Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRICA

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Utara Marito Hasibuan; Rahmanta Rahmanta; Sri Fajar Ayu
JURNAL AGRICA Vol 15, No 1 (2022): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v15i1.5065

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2018 dimana sektor pertanian (tanaman bahan pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) merupakan sektor yang menyumbang nilai tambah terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto di provinsi Sumatera Utara. yaitu sebesar 21,40 persen, diikuti dengan sektor industri pengolahan sebesar 20,29. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dari tahun 1985-2018. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa tenaga kerja dan impor pertanian berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian.  Sedangkan luas lahan pertanian, ekspor pertanian, dan investasi pertanian berpengaruh positif dan nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Bertambahnya luas lahan, ekspor dan investasi pertanian tentunya mempunyai pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan sektor pertanian dari pada petani yang memiliki lahan sempit dan investasi rendah. Diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat menumbuhkan iklim investasi pertanian yang kondusif sesuai dengan peraturan yang berlaku.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN BAWANG MERAH DI PROVINSI SUMATRA UTARA M. Taufiq; Rahmanta Rahmanta; Sri Fajar Ayu
JURNAL AGRICA Vol 14, No 1 (2021): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v14i1.4759

Abstract

Permintaan bawang merah akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya industri produk olahan berbahan baku bawang merah. Kuantitas penawaran bawang merah tidak mampu memenuhi kuantitas permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah, jumlah penduduk, pendapatan per kapita terhadap permintaan bawang merah, menganalisis pengaruh harga bawang merah, luas panen, harga pupuk subsidi terhadap penawaran bawang merah, dan menganalisis pendapatan per kapita dan harga pupuk terhadap harga bawang merah. Metode analisis yang digunakan dengan persamaan simultan menggunakan data tahun 1989-2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial harga bawang merah, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan bawang merah. Harga pupuk subsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran bawang merah. Sedangkan harga pupuk bersubsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bawang merah di Provinsi Sumatera Utara.
DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN INDUSTRI PENGOLAHAN TEMPE DI KOTA MEDAN Rahmanta Rahmanta; Nancy Theresia Sihombing
JURNAL AGRICA Vol 1, No 2 (2008): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v1i2.1318

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan biaya produksi, jumlah tenaga kerja, harga produk olahan, penerimaan, dan pendapatan pada industri pengolahan tempe sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai, dan upaya yang dilakukan industri pengolahan tempe dalam menghadapi kenaikan harga kedelai. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah sensus, dimana semua populasi di daerah penelitian dijadikan sebagai sampel. Jumlah keseluruhan sampel adalah 12 industri pengolahan tempe. Analisis data yang digunakan adalah analisis uji beda rata-rata dengan uji dua arah sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata pada biaya produksi, curahan tenaga kerja dan penerimaan antara sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai pada industri pengolahan tempe. Biaya produksi meningkat sebesar Rp. 275.89,66/ 100 kg kedelai, curahan tenaga kerja berkurang sebesar 45,12 HKP dan penerimaan meningkat sebesar Rp. 188.387,83/ 100 kg kedelai. Salah satu upaya yang dilakukan oleh industri pengolahan tempe dalam menghadapi kenaikan harga kedelai adalah dengan mengurangi penggunaan bahan baku kedelai dan memperkecil ukuran produk.Kata Kunci : Kenaikan Harga Kedelai, Biaya Produksi, Pendapatan
STRATEGI PENGELOLAAN TPI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI SUMATERA UTARA Rahmanta Rahmanta; Arsyad Arsyad
JURNAL AGRICA Vol 1, No 2 (2008): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v1i2.1319

