Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Mendongeng Mengatasi Masalah Keterlambatan Bicara Dan Bahasa Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang Mitayakuna Stianto; Siti Fatimah; Fatmawati; Inge Devita Fatma; Novi Lailatul Hikmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.422

Abstract

Keterlambatan  bicara  dan  bahasa  dapat  mengakibatkan  kesulitan  belajar,  kesulitan membaca dan menulis serta mempengaruhi pencapaian akademik anak hingga dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) 2019, gangguan perkembangan bahasa diseluruh  dunia   memiliki  angka   kejadian   sebanyak   27,5%  dari  149.000.000  yang mengalami keterlambatan  bicara  dan  bahasa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara. Sampel terdiri dari 61 anak usia 4–6 tahun dari populasi 154 anak. Pre-test menunjukkan bahwa hanya 18 anak (29,51%) yang mampu menjawab pertanyaan bahasa dengan benar, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 43 anak (70,49%). Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai Z = -4,279 dan p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah intervensi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode mendongeng  pada anak usia 4-6 tahun di TK Muslimat NU 02 Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa dan bicara pada anak usia dini.
Efektivitas Terapi Pijat Dan Uap Esensial Mengurangi Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut Balita Tambakrejo Jombang Mitayakuna Stianto; Alfira Fitriana; Inge Devita Fatma
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i2.466

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada anak usia balita dan menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Jombang, angka kejadian ISPA pada balita masih tinggi. Pada bulan April 2025, terdapat 75 kasus ISPA dari total 127 balita sakit. Penanganan ISPA dapat dilakukan melalui kombinasi terapi farmakologi dan non farmakologi, yang terbukti dapat mempercepat pemulihan. Mengetahui efektivitas terhadap penyembuhan ISPA pada balita, serta memahami peran terapi non farmakologi dalam mendukung pemulihan gejala ISPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah balita yang menderita ISPA ringan hingga sedang. Data sekunder menunjukkan dari 75 balita yang mengalami ISPA, sebanyak 53 anak sembuh setelah mendapatkan terapi kombinasi (farmakologi dan non farmakologi), sedangkan 22 anak tidak mengalami perbaikan karena hanya diberi obat atau tidak mendapatkan terapi pendamping sama sekali. Balita yang mendapatkan asuhan kebidanan secara menyeluruh, termasuk terapi uap esensial oil kayu putih, pijat akupresur, dan edukasi gizi, menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu 3–4 hari. Gejala batuk dan pilek berkurang bertahap, suhu tubuh stabil, dan nafsu makan meningkat. Sementara itu, balita yang tidak mendapat terapi lengkap cenderung mengalami gejala lebih lama. Pemberian kombinasi terapi farmakologi dan non farmakologi terbukti efektif mempercepat penyembuhan ISPA pada balita. Keterlibatan orang tua dalam proses perawatan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan terapi.