 is accepted. Based on research results in the cognitive realm have the final test results (post-test), the experimental class obtained an average value of 77.69, the highest value of 100 and the lowest value of 60. The final test results (post-test), the control class obtained an average value of 49.64, the highest value is 80, and the lowest value is 20. This can also be seen through the hypothesis test results using the t test (independent sample t test), the tcount = 10.175 and ttable = 1.67. Hypothesis test tcount> ttable (10,175> 1,67). Based on the description, it can be concluded that there is an influence of active learning strategy type giving a question and getting an answer to Indonesian students' learning outcomes in the cognitive realm of class III in SDN 002 Sungai Pinang Samarinda City in 2019/2020. Hence, it shows that the hypothesis is accepted.
Analisis Permasalahan Dalam Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Gamar Al Haddar; Afdal; Septyana Puspita Ningrum
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.149 KB) | DOI: 10.54259/diajar.v1i2.660

Abstract

This research is motivated by the existence of problems in learning that is carried out online or online, this learning is carried out because it is to prevent the transmission of covid-19 that is happening at this time. This type of research is qualitative. Testing the validity of the data by triangulation of sources. The results of the research on problem analysis in online learning for class II D students during the covid-19 pandemic at SDN 024 North Samarinda for the 2020/2021 academic year. First, the implementation of online learning for class II D students at SD Negeri 024 North Samarinda in 2020/2021 has not gone as expected because the teacher only provides material and assignments during the online learning process even though it is via mobile phones by using the WhatsApp application only. The problems faced during the online learning process at SD Negeri 024 North Samarinda are the lack of teacher competence regarding technology, the level of understanding of students when carrying out the online learning process, less varied learning, limited cellphone facilities such as parents who do not have smartphones, cellphones that do not support , lack of use of facilities and infrastructure, internet packages that cannot be reached by all students, lack of a sense of student discipline, and students not focusing on studying at home. Thus, teachers should master technology so that online learning can be understood by students and does not make it boring even without meeting face to face.
Penerapan Habituasi dan Punishment pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Samarinda Tahun 2022 Afdal Afdal
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 5 (2022): October Pages 6401-7346
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i5.3402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru yang menanamkan sikap sosial melalui habituasi dan punishment di kelas IV B SDN 004 Samarinda Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk, proses dan hasil penerapan habituasi dan punishment. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV B. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan habituasi dan punishment efektif untuk diterapkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang dilakukan dengan beberapa kali pertemuan bahwa upaya yang guru lakukan untuk membangun kembali sikap sosial siswa yang melemah yaitu melalui pembiasaan positif dan sanksi sederhana bagi siswa yang melakukan kesalahan. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sikap sosial siswa dapat terbentuk kembali melalui habituasi (pembiasaan) dan punishment (hukuman) yang guru terapkan di sekolah
ANALISIS PENILAIAAN GURU YANG BERORIENTASI PADA TANGGGUNG JAWAB SISWA DALAM PEMBELAJARAN Gamar Al Haddar Gamar; Afdal Afdal
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i1.1043

Abstract

Penilaiaan merupakan kunci utama dari proses pembelajaran. Penilaiaan yang tepat akan menghasilkan nilai yang valid dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran langsung dan tidak langsung di SDN 001 Samarinda utara dalam proses penilaiaannya mengacu pada sikap tanggung jawab belajar yang dimiliki oleh siswa. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis penilaiaan guru yang berorientasi kepada tanggung jawab belajar siswa di SDN 001 Samarinda Utara Tahun pembelajaran 2021-2022. Tanggung jawab yang dimaksudkan dalam penelitian ini yakni sikap siswa dalam merespon pembelajaran, pengumpulan tugas dan mengikuti ulangan sesuai instruksi guru kelas. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif. Menganalisis cara guru dalam memberikan penilaiaan kepada siswa berdasarkan tanggung jawab yang dimiliki oleh siswa saat mengikuti pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan waktu yang terbatas pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penilaiaan guru melalui indikator tanggung jawab dilihat dari 4 aspek yakni siswa mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh guru, siswa menerima sangsi jika melanggar aturan, siswa tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan dan siswa meaksanakan perintah atau instruksi yang diberikan oleh guru. Dengan adanya 4 indikator ini maka guru dapat memberikan penilaiaan dalam proses pembelajaran secara efektif dan efisien
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Bagi Siswa Di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur Semester Genap Tahun Pembelajaran 2019/2020 Afdal Afdal; Andi Alif Tunru; Disman Ubang
Jurnal Pengabdian Ahmad Yani Vol. 1 No. 1 (2021): June
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTI) Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.312 KB) | DOI: 10.53620/pay.v1i1.15

Abstract

Proses pembelajaran di SLB saat ini cukup baik dan menarik, hal ini karena semakin baiknya lulusan PLB dari perguruan tinggi yang mencetak guru untuk sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pembelajaran di SLB semakin hari semakin diperhatikan oleh pemerintah, salah satu contoh adalah di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Gubernur saat ini semakin memperhatikan anak ABK, pembangunan gedung sekolah yang terus direnovasi, kelengkapan media pembelajaran dan buku ajar, dan honor guru kontrak yang terus dinaikkan. Hal ini sangat membantu terciptanya pembelajaran yang baik dan efektif di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu anak ABK mengenal lingkungan sekitarnya dengan memanfaatkan lingkungan sekolah. Dalam hal ini, yang masih perlu diperhatikan untuk sekolah ABK adalah perlunya kreatifitas guru yang lebih ekstra, karena setiap tahunnya anak ABK semakin banyak mengalami peningkatan pendaftar sehingga jumlah siswa dalam satu kelas adalah berjumlah lima sampai enam orang yang mestinya hanya empat siswa saja. Selain itu jumlah siswa ABK khususnya tuna grahita semakin meningkat sehingga dengan tingkat intelegensi yang rendah itu harus membuat guru jadi sabar dalam menghadapinya. Setiap karakter siswa ABK pasti berbeda, dengan perbedaan itulah yang kadang membuat guru sangat sulit untuk mengajari mereka. Salah satu usaha untuk memancing dan membuat siswa bergairah belajar adalah dengan cara memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk anak ABK, sehingga mereka terlihat senang dan mau belajar. SLBN Pembina merupakan SLB percontohan di Kalimantan Timur, kondisi fisik sekolahnya cukup baik, nyaman, dan lengkap untuk dijadikan sebagai sumber belajar sehingga mampu merangsang otak anak bisa berfikir dan kreatif.
SOSIALISASI PEMELAJARAN KOLABORASI ORANG TUA SISWA DENGAN GURU DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SDN 004 SAMARINDA UTARA TAHUN 2021 Afdal; Yustika
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.646 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v1i1.724

