Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF DARI AMPAS DAUN TEH R Sudradjat; Ani Suryani Suryani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2002.20.1.1-11

Abstract

This report deals with an experiment on the manufacture of activated charcoal from the wastes of tea­ leaf processing. The purpose of the experiment was firstly, to evaluate the influence of H3P04 concentration as a chemical activator on the yield of activated charcoal and its quality, and secondly, to assess the possible use o( the corresponding activated charcoal in purifying fructose syrup as well as alcoholic spirit, and reducing the Fe1 ions in the pond water . The tea­leaf wastes were at first immersed in H1P04 solutions at four different concentrations (i.e. 5, 10, 15 and 20 %).for 24 hours. The wastes were removed and air­dried. The activated charcoal was produced by pyrolyzing the air­dry tea­leaf wastes in an electrical heated retort at 850°C, followed by the activation process. The steam was introduced into the retort and passed through the pyrolized tea­leaf wastes for 120 minutes.. The result revealed that the best quality ofthe activated charcoal was obtained with H3P04 immersion at 10 % with the yield of activated charcoal 13.78 %; the moisture content 6.92 %; ash content 15.68 %, volatile matter 4.68 % and fixed carbon 72. 71 %. Adsorptive capacity of iodine was 796.82 mglg, benzene 5.58 %, CHC1,4.14 % and adsorptive capacity of CC14,14.19 %.The quality of fructose syrup and alcoholic spirit after both being purified with the activated charcoal apparently improved. This was shown by the increases in clarity from 87.0 % to 92.0 ­ 97.2 % (for fructose syrup) and from 243.0 mg/L to 255.6­278.4 mg/L (for alcoholic spirit). The quality of the deep­weel water or particularly pond water also after being treated with the activated charcoal improved as well with the decrease in Fe3+ ions from 0.079 % to 0.016 ­0.045 %. The production cost to manufacture activated charcoal from tea­leaf wastes was Rp 5,738.82/kg. 
(Kerancuan • dalam beberapa metode penetapan Nitrogen Bagian 1. Penetapan beberapa senyawa Nitrogen) R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1991.8.5.202-204

Abstract

Penetapan lhirteralnitrogen menurut metode MgO, Devarda,penetapan organik nitrogen menurut metode Kjeldahl dan penetapan  total  nitrogen menurut  metode  persulphat adakzh sangat umum  dan digunakan aecara  luaa di aeluruh dunia, karena sederhana dengan ketelitian yang memenuhi ryarat. Namun hasil pengamatan akhir-akhir ini menunjuk- kan  bahwa tidak   aemua jenis  organik nitrogen atau  mineral nitrogen dapat ditetapkan kadarnya aecara  teliti dengan menggunakan metode analisis te1'8ebut.Penelitlan..  ini bertujuan untuk  mengetahui ketelitian  penetapan kadar nitrogen dengan metode  te1'8ebutdi ataa untuk  11 jeniB aenyawa organik dan  mineral nitrogen. Hasil penelitian menur.;ukkan bahwa aenyawa azo •dan  benzo aangatrendah ketelitiannya bila ditetapkan dengan metode Kjeldahl dan ge1'Bulphat. Senyawa nitro dan nitroso ketelitian- nya rendah bila ditetapkan dengan metode. Kjeldahl, tetapi sedikit lebih tinggi bila ditetapkan dengan metode pe1'8ulphat.
TEKNIK PEMBUATAN DAN SIFAT BRIKET ARANG DARI TEMPURUNG DAN KAYU TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) R Sudradjat; D Setiawan; H Roliadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.3.227-240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah dari tanaman jarak pagar berupa tempurung biji dan kayu untuk briket arang, yaitu dalam rangka meningkatkan kelayakan ekonomi pengusahaan minyak jarak pagar untuk biodisel.Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian tekanan 200, 400 dan 600 kg/cm2, serta komposisi campuran bahan baku (tempurung biji dan kayu jarak pagar) dengan tempurung kelapa 0, 25,50, 75 dan 100%.Hasil penelitian menunjukkan, briket yang dibuat dari tempurung biji jarak pagar (100%) lebih tinggi di dalam kerapatan dan keteguhan tekan, tetapi lebih rendah di dalam kadar air, karbon terikat dan nilai kalor dari briket dari kayu jarak (100%). Briket kayu jarak pagar (100%) sebaliknya lebih tinggi dalam kadar air, karbon terikat dan nilai kalor, tetapi lebih rendah dalam kerapatan dan keteguhan tekan dari briket tempurung biji jarak pagar. Pencampuran dengan tempurung kelapa dapat meningkatkan karbon terikat dan nilai kalor briket dari tempurung biji jarak, serta meningkatkan kerapatan dan keteguhan tekan briket dari kayu jarak pagar.Beberapa sifat fisiko-kimia briket arang  telah memenuhi Standar Jepang yaitu: keteguhan tekan, kadar air, zat terbang, karbon terikat (kecuali briket arang dari tempurung biji jarak B 100/0). Sifat yang tidak memenuhi standar adalah: kerapatan, kadar abu dan nilai kalor (kecuali briket arang dari kayu jarak B 50/50).
THE UTILIZATION OF HUMOTEX FOR PROMOTING PLANT GROWTH R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.3.77 -84

