Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMPOSISI POC DARI BERBAGAI BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium Cepa L) DI DATARAN RENDAH Ade Mukarrama; Harli A. Karim; Satriani MS.
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3159

Abstract

Bawang Merah (Allium cepa,. L.) merupakan salah satu kebutuhan pokok, namun kebutuhan bawang merah tidak dapat dihindari oleh consumen rumah tangga sebagai pelengkap bumbu masakan sehari-hari. Kegunaan lain dari bawang merah ialah sebagai obat tradisional yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat luas. Kebutuhan dan permintaan bawang merah dari sektor industri makanan olahan memacu peningkatan pendapatan petani di berbagai daerah, Produktivitas bawang merah di Indonesia masih tergololong rendah dengan kisaran 9 ton ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 17 ton ha-1 (;Karim HA, dkk., 2019), Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pemberian pupuk organik untuk menigkatkan hasil produksi pada bawang merah. Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami. Pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair (POC).Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Mambu Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan pada bulan April sampai Juni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi berbagai sumber bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah pada dataran rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu penggunaan POC yang terdiri dari 7 taraf yaitu :K0:  Kontrol, K1:  Urin kambing 50% + Kirinyuh 30% + Air cucian beras 20%, K2    : Urin  kambing 20% + Kirinyuh 50% + Air cucian beras 30%, K3        :  Urin kambing 30% + Kirinyuh 20% + Air cucian beras 50%, K4:Urin kambing 20% + Kirinyuh 30% + Air cucian beras 50%, K5:  Urin kambing 30% + Kirinyuh 50% + air cucian beras 20%, K6:  Urin kambing 50% + Kirinyuh 20% + air cucian beras 30%. Dengan demikian dalam penelitian ini terdapat 7 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat  unit percobaan dan setiap perlakuan terdapat 16 tanaman sehingga jumlah tanaman yang digunakan adalah  tanaman.336 Hasil penelitian menunjukkan Tidak terdapat bahan komposisi POC dari berbagai bahan organik yang memberikan pengaruh terbaik terhadap semua parameter yang diamati Kata Kunci : Bahan Organik, pertumbuhan, produksi bawang merah. 
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK KALIUM DAN FOSFOR 34-52 PADA JARAK TANAM BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) Arnoldi Arnoldi; Harli A. Karim; Muh. Rifky Aulia; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.673 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.753

Abstract

Kedelai (Glycine max L) Kedelai merupakan komoditas strategis di Indonesia karena kedelai merupakan tanaman yang cocok untuk wilayah tropis sehingga kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia setelah beras dan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium dan fosfor 52-34 pada jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman kedelai (Glycine max L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari 3 taraf dengan dua faktor yaitu faktor (1) dosis pupuk dan faktor (2) jarak tanam.Penelitian diiLakukan di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, Hasil penelitian ini menunjukan pada parameter jarak tanam maupun Interaksinya dengan dosis pupuk K dan P tidak berpengaruh nyata, sedangkan pada faktor dosis pemberian pupuk K dan P berpengaruh nyata pada parameter, jumlah tangkai, jumlah polong, berat 100 biji, berat biji per plot dengan perlakuan yang terbaik yaitu dosis 60 g/plot (P2). Pada parameter tinggi tanaman juga berpengaruh nyata, dengan dosis yang terbaik namun pada perlakuan dengan dosis 30 grm/plot (P1), Sedangkan pada berat kering tidak menunjukan pengaruh yang nyata.