Suci Rizqiana
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GAYA BAHASA NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Dwi Kurniastuti; Bagiya Bagiya; Suci Rizqiana
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.166 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono; (2) skenario pembelajaran gaya bahasa novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dengan pembelajaran sastra di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang diteliti adalah gaya bahasa yang terdapat dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah (1) gaya bahasa yang digunakan dalam novel Hujan Bulan Juni, yaitu (a) gaya bahasa perbandingan antara lain: perumpamaan 14, metafora 7, personifikasi 5, depersonifikasi 1, alegori 3, antitesis 2, pleonasme 2, perifrasis 1, antisipasi 4, dan koreksi 1; (b) gaya bahasa pertentangan antara lain: hiperbola 8, litotes 2, ironi 1, oksimoron 2, paronomasia 1, paralepsis 1, zeugma 1, satire 2, inuendo 3, antifrasis 1, paradoks 3, anti klimaks 2, anastrof 3, apofasis 3, hipalase 2, sinisme 5, dan sarkasme 2. (c) gaya bahasa pertautan antara lain: metonimia 5, sinekdoke 3, alusi 1, eufimisme 1, eponim 1, epitet 5, antonomasia 2, erotesis 3, paralelisme 1, elipsis 1, asindeton 2, dan polisindeton 4; (d) gaya bahasa perulangan antara lain: aliterasi 1, asonansi 1, antanaklasis 3, kiasmus 1, epizekuis 5, anafora 8, epistrofa 1, mesodiplosis 3, epanalepsis 1, dan anadiplosis 1; (2) skenario pembelajaran gaya bahasa novel Hujan Bulan Juni dilakukan dengan mengombinasikan tiga metode pembelajaran, yaitu: metode ceramah, metode diskusi, dan penugasan. Kata Kunci: gaya bahasa, novel, dan skenario