Abstract

Penelition ini  bertuiuan   untuk   mengetahui  rasio  terbaik   humotex  terhadap tanah  atau gambut yang  dapat mem- berikan pertumbuhan  terbaik  dari tanaman jagung  {Zea mays L. ), Robinia  pseudoacacia  dan  Pinus  sylvestriS.Hasilpenelitian  menunjukkan,   bahwa  rasio  terbaik   humotex  terhadap  tanah  adalah 1 : 1. Penam bahan  humotex terhadap   tanah  meningkatkan   pH  tanah  dan  penyerapan hara  esensial  oleh  tanaman yang mengakibatkan  peningkatan berat  kering   tanaman jagung  sebesar  8 0 -  100%.Pencampuran   humotex  terhadap  gambut  pada rasio mak simum  dapat  meningkatkan pertu mbuhan jagung  15 kali, Robinia  pseudoacacia  15 kali  dan Pinus sylvestris  8 kali. 
PRODUCI'ION OF ELECTRICITY AND HUMOTEX FROM OIL PALM SOLID WASTES THROUGH DRANCO PROCESS R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1991.8.6.236-242

Abstract

Dranco prosa  (Dry Anaerobic Convenion) adalah proses fermentaai anaerobic yang dapat mengubah bahan organik menjadi biogu' (I,_,.,,,) dan humotex  (ke>mpo1 anaerobik). hnelitian  lni  mempelajari aspek teknia dan ekonomis peman­ faatan  limbah.  perkeburian  kelapa •wit    berujJa  tandan.: don kulit   buah mdggunakan  model perkebunan sawit seluas 2000 Ha.                                               .                                                                                                                                                                                                      Dari areal  tenebut  akan dihailkan 88 ton tanda,i 'basah dan •14  ton kulit  buah biuah perhari  atau 62  ton substrat pada  28% KK  (kadar kerirw).  Melalui proau  Dranco, aubmat  tersebut aian  diubah  menjadi biogas dengan kapasitas 2700 m8 CH4 (methane) atau .7881 kwh tenaga u.trik  dengan netto sebnar   6881 kwh perhari. Humotex yang dihalilkan adalah 8 ton pada  90% KK.                                                                                                                                          Analim   ellonona  menunjukllan Net Pre.,.t   Worth  Rp. •1184  Juta, BIC raio   1,83,  Internal Rate of Return 41,2%. BEP untuk produbl'tentl/lfl lidri1t terieta1t pada  888 kwh dan humotu 104 ton perhari. Proyelt ini aeeara• telrnis dan eko­ nomil  beralamn untull  dlkembanllran
ANEKA MANFAAT PENGGUNAAN KOMPOS CAIR (LARUTAN DRANCO) BASIL PROSES FERMENTASI ANAEROBIK DENGAN BAHAN BAKU SAMPAH KOTA R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.3.71-76

