Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN LJMBAH HASIL PERTANIAN DENGAN POKOK PERHATIAN KEPADA LIMBAH KELAPA SAWIT R Sudradjat; Dedi Hartadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.6.197-208

Abstract

The experivnent  deals with conversion   of oil palm shell lo  activated carbon, solid state fermentation of oil palm wastes i.e :  empty fruit  bunch  (EFB). pericarp  as   well as King grass,   bagasse, sago waste and cayepus leaves residue.  The experiment  was conducted  also on  liquid  state fennentation   of oil palm  process   water i. e : waste waler coming from fresh fruit  bunch  (FFB)  sterilization part and mud  waste from oil extraction part.  The method used for solid and liquid  state fermentation were  set at  about   optimum condition process  according to the previous  experiments.The results showed tluu activated carbon from  oil palm shell  gave iodine absorption of  950  mg/g and yield  of 22 percent by using NaOH as an activatar.For solid  stare fermentation ,  pericarp   gave  the  highes   COD degredation    (61  %),  VS  (31. 4 %),  CIN ratio  (35. 7 %) and  cellulose (26  %) the highest  biogas produation  (0. 211  t/g  COD)  while  bagasse  gave  the highest  lignin degradation  (2. 2  %).For  liquid  state fermentation, The use  of  PUR  as captive  material  gave  the highest   COD,  SS  and  VSS  degradation  either  for  mud waste and waste water.  The highest  COD degradation of mud  waste was 79%, SS 78%,  VSS 79% and biogas production  of  3.7 l/g COD.
TEKNOLOGI PEMBUATAN BIODISEL DARI MINYAK BIJI TANAMAN JARAK PAGAR R Sudradjat; Hendra A; W Iskandar; D Setiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.1.53-68

Abstract

Jarak pagar (Jatropha curcas L.) adalah tanaman cepat tumbuh dan sangat toleran terhadap iklim tropis dan jenis tanah, sehingga sesuai untuk dikembangkan sebagai tanaman konservasi. Selain itu, minyak dari bijinya dapat digunakan sebagai bahan energi. Bahkan bagian lain dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan khusus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan biodisel dari minyak biji jarak pagar. Biodisel adalah bahan bakar minyak (BBM) dari minyak nabati untuk otornotif (mobil) dan disel generator. Pembuatan biodisel dilakukan dengan proses 2 tahap, tahap pertama adalah proses esterifikasi yaitu untuk mengubah asam lemak bebas menjadi rnetil ester. Tahap kedua adalah proses transesterifikasi yaitu untuk mengubah trigliserida menjadi metil ester. Proses 2 tahap ini dapat menurunkan kadar asam lemak bebas dari minyak jarak pagar dengan proses esterifikasi yang mana asam lemak bebas tersebut dapat menghambat konversi trigliserida menjadi metil ester pada proses transesterifikasi. Proses esterifikasi menggunakan metanol sebanyak 20% (v/v) secara konstan untuk setiap perlakuan, sebagai katalis digunakan H,SO4 2%. Proses transesterifikasi menggunakan metanol dalam jumlah yang bervariasi yaitu : 10, 20, 30, 40, 50, 60% (v/v) dan katalis yang digunakan adalah KOH 0,3%. Kedua tahap reaksi tersebut dilakukan pada suhu 60C dan lama reaksi 90 menit. Sifat fisika kimia minyak jarak pagar yang diuji adalah bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan ester, kerapatan dan kekentalan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses 2 tahap yang dinamakan proses "estrans", dibandingkan dengan proses satu tahap, mampu mengkonversi trigliserida menjadi metil ester dalam jumlah yang lebih banyak. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya bilangan asam dan kekentalan, yaitu pada konsumsi metanol optimum sebesar 40% (v/v). Angka konsumsi metanol sebesar 40% (v/v) tergolong tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih fokus pada upaya untuk menurunkan konsumsi metanol pada pembuatan biodisel dengan menggunakan proses "estrans".
DETOKSIFIKASI DAN UJI TOKSISITAS AKUT LIMBAH BUNGKIL BIJI JARAK PAGAR TERHADAP TIKUS R Sudradjat; D W Lussy; Dadang Setiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2008.26.2.148-165

Abstract

Bungkil biji jarak pagar merupakan limbah dari produksi biodiesel. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bungkil masih mengandung kadar protein yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif suplemen pakan ternak. Namun dikatakan juga bahwa bungkil biji jarak mengandung racun yang berbahaya seperti saponin, lektin (kursin), inhibitor tripsin clan ester forbol. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi, mendetoksifikasi racun dalam bungkil dan menguji toksisitas akut bungkil terhadap tikus putih. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa detoksifikasi dapat mengurangi senyawaan saponin dan alkaloid contoh. Berdasarkan analisis proksimat, beberapa parameter seperti kadar abu, lemak dan gula pereduksi contoh dipengaruhi oleh detoksifikasi, sedangkan kadar air, protein dan serat kasar tidak dipengaruhi oleh detoksifikasi. Berdasarkan standar proksimat pakan ternak, ampas bungkil biji jarak cocok untuk pakan ruminansia. Uji toksisitas akut menunjukkan bahwa tidak ada kematian dari hewan coba, sehingga diduga LDSO di atas dosis 15 g/kg BB dan ampas bungkil biji jarak dapat digolongkan non toksik.
USE OF BIOBED PERCOLATION FILTERS FOB W~ATER TREATMENT Penggunaan saringan perkolasi dengan lapiaan biomaa wituk "'1n}ernlhon air lfmbah R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7837.592 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1991.8.5.185-191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari upa~a rek~di     air limbala•• rumab tanggaya111; di~f'lll    .melalui/arl,,,.n pipa pembuangdn; ke  sungai yang b_iaaa me1Uadi  sumber polui   air sungai padia .. bebe~. •ko.ta b.aar.   Upo'Yf.' f'el!lamai dila,kaanakande1tllan cam Jierkolaaiair limbah melalui lapi80n biomaa yaitu gambut, aerpih kayu dan kulit kayu eet.bal SO cm. Serpih ddn IHtlit  kayu yang digunakan adalah dari jenis kayu Pinua sylvestril.   ••                       .                 ..Hasil -nelitian  menunjukkan bahwa kulit kayu memberikan air perkolaai terjernih (tidak be~rna)    dibandinikan dengan• gambut dan se,.Pih kayu  (kuning)."Penurunan  COD  yang cukup  beNrti di~roleh JHlda.penggunaanpniolator kulit  kayu  (10 %)  dan gambut  (50 %). Penurunan   kadar ph°'phat untuk  ketiga perkolatpr gambut menwrunkan, 80~ ~  . kulit kayu 61 % dan aerpih kayu 54 %. Penurunan   kadar amonium bervaria~fantara60 -   10 %, dmaanapenuru,..,. a~ aium pada penggunaan perliolator gambut diikuti peningkatan kadar NO~--N   yang menunjukkan terjadinya nltriffkaei. Perkolator gambut menunjukkan kapaaitaB desinfeksi tertinggi harena dalaift waktu 6_minggri sudah terjadi kematian total koloni fecal streptococci dan fecal coli. Perkolator kulit kayu terendah dalam penurunan junJlah koioni fecal coli.Penurunan.  COD  dan organik--N untuk  ketiga perkolator lebih tinggi untuk   ,.Hydraalik •l<)ading rate"  (HLR) 10 dibandi111 2,6 crn/hari, •""H -"nu~n   total-N  lebih tinggi pada. HL!'. ~,6 diba!"'ing 1fo cm~hari. Penilalait lnlalitatif rMilon,/uk.perkolator  gambut yang terbaik- ditirvau 4an k_.hatan  lqltungan. DeftlGn meng-kombinaihn,,,.,..,,...pl~-1'ambudt an kulit kayu diharapkan akan meningkatkan kualitas air
Karakteristik sifat fisika kimia dan toksisitas limbah fermentasi bahan Organik padat R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8923.279 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1991.9.3.122­-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  sifat fisika kimia dan toksisiti timbah fermentasi bahan organic padat hasil fermentasi anaerobik sampah kota. dalam penelitian ini , sampah kota difermentasi secara anaerobic dengan proses dranco (Dry anaerobic conversion). sebelum dilakukan analisis sifat fisika dan kimia limbah padatnya dipisah-pisah ke dalam fraksi-fraksi untuk diketahui sifat fisika kimia dari fraksi-fraksi tersebut.cara pemisahannya adalah dengan pengembangan, pengertian dan penyaringan untuk penghasikan fraksi sebagai berikut : dranco waste (DW), dranco wastedried (DWD), dranco liquor (DL), fresh humotex (H), fine humotex (FnH) dan coarse humotex (CH).setiap fraksi dianalisis komponen hara total dan hara terlarut dengan pembandingan kompos aerobic. pengujian.toksisitas hanya dilakukan terhadap DWD, H, kompos aerobic dengan kontrol  air suling, yaitu untuk mengetahui tingkat toksisitas bahan tersebut terhadap perkecambangan tanaman cress.                hasil penelitian menunjukan bahwa DWD mengandung NH4+, K+ dan Na+ yang sangat tinggi. konsentrasi hara pada humotex tidak banyak berbeda dengan kompoe, kecuali Fe, Mn dan Zn pada humotex terdapat dalam bentuk yang tidak larut karena pH yang tinggi (7,5-8). fraksi halus dari humotex mengandung hara total dan hara terlarut yang lebih tinggi dari frahsi kasar.kadar logam berat pada humotex sesual dengan ambang betas yang dipersyaratkan.sirat toksisites humotex lebih rendah diandingkan dengan kompos aeribik.                secara umum berdasarkan sifat-sifat diatas dapat disimpulkan bahwa DW dapat digunakan sebagai kompos dengan jumlah kompos perhektar yang belih kecil dibandingkan dengan humotex atau kompos aerobik. baik DW atau humotex akan sangat berguna untuk meningkatkan pH dari tanah yang asam dan rendah kadar haranya disebabkan oleh tingginya  CEC dan pH. kelarytan Fe, Mn dan Zn akan meningkat dalam aplikasi pengomposan di lapangan herena pengaruh pen-campuran kompos dengan tanah akan. menurunkan pH tanah. 
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA) R Sudradjat; Sri Komarayati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5339.197 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.5.150 - 155

Abstract

The purpose of this work is to study the effect of organic and anorganic fertilizer mixture  to the growth of sengon (Paraserianthes  falcataria)  seedlings. The properties tested were height increment, dry weight and number of branches.The results show that the application of fertilizer and aerobic compost combination gave a highly significant effect on promoting plant  height and dry weight of sengon seedlings as well as the number of branches,  while the application of aerobic compost had no effect on branching,Combination of 50% compost and 5 gram chicken manure give the highest plant height of 28. 34 cm,  while the lowest is in the treatment  of 0.25 gram NPK, that is 1.48 cm. Combination of 40% compost and 5 gram chicken manure give the highest plant dry weight of 0.89 gram, while the lowest is in the NPK treatment.
PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN ARANG AKTIF DARI AMPAS DAUN TEH R Sudradjat; Ani Suryani Suryani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2002.20.1.1-11

Abstract

This report deals with an experiment on the manufacture of activated charcoal from the wastes of tea­ leaf processing. The purpose of the experiment was firstly, to evaluate the influence of H3P04 concentration as a chemical activator on the yield of activated charcoal and its quality, and secondly, to assess the possible use o( the corresponding activated charcoal in purifying fructose syrup as well as alcoholic spirit, and reducing the Fe1 ions in the pond water . The tea­leaf wastes were at first immersed in H1P04 solutions at four different concentrations (i.e. 5, 10, 15 and 20 %).for 24 hours. The wastes were removed and air­dried. The activated charcoal was produced by pyrolyzing the air­dry tea­leaf wastes in an electrical heated retort at 850°C, followed by the activation process. The steam was introduced into the retort and passed through the pyrolized tea­leaf wastes for 120 minutes.. The result revealed that the best quality ofthe activated charcoal was obtained with H3P04 immersion at 10 % with the yield of activated charcoal 13.78 %; the moisture content 6.92 %; ash content 15.68 %, volatile matter 4.68 % and fixed carbon 72. 71 %. Adsorptive capacity of iodine was 796.82 mglg, benzene 5.58 %, CHC1,4.14 % and adsorptive capacity of CC14,14.19 %.The quality of fructose syrup and alcoholic spirit after both being purified with the activated charcoal apparently improved. This was shown by the increases in clarity from 87.0 % to 92.0 ­ 97.2 % (for fructose syrup) and from 243.0 mg/L to 255.6­278.4 mg/L (for alcoholic spirit). The quality of the deep­weel water or particularly pond water also after being treated with the activated charcoal improved as well with the decrease in Fe3+ ions from 0.079 % to 0.016 ­0.045 %. The production cost to manufacture activated charcoal from tea­leaf wastes was Rp 5,738.82/kg. 
(Kerancuan • dalam beberapa metode penetapan Nitrogen Bagian 1. Penetapan beberapa senyawa Nitrogen) R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11258.128 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1991.8.5.202-204

Abstract

Penetapan lhirteralnitrogen menurut metode MgO, Devarda,penetapan organik nitrogen menurut metode Kjeldahl dan penetapan  total  nitrogen menurut  metode  persulphat adakzh sangat umum  dan digunakan aecara  luaa di aeluruh dunia, karena sederhana dengan ketelitian yang memenuhi ryarat. Namun hasil pengamatan akhir-akhir ini menunjuk- kan  bahwa tidak   aemua jenis  organik nitrogen atau  mineral nitrogen dapat ditetapkan kadarnya aecara  teliti dengan menggunakan metode analisis te1'8ebut.Penelitlan..  ini bertujuan untuk  mengetahui ketelitian  penetapan kadar nitrogen dengan metode  te1'8ebutdi ataa untuk  11 jeniB aenyawa organik dan  mineral nitrogen. Hasil penelitian menur.;ukkan bahwa aenyawa azo •dan  benzo aangatrendah ketelitiannya bila ditetapkan dengan metode Kjeldahl dan ge1'Bulphat. Senyawa nitro dan nitroso ketelitian- nya rendah bila ditetapkan dengan metode. Kjeldahl, tetapi sedikit lebih tinggi bila ditetapkan dengan metode pe1'8ulphat.
THE UTILIZATION OF HUMOTEX FOR PROMOTING PLANT GROWTH R Sudradjat
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12688.474 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1992.10.3.77 -84

Abstract

Penelition ini  bertuiuan   untuk   mengetahui  rasio  terbaik   humotex  terhadap tanah  atau gambut yang  dapat mem- berikan pertumbuhan  terbaik  dari tanaman jagung  {Zea mays L. ), Robinia  pseudoacacia  dan  Pinus  sylvestriS.Hasilpenelitian  menunjukkan,   bahwa  rasio  terbaik   humotex  terhadap  tanah  adalah 1 : 1. Penam bahan  humotex terhadap   tanah  meningkatkan   pH  tanah  dan  penyerapan hara  esensial  oleh  tanaman yang mengakibatkan  peningkatan berat  kering   tanaman jagung  sebesar  8 0 -  100%.Pencampuran   humotex  terhadap  gambut  pada rasio mak simum  dapat  meningkatkan pertu mbuhan jagung  15 kali, Robinia  pseudoacacia  15 kali  dan Pinus sylvestris  8 kali. 
TEKNIK PEMBUATAN DAN SIFAT BRIKET ARANG DARI TEMPURUNG DAN KAYU TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) R Sudradjat; D Setiawan; H Roliadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.747 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2006.24.3.227-240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah dari tanaman jarak pagar berupa tempurung biji dan kayu untuk briket arang, yaitu dalam rangka meningkatkan kelayakan ekonomi pengusahaan minyak jarak pagar untuk biodisel.Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian tekanan 200, 400 dan 600 kg/cm2, serta komposisi campuran bahan baku (tempurung biji dan kayu jarak pagar) dengan tempurung kelapa 0, 25,50, 75 dan 100%.Hasil penelitian menunjukkan, briket yang dibuat dari tempurung biji jarak pagar (100%) lebih tinggi di dalam kerapatan dan keteguhan tekan, tetapi lebih rendah di dalam kadar air, karbon terikat dan nilai kalor dari briket dari kayu jarak (100%). Briket kayu jarak pagar (100%) sebaliknya lebih tinggi dalam kadar air, karbon terikat dan nilai kalor, tetapi lebih rendah dalam kerapatan dan keteguhan tekan dari briket tempurung biji jarak pagar. Pencampuran dengan tempurung kelapa dapat meningkatkan karbon terikat dan nilai kalor briket dari tempurung biji jarak, serta meningkatkan kerapatan dan keteguhan tekan briket dari kayu jarak pagar.Beberapa sifat fisiko-kimia briket arang  telah memenuhi Standar Jepang yaitu: keteguhan tekan, kadar air, zat terbang, karbon terikat (kecuali briket arang dari tempurung biji jarak B 100/0). Sifat yang tidak memenuhi standar adalah: kerapatan, kadar abu dan nilai kalor (kecuali briket arang dari kayu jarak B 50/50).