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemelajaran kolaborasi orang tua siswa dengan guru di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas IIIA di SDN 004 Samarinda Utara agar pelaksanaan pembelajaran bisa terlaksana dengan baik.Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SDN 004 Samarinda Utara Keluraha Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur secara umum berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dalam programkan. Kesimpulan dari pelaksanaan program pengabdian ini yaitu kerjasama antara guru dan orang tua siswa perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengirim tugas ke siswa, orang tua siswa yang belum mengerti tentang pembelajaran online hendaknya konfirmasi ke guru kelas, dan perlunya pengawasan orang tua siswa dalam mendampingi anaknya belajar daring.
BIMBINGAN PEMBUATAN GELANG MANIK PADA SISWA SLBN PEMBINA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 2023 Afdal Afdal
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i1.2214

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan belajar siswa melalui kegiatan meronce, yaitu membuat gelang manik dengan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SLBN Pembina Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari hasil observasi pada siswa mengalami peningkatan dari hasil siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai yaitu 67 dengan persentase ketuntasan 0%, pada siklus I pertemuan kedua dengan nilai rata-rata 72,8 dengan persentase ketuntasan 50%, Pada siklus II pertemuan pertama nilai rata-rata 78 dengan persentase ketuntasan 66%, Pada siklus II pertemuan kedua rata-rata yaitu 81 dengan persentase ketuntasan 83%. Kata Kunci : Bimbingan, Pembuatan, Gelang Manik
Sosialisasi Pentingnya Melanjutkan Pendidikan bagi Masyarakat Apaokayan Daerah Perbatasan Indonesia dan Malaysia Afdal Afdal; Disman Ubang; Ahmad Yani; Tri Cahyo Nugroho; Aldi Aldi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8068

Abstract

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat Apokayan, tingkat kemauan siswa untuk melanjutkan pendidikan masih kurang, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, sampai ke tingkat perguruan tinggi. Hal tersebut dikarenakan faktor ekonomi, dan kurangnya dorongan dari orang tua. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada tanggal 18-29 Februari 2020. Sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa yang saat ini berada di tingkat SD, SMP, dan SMA di daerah Apokayan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan khususnya bagi masyarakat yang memiliki anak yang masih usia sekolah. Selain itu,  disosialisasikan pentingnya pendidikan bagi mereka yang sudah lulus SMA agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Kami melakukan sosialisasi dengan cara kunjungan langsung dengan menjelaskan akan pentingnya melanjutkan pendidikan, baik ke rumah warga maupun ke sekolah. Hasil dari kegiatan ini selalu kami pantau dari tahun ke tahun, hubungan kami dengan tokoh masyarakat, guru, kepala sekolah, orang tua siswa, dan mahasiswa dari Apokayan tetap kami jalin dengan baik, sehingga informasi mengenai pendidikan di Apokayan selalu terpantau oleh tim PkM. Melalui sosialisasi ini  terlihat adanya anak yang tidak mau lanjut sekolah/kuliah akhirnya berkeinginan untuk tetap sekolah/kuliah.Based on information obtained from the Apokayan community, the level of willingness of students to continue their education is still low, starting from the elementary, junior high and high school levels down to the tertiary level. This is due to economic factors and a lack of encouragement from parents. This socialization activity was carried out on 18-29 February 2020. The targets for this service were students currently at the elementary, middle and high school levels in the Apokayan area. The purpose of this Community Service (PkM) is to socialize the importance of education, especially for people who have children who are still of school age. In addition, the importance of education was socialized for those who had graduated from high school so they could continue their education in tertiary institutions. We conducted socialization through direct visits explaining the importance of continuing education, both to residents' homes and schools. We always monitor the results of these activities from year to year; we maintain good relations with community leaders, teachers, principals, parents, and students from Apokayan, so the PkM team always monitors that information about education in Apokayan. Through this socialization, it can be seen that there are children who do not want to go to school/college and finally want to stay in school/college. 
PENERAPAN METODE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MUATAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS III SDN 017 SAMARINDA UTARA TAHUN 2022 Afdal Afdal; Tri Cahyo Nugroho; Ratna Deli; Andi Muhdar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 6 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v6i1.275

Abstract

Penerapan Metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas III SDN 017 Samarinda Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode Cooperative Integrated Reading and Composition pada siswa kelas III SDN 017 Samarinda Utara. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk siswa, lembar wawancara guru, lembar wawancara siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, hal tersebut dapat dilihat pada siklus I berada pada kategori ketuntasan 49% dan belum tuntas 51% karena proses pembelajaran belum dilaksanakan secara maksimal. Pada siklus II mengalami peningkatan dengan kategori ketuntasan 85% dan yang belum tuntas 15%, dan pada siklus III hasil belajar siswa mencapai ketuntasan 100% dengan kategori sangat baik dan telah mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM).