Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Membaca Siswa Dengan Teknik Peta Pikiran Safriandi Safriandi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil tes dan evaluasi PISA (Programme for International Students Assessment) 2015 yang dirilis 6 Desember 2016, performa membaca siswa-siswi Indonesia berada di tingkat 61 dari 69 negara yang dievaluasi. Selanjutnya, berdasarkan studi yang dilakukan oleh PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) di bidang membaca untuk siswa sekolah dasar, prestasi membaca siswa Indonesia berada di peringkat 41 dari 45 negara yang disurvei dengan total skor 405. Hasil kajian PISA dan PIRLS di atas merupakan indikasi bahwa kompetensi membaca siswa Indonesia belum berada pada peringkat yang memuaskan. Salah satu penyebab belum maksimalnya kompetensi membaca siswa adalah kurangnya pemahaman terhadap kosakata dalam teks yang mereka baca. Teknik peta pikiran dianggap tepat untuk mengatasi masalah ini. Peta pikiran merupakan teknik pencatatan menggunakan citravisual dan perangkat grafis lainnya sehingga memberi kesan yang lebih mendalam. Teknik peta pikiran merupakan teknik meringkas sumber bacaan, kemudian memvisualisasikannya dalam bentuk peta agar lebih mudah dipahami. Dengan menggunakan teknik peta pikiran ini, siswa dapat dengan cepat mengidentifikasi informasi dari teks yang mereka baca. Teknik tersebut juga dapat membantu siswa membuat catatan dari teks dengan jelas. Setiap bagian teks dapat di-recall, lalu dicatat dan dijelaskan dalam peta yang terdiri dari simbol atau gambar yang saling terhubung menjadi informasi yang lengkap.
KETIDAKTEPATAN FUNGSIOLEK OLEH MAHASISWA TERHADAP DOSEN MELALUI APLIKASI PESAN INSTAN (WHATSAPP) Safriandi Safriandi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v5i1.7960

Abstract

Penelitian ini berjudul “Ketidaktepatan Fungsiolek oleh Mahasiswa terhadap Dosen Melalui Aplikasi Pesan Instan (WhatsApp).” Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah ketidaktepatan fungsiolek oleh mahasiswa terhadap dosennya melalui aplikasi pesan instan? Tujuan penelitian ini mendeskripsikan ketidaktepatan fungsiolek oleh mahasiswa terhadap dosennya melalui aplikasi pesan instan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan pragmatis. Sumber data penelitian ini adalah pesan instan yang dikirimkan oleh mahasiswa kepada dosen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pencatatan pesan instan mahasiswa yang masuk ke aplikasi pesan instan dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pesan instan yang dikirimkan oleh mahasiswa kepada dosen, banyak ditemukan ketidaktepatan fungsiolek. Ragam bahasa yang dipilih oleh mahasiswa ketika mengirimkan pesan kepada dosen adalah ragam bahasa akrab. Pemakaian ragam bahasa ini melahirkan ketidaksantunan bahasa oleh mahasiswa terhadap dosennya. Hal ini dapat dilihat melalui ketidaktepatan diksi yang digunakan oleh mahasiswa.
Sastra Lisan Aceh Ragam Prosa di Kabupaten Aceh Utara Safriandi Safriandi; Rani Ardesi Pratiwi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2022): Jurnal Bahasa dan Sastra, Januari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.009 KB) | DOI: 10.24815/jbs.v16i1.23604

