p-Index From 2021 - 2026
3.662
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pitis AKP
Markus Muda
Politeknik Saint Paul Sorong

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 71 TAHUN 2010 PADA BADAN PUSAT STATISTIK KOTA SORONG Astrid P A Ayal; Pitter Leiwakabessy; Markus Muda
Jurnal Pitis AKP Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Pitis AKP (JPA) - November 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/88s09n37

Abstract

     Perkembangan ekonomi yang sangat pesat telah membuat wawasan baru mengenai setiap kebijakan pengelolaan keuangan yang ada didalam pemerintahan, baik pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Pengelolaan keuangan dan banyaknya wilayah di Indonesia membuat kebijakan pemerintah mengalami perubahan, khususnya dalam mengelola keuangan daerah. Hal ini menjadi catatan utama bagi instansi atau seseorang yang membuat laporan keuangan.      Laporan keuangan menunjukan kondisi finansial entitas dalam setiap periode tertentu. Laporan keuangan pemerintah merupakan gambaran mengenai kondisi kinerja keuangan pada entitas. Dalam hal ini laporan keuangan merupakan tolak ukur sebagai sumber dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Laporan keuangan disusun berdasarkan tata cara yang sesuai dengan ketentuan posisi keuangan dengan seluruh transaksi yang terjadi dalam sebuah entitas dalam suatu periode tertentu.      Pada penelitian ini laporan keuangan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan yaitu data dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Data ini dianalisa dengan menggunakan metode analisis komparatif. Melalui metode ini maka data laporan keuangan Badan Pusat Statistik (BPS) akan di bandingkan penyajian laporan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 yang menjadi standarisasi pelaporan keuangan instansi pemerintah maupun instansi pemerintah non kementrian.      Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa Laporan pertanggung jawaban atas laporan keuangan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 berdasarkan PSAP 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan berbasis akrual diwujudkan dalam bentuk laporan realisasi anggaran, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas, Laporan Neraca, Laporan Operasional, Laporan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Namun didalam pengaplikasiannya laporan keuangan Badan Pusat Statistik Kota Sorong hanya mempertanggung jawabkan laporan realisasi anggaran, laporan neraca, laporan operasional, laporan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Sedangkan laporan arus kas dan laporan perubahan modal tidak disajikan karena secara vertikan Badan Pusat Statistik yang menerbitkannya sehingga dipertanggung jawabkan kepada Presiden RI.
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN TARIF RAWAT INAP PADA KLINIK DR. GINTING Prilly Delvia Rumfaan; Markus Muda; Pitter Leiwakabessy
Jurnal Pitis AKP Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pitis AKP (JPA) - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/2qsmda20

Abstract

     Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penentuan tarif rawat inap Klinik Dr. Ginting dan perbedaan yang didapat antara perhitungan Klinik dan perhitungan setelah menggunakan metode Activity Based Costing. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, artinya menganalisis data dengan cara memberikan gambaran dari data yang tersedia dan menganalisisnya dengan teori yang ada. Pada Kelas I hasil perhitungan Metode Activity Based Costing lebih murah daripada tarif yang ditentukan klinik. Hal ini disebabkan karena pembebanan pada setiap cost driver dan biaya yang dikeluarkan sepadan dengan pemasukan yang diterima. Berbanding terbalik dengan hasil perhitungan Kelas II Metode Activity Based Costing yang lebih mahal. Hal ini disebabkan karena biaya-biaya setiap aktivitas yang tidak berbeda jauh bahkan sama dengan kelas I. Hasil penelitian ini masih dipertimbangkan untuk diterapkan di Klinik dr. Ginting, karena tarif yang telah ditentukan oleh pihak Klinik memberikan hasil yang lebih murah. Tetapi perhitungan tarif rawat inap menggunakan metode activity based costing dapat menjadi acuan agar laba klinik dapat meningkat pada tahun berikutnya.
PENERAPAN METODE PENYUSUTAN ASET TETAP PADA KLINIK DR. GINTING Agnes Serlinda Falikres; Markus Muda; Pitter Leiwakabessy
Jurnal Pitis AKP Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Pitis AKP (JPA) - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/2gcnba56

Abstract

Aset tetap merupakan aset perusahaan yang sangat penting, tanpa adanya aset tetap mustahil sebuah perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasional rutinnya dengan baik. Proses dasar perolehan aset tetap berwujud dan pengeluaran atau mengklasifikasikan aset tetap pada rekening laporan keuangan, terdapat perlakuan akuntansi ketika adanya penarikan aset tetap. Penarikan aset tetap diakui ketika klinik menghentikan operasional aset tetap secara normal atau terpaksa. Selain itu penulis ingin mengetahui bagaimana penerapan metode penyusutan yang ada pada klinik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.      Pengelolaan data kuantitatif ini meliputi tahapan pengumpulan data yang berupa angka dan nilai yang bertujuan untuk mengolah data. Setelah melakukan perhitungan penyusutan menggunakan 2 metode, perhitungan aset tetap yang lebih efisiensi digunakan oleh klinik yaitu perhitungan penyusutan menggunakan metode Garis Lurus karena dianggap paling sederhana dan paling sering digunakan oleh perusahaan apalagi bagi Perusahaan yang baru mau menerapkan penyusutan aset. Berdasarkan penelitian yang dlilakukan oleh penulis di Klinik dr. Ginting maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Klinik dr. Ginting tidak melakukan penyusutan terhadap aset-aset yang dimiliki oleh Klinik tersebut. Maka dari itu, penelitian penulis ini mengarah kepada penerapan metode penyusutan aset tetap agar pihak Klinik dapat melakukan penyusutan terhadap aset-aset yang mereka miliki.