Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Reorientasi Kebijakan Pendidikan Nasional Muhammad Imanullah
An-Nidhom Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PROGRAM PASCASARJANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/annidhom.v4i2.4417

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah titik awal jawaban atas tuntutan reformasi sistem pendidikan nasional dari sentralistik kepada desentralistik, maka negara harus menata ulang sistem penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan potensi, karakteristik, dan keunggulan masing-masing daerah yang selama ini kurang terakomodasi. Berangkat dari amanat undang-undang Sisdiknas tersebut, kita memperoleh gambaran yang jelas bahwa setiap warga negara seharusnya memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan yang bermutu, mulai dari tingkat pendidikan yang terendah sampai dengan yang tertinggi sekalipun. Sejumlah problematika muncul, mulai dari kesanggupan pendanaan daerah yang tidak sama, kewenangan pengangkatan guru yang diambil oleh pemerintah daerah, pemeliharaan sarana-prasarana sampai kepada kualitas hasil belajar siswa yang masih memperihatinkan, belum lagi permasalahan politik yang mempengaruhi birokrasi di daerah termasuk pendidikan, banyak guru yang dilibatkan ataupun terlibat dalam politik praktis dalam pemilihan kepala daerah, kalau menang akan meminta atau diberi jabatan lain, sebaliknya kalau kalah guru akan dimutasikan, sehingga permasalahan desentralisasi selalu bermunculkan, kesan yang ada sekarang desentralisasi dianggap menjadi permasalahan dalam duania pendidikan Indonesia.
The Perbandingan Algoritma Canny dan Algoritma Robert Pada Deteksi Tepi Kain Batik Khas Bengkulu Nuri David Maria Veronika; Adelia, Serlina; Yuza Reswan; Muhammad Imanullah
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 7 No 2 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v7i2.6577

Abstract

This research discusses the comparative analysis of the Canny algorithm and Robert's algorithm in edge detection of Bengkulu cloth (Besurek) using the Matlab GUI interface. The selection of these two methods is to consider the balance between the quality of edge detection, noise resistance, and computational complexity. By comparing these two algorithms we can choose the algorithm that suits our needs. The purpose of this research is to make a comparison between the Canny algorithm and Robert's algorithm so as to produce the best algorithm in the edge detection process based on the number of white pixels produced. From the results of the datatest edge detection test totaling 32 images, the results of the percentage value obtained are the Canny algorithm obtaining 96.875% and the Robert algorithm 3.125%. So it can be concluded that the Canny algorithm is better in the process of edge detection based on the number of white pixels produced in each image.
PEMBUATAN DATASET BIJI JAGUNG: KLASIFIKASI MENGGUNAKAN K-NEAREST NEIGHBOR aditiansyah, bima; Muhammad Imanullah; Dedy Abdullah; A.R. Walad Mahfuzhi
Journal of Technopreneurship and Information System (JTIS) Vol 8 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jtis.v8i2.8918

Abstract

Jagung adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang penting di Indonesia, selain padi dan gandum. Jenis jagung biasa dilihat dari bentuknya. Mengklasifikasikan jenis jagung bisa dikatakan cukup sulit karena bentuk biji jagung sangatlah beragam, saat ini kita memasuki zaman modern, dimana zaman yang sudah maju ini klasifikasi jenis jagung bisa menggunakan pengolahan citra digital. Salah satu cara untuk meningkatkan akurasi dalam prosesĀ  grading benih jagung adalah dengan menggunakan teknologi pengolahan citra digital. Dalam citra digital klasifikasi bentuk sebuah objek bisa menggunakan beragam metode salah satunya seperti K-Nearest Neighbors, Ada beberapa tahapan dalam penelitian ini seperti pembentukan dataset,preprocesing, penerapan algoritma k-nearest neighbor, pengujian, analisis akhir. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa algoritma k-nearest neighbor dalam pengolahan citra digital mampu terbukti efektif dalam mengklasifikasi biji jagung. pada tahap latih dengan nilai K=1 mendapatkan akurasi 100% danĀ  pada tahapan pertama tingkat akurasi yang didapat sebesar 78%, tahapan kedua mendapatkan akurasi sebesar 80,3% dan tahapan terakhir mendapatkan akurasi sebesar 76,5% dengan dijumlahkan ketiganya dan di bagi tiga mendapatkan hasil sebesar 78,26%. meskipun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, seperti pengaruh pencahayaan, resolusi gambar, dan kondisi fisik biji jagung yang dapat mempengaruhi akurasi deteksi akan lebih bagus jika menggunakan kamera professional. oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut diperlukan, seperti integrasi dengan machine learning atau kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi sistem klasifikasi biji jagung dimasa mendatang.
Pembuatan Animasi 2D Jurus Dasar PEMBUATAN ANIMASI 2D JURUS DASAR PENCAK SILAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA TSPM 088 KOTA BENGKULU: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animasi untuk Meningkatkan Pemahaman Gerak Dasar Pencak Silat farid, farid achmadi; Agung Kharisma hidayah; Muhammad Imanullah; Dandi Sunardi
Journal of Technopreneurship and Information System (JTIS) Vol 8 No 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jtis.v8i2.9528

Abstract

Berdasarkan penelitian tentang pembuatan animasi 2D jurus dasar pencak silat sebagai media pembelajaran untuk siswa TSPM 088 di Kota Bengkulu, studi ini bertujuan untuk menghasilkan animasi yang menampilkan jurus-jurus dasar pencak silat. Animasi ini dirancang sebagai alat bantu pembelajaran bagi siswa di TSPM 088, sebuah sekolah di Kota Bengkulu. Proyek ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari dan memahami gerakan dasar pencak silat melalui media visual yang interaktif dan menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah "Frame To Frame", yang memastikan adanya tahapan perencanaan, pra-produksi, produksi animasi, pengaturan timing, dan penyesuaian. Diharapkan aplikasi ini dapat meningkatkan pemahaman pengguna tentang seni bela diri tradisional Indonesia.Kesimpulan dari pembuatan animasi 2D jurus dasar pencak silat sebagai media pembelajaran untuk siswa TSPM 088 di Kota Bengkulu menunjukkan bahwa proyek ini berhasil mengembangkan animasi 2D yang efektif dalam mengajarkan jurus dasar pencak silat. Animasi ini ditujukan sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menarik, yang membantu siswa untuk lebih mudah dan jelas memahami serta mempraktikkan gerakan pencak silat. Penggunaan animasi sebagai alat bantu pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadikan proses belajar lebih menarik bagi siswa.