Abstract

Dranco  (Dry Anaerobic Conversion) process  is anaerobic  fermentation to produce biogas and paste  residue.  Through pressing,   the  residue  will yield  solid compost (humotex) and liquid compost  (Dranco  liquid). The aim of  this inveatigation is  to know   the  effect   of  the  utilization  of dranco   liquid  when applying it as compost  either  the  effect   on  soil or plant.The  results  showed  that  Dranco  liquid  contained very  low P.  Ca, Mg,  Fe, Mn.  Zn  and  heavy  metals Kj-N,  K and Na   were also  low  but  high enough   when  comparing  with  other nutrients in Dranco  liquid.  The NH4+ was ranked  as high.Addition  of  Dronco  liquid  brought about  an increase  of  E.C  3 - 6 times  depends on  soil  types  ,and liquid  concen- trotion, while soil pH  increased  1.5 -  2 level. The highest growth of maize  was achieved when  soil was mixed with  Dranco  liquid  that  was diluted  2 -  10  times.  Besides,  addition of  Draneo  liquid can maintain  the life of  maize plant  under  water lacking  condition.  Addition  of  Drenco   liquid  increased soil  agregate  stability   2 - 2 0 times  depends  on  soil  types and Dranco   liquid  concentration.  Nitrification process  was  able  to  convert   NH4+  in  the  Dranco liquid   to  N03-  with an  efficicncy  capacity  of  35 %. As a conclusion,  Dranco  liquid is useful to be used as compost liquid  for increasing  soil fertility  as well as promoting plant  growth.
PEMBUATAN BIOGAS DENGAN PROSES RUDAD Biogas production by using RUDAD process (Rumen derived anaerobic) R Sudradjat; Triyanto Triyanto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.2.65-73

Abstract

This experiment deals with anaerobic decomposition of organic materials into biogas and compost materials using the so called RUDAD (Rumen Derived Anaerobic Digestion) process. the inoculum used in the process was ruminantia microbes living in fistula liquid of goat stomach. The predominantly microbes involved were cilliate protozoa, phycomycetes fungi, anaerobic bacteria. substrates used were King grass, city waste and saw dust with and without agitation during the treatments.The Results showed that the highest biogas production was obtained from King grass i.e 1.06 1/d and 1.20 1/d for those without and with agitation treatments respectively. the highest volatile solid reduction was also obtained from King grass with the reduction of 6.4 percent for the process without agliation and 7.4 percent for the agitated treatment. king grass again showed the highest COD reduction, i.e. 2.0 g/g and 2.3 g/g for those without and with agitation, respectively. Either for cellulose and lignin degradation,King grass gave the highest cellulose reduction of 13.2 percent for the process without and 14.5 percent for the process with agitations, while lignin reductions were 1. 8 percent for the first and 0. 6 percent for the second treatments.
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI KAYU JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) R Sudradjat; Anggorowati Anggorowati; D Setiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.4.299-315

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi proses yang optimum pada pembuatan arang aktif dari kayu jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan mengetahui konsentrasi optimum dari penggunaan arang aktif jarak untuk pemucatan minyak jarak. Faktor perubah yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu konsentrasi H3PO4 (5, 10 dan 15%) dan suhu (650, 750 dan 850˚C). Parameter yang diamati adalah rendemen, kadar air, abu, zat terbang, karbon terikat, daya serap iod dan benzena. Untuk pemucatan minyak jarak parameternya adalah rendemn, kejernihan, bilangan asam dan bilangan peroksida.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi H3PO4 meningkatkan daya serap iod dan benzena secara nyata, tetapi pengaruh suhu hanya nyata terhadap peningkatan daya serap iod. Sifat fisiko-kimia yang optimum dari arang aktif dihasilkan dengan menggunakan suhu aktifasi 750°C dan konsentrasi H3PO4 15%. Kondisi optimum ini memberikan rendemen arang aktif 52,5%, kadar air 4%, zat terbang 11,8%, abu 19,29%, karbon terikat 68,91%, daya serap iod 1039,2 mg/g dan benzena 13,5%. Kecuali daya serap benzena, semua sifat arang aktif lainnya memenuhi SNI 06-3730-1995.Karbon aktif yang dibuat dengan kondisi optimum berhasil dengan baik digunakan sebagai absorden untuk pemucatan minyak jarak pagar kasar karena berhasil meningkatkan kejernihan minyak tersebut hingga 92-105% dan mengurangi bilangan asam hingga 27-32 %.