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji sastra lisan Aceh ragam prosa di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menarik dilakukan karena (1) belum dilakukan inventarisasi ragam sastra lisan Aceh di Kabupaten Aceh Utara; (2) sastra lisan Aceh di ambang kepunahan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan sastra lisan Aceh ragam prosa di Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Kabupaten Aceh Utara, yaitu Kecamatan Dewantara, Matangkuli, Muara Batu, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Samudera, Tanah Jambo Aye, Baktya, Syamtalira Aron, Meurah Mulia, Tanah Pasir, Lhoksukon. Data penelitian ini adalah sastra lisan di Kabupaten Aceh Utara. Sumber data penelitian adalah masyarakat Kabupaten Aceh Utara di Kecamatan Dewantara, Matangkuli, Muara Batu, Nisam, Nisam Antara, Paya Bakong, Samudera, Tanah Jambo Aye, Baktya, Syamtalira Aron, Meurah Mulia, Tanah Pasir, Lhoksukon. Sumber data ditentukan dengan teknik sampling snowball. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian ini ialah sastra lisan Aceh ragam prosa di Aceh Utara hanyalah berupa legenda, yaitu Mon Seuribèe, Raja Bakôy, Paya Terbang, Jeurat Manyang, Trieng Pantang, Abeuek Leungkap, Jugi Tapa, Putroe Neng, 99 Syuhada di Geudong, Rimueng Mancang dan Rimueng Kumbang. Tidak ditemukan mite dan dongeng di Kabupaten Aceh Utara.Kata Kunci: Aceh Utara, prosa, sastra lisan
KEEFEKTIFAN PERKULIAHAN DARING PADA MASA COVID-19 DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Safriandi Safriandi; Syahriandi Syahriandi; Radhiah Radhiah; Trisfayani Trisfayani
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effectiveness of online learning at the Indonesian Language Education Study Program, Malikussaleh University. This type of research is a combination research (mixed methods) qualitative and quantitative. The population of this study were all students of the Indonesian Language Education Study Program that follows online learning for the 2020/2021 school year. As for the total number of students in the Pend. Indonesian is 300 people. Because of the large population, in this study a random sample was determined. The results found 130 samples (respondents). The data collection technique of this research was carried out by online survey method using a questionnaire instrument through Google Form. The data analysis technique used is the technique proposed by Miles and Huberman. The results of this study indicate that online learning in the Indonesian Language Education Study Program, Malikussaleh University has not been effective. This is indicated by the acquisition of an average value for each indicator, which is <60%. Students prefer face-to-face learning to be carried out immediately after this pandemic ends.
ANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PELAFALAN DALAM BAHASA ACEH ANTARA DIALEK ACEH SELATAN DAN DIALEK ACEH UTARA Rami Nurpita; Iba Harliyana; Safriandi Safriandi
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is entitled “Analysis of the Similarities and Differences in Pronunciations of Acehnese in South Aceh and North Aceh Dialect”. This study aims to describe the similarities and differences in the pronunciation of North Aceh dialect and South Aceh dialect. The approach used in this study is aqualitative approach. The data was collected using the observation method with tapping technique followed by listening  proficiently, observing, taking notes, and recording. The data of this research are oral data in the form of words and sentences of Acehnese in the South Aceh dialect and the Nourth Aceh dialect. The data sourtces of this study were native speakers of Acehnese in South Aceh dialect and North Aceh dialect. The researchers selected two sub-districts in each district, namely North Kluet and Kota Bahagia sub district in South Aceh. Meanwhile, the two sub-districts in North Aceh were Muara Batu and Bandar Baro sub-district. The results of the data analysis found that there were pronunciation similaritien, but the meanings were differences in pronunciation similarities, but the meanings were different and there were differences in pronunciation, but the meaning was the same in the South Aceh dialect and the Nourth Aceh dialect.  Abstrak: Penelitian ini berjudul “Analisis Persamaan dan Perbedaan Pelafalan dalam Bahasa Aceh Dialek Aceh Selatan dan Dialek Aceh Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pelafalan bahasa Aceh dialek Aceh Selatan dan dialek Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap yang diikuti teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, catat, dan rekam. Data penelitian ini adalah data lisan berupa kata dan kalimat dialek bahasa Aceh Selatan dan dialek bahasa Aceh Utara. Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Aceh dialek Aceh Selatan dan dialek Aceh Utara, peneliti memilih dua kecamatan di masing-masing kabupaten, yaitu Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Kota Bahagia di Aceh Selatan; Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan  Banda Baro di Aceh Utara. Hasil analisis data menemukan bahwa terdapat persamaan pelafalan, tetapi maknanya berbeda dan terdapat perbedaan pelafalan, tetapi maknanya sama pada dialek bahasa Aceh Selatan dan dialek bahasa Aceh Utara.
PRESTASI BELAJAR SISWA SD KELAS I BERBAHASA PERTAMA BAHASA ACEH DI SD KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Safriandi Safriandi; Rani Ardesi Pratiwi; Maulidawati Maulidawati; Iklima Iklima; Sultan Abdul Qawi
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/dedikasi.v7i1.3424