Abstract

Sumber daya perikanan dan kelautan merupakan salah satu usaha memiliki peranan dalam pembangunan ekonomi wilayah, khususnya dalam penyediaan bahan pangan protein, perolehan devisa, penyediaan lapangan kerja, dan Pendapatan Asli Daerah. Tempat Pelalangan Ikan menunjukkan indikasi belum optimal, hal ini disebabkan pelelangan ikan didominasi oleh tengkulak-tengkulak, praktek penjualan ikan ditengah laut, adanya tangkahan swasta disekitar TPI. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi pengelolaan TPI dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dan' responden, selanjutnya diolah melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pengelolaan TPI ke depan, yaitu : strategi satu organisasi satu komando merupakan sistem yang paling optimal dalam mengelola sumberdaya perikanan dan kelautan untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan Pendapatan Asli Daerah.Kata Kunci : TPI, Satu Organisasi Satu Komando, PAD
ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN RUMAHTANGGA MISKIN DI KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG Herman Herman; Rahmanta Rahmanta
JURNAL AGRICA Vol 3, No 1 (2010): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v3i1.1380

Abstract

Pada tingkat wilayah ada bermacam-macam karakteristik yang mungkin berkaitan dengan kemiskinan. Hubungan dari karakteristik tersebut dengan kemiskinan adalah sesuai dengan kondisi wilayah tersebut.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan, jumlah anggota keluarga, luas lahan pertanian, akses kesehatan dan jarak ke pusat kota terhadap pendapatan rumahtangga miskin di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Pengumpulan data diperoleh dari data primer dan data sekunder, data primer berupa angket sedangkan data sekunder berupa data Lubuk Pakam Dalam Angka. Responden adalah rumahtangga yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang berjumlah 98 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Proporsional Stratified Random Sampling. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ekonometrika. dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil “penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan luas lahan pertanian mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan rumahtangga miskin, sedangkan jarak mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan rumahtangga miskin, variabel yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan terhadap pendapatan rumahtangga miskin, sedangkan variabel yang berpengaruh negatif dan signifikan tersebut mengindikasikan adanya penurunan pendapatan rumahtangga miskin pada 0L;= 5° 0. Di lain‘ pihak variabel akses kesehatan berpengaruh tetapi tidak signifikan. Tidak signifikannya variabel akses kesehatan karena rumahtangga miskin sudah memiliki jaminan kesehatan (berobat gratis). Walaupun dari uji parsial dijumpai satu variabel yang tidak signifikan, namun secara serempak (simultan) variabel yang digunakan berpengaruh signifikan pada oc = 5°o terhadap rumahtangga miskin di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Kata Kunci: pendidikan, anggota keluarga, lahan pertanian, akses kesehatan, jarak, kemiskinan.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN BAWANG MERAH DI PROVINSI SUMATRA UTARA M. Taufiq; Rahmanta Rahmanta; Sri Fajar Ayu
JURNAL AGRICA Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v14i1.4759

Abstract

Permintaan bawang merah akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya industri produk olahan berbahan baku bawang merah. Kuantitas penawaran bawang merah tidak mampu memenuhi kuantitas permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah, jumlah penduduk, pendapatan per kapita terhadap permintaan bawang merah, menganalisis pengaruh harga bawang merah, luas panen, harga pupuk subsidi terhadap penawaran bawang merah, dan menganalisis pendapatan per kapita dan harga pupuk terhadap harga bawang merah. Metode analisis yang digunakan dengan persamaan simultan menggunakan data tahun 1989-2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial harga bawang merah, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan bawang merah. Harga pupuk subsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran bawang merah. Sedangkan harga pupuk bersubsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bawang merah di Provinsi Sumatera Utara.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Utara Marito Hasibuan; Rahmanta Rahmanta; Sri Fajar Ayu
JURNAL AGRICA Vol. 15 No. 1 (2022): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v15i1.5065

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2018 dimana sektor pertanian (tanaman bahan pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) merupakan sektor yang menyumbang nilai tambah terbesar dalam Produk Domestik Regional Bruto di provinsi Sumatera Utara. yaitu sebesar 21,40 persen, diikuti dengan sektor industri pengolahan sebesar 20,29. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dari tahun 1985-2018. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa tenaga kerja dan impor pertanian berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian.  Sedangkan luas lahan pertanian, ekspor pertanian, dan investasi pertanian berpengaruh positif dan nyata terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Bertambahnya luas lahan, ekspor dan investasi pertanian tentunya mempunyai pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan sektor pertanian dari pada petani yang memiliki lahan sempit dan investasi rendah. Diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat menumbuhkan iklim investasi pertanian yang kondusif sesuai dengan peraturan yang berlaku.