Abstract

Banyak orang tua yang bahasa pertama mereka adalah bahasa Aceh berkomunikasi dengan anaknya menggunakan bahasa Indonesia dan mengabaikan bahasa Aceh karena mereka khawatir anaknya akan kesulitan memahami materi pelajaran di sekolah yang disampaikan dalam bahasa Indonesia sehingga prestasi mereka menurun. Atas dasar itu, hal yang sangat urgen dilakukan kajian lebih lanjut tentang pengaruh prestasi belajar siswa berbahasa pertama bahasa Indonesia dan siswa berbahasa pertama bahasa Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar bahasa Indonesia antara siswa berbahasa pertama bahasa Indonesia dan siswa berbahasa pertama bahasa Aceh. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian berupa penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di SD Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Populasi penelitian ini adalah siswa SD kelas I berbahasa pertama Bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Sampel penelitian ini sesuai dengan konsep purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan teknik angket, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis berpedoman pada alur kegiatan analisis data dari Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah siswa SD kelas I berbahasa pertama bahasa Aceh memiliki prestasi belajar di sekolah.
Bentuk Monomorfemis Ekoleksikon Perikanan Dalam Bahasa Melayu Di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara Nurmila Syaliha Simbolon; Emilda Emilda; Safriandi Safriandi
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v15i1.295

Abstract

This research examines the fisheries ecolexicon in Malay in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra. The aim of this research is to describe the form of fisheries ecolexicon units in Malay based on monomorphism in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra. This type of research uses a descriptive qualitative approach. The data sources for this research are fishermen and books related to the fisheries ecolexicon. This research data collection technique uses the listening and speaking method. The results of the research show that the fisheries ecolexicon in Malay in Kuala Tanjung Village, Sei Suka District, Batu Bara Regency, North Sumatra produces a monomorphemic lexicon consisting of 50 lexicons.
Digital Literacy of Tuntungan I Village Youth In Utilizing Social Media As Learning Media Tri Wahyu Ramadhana; Juni Ahyar; Muhammad Iqbal; Safriandi Safriandi
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 12 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i12.387

Abstract

This research is a qualitative study which aims to measure the level of awareness of teenagers in Tuntungan I village regarding the importance of digital literacy in utilizing social media as a learning medium, and to analyze teenagers' dependence on social media which can influence the effectiveness of learning. The research was carried out from 03 to 13 June 2024 in Tuntungan I Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Data collection techniques use interview techniques and questionnaires. The number of samples taken was 30 teenagers who were classified based on their age level. The research results obtained were that teenagers in Tuntungan I Village had demonstrated proficiency in using digital media, such as PowerPoint and Infocus, to present discussion results. This reflects their skills in supporting technology as an important learning tool in the school environment. The social media platforms that are often used by teenagers in Tuntungan I Village to search for information are YouTube and Instagram. The information seeking skills of teenagers in Tuntungan I village show significant dependence on social media as a source of information. From the results of calculations with respondents, 87.3% of teenagers actively use this platform for the purpose of seeking information. However, only 60.7% succeeded in finding information that was relevant to their learning.
Makian Bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara Aceh Utara Iba Harliyana; Safriandi Safriandi; Juni Akhyar; Putri Rizki Yani; Afnita Fitria
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 11 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i11.2155

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang makian bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara Aceh Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk Makian dalam bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di 4 gampong di Kecamatan Dewantara Aceh Utara, yaitu Gampong Bluka Teubai, Bangka Jaya, Geulumpang Sulu Timu, dan Geulumpang Sulu Barat. Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simak dan cakap. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa makian dalam bahasa Aceh di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terdapat 47 makian. Setelah dilakukan analisis data penelitian, ditemukan bentuk makian terdiri dari 9 makian berbentuk kata, 17 makian berbentuk frasa, 14 makian berbentuk klausa dan 7 makian berbentuk kata majemuk. Berdasarkan hasil analisis data yang dominan penggunaan makian yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Dewantara Aceh Utara adalah lebih dominan menggunakan makian berbentuk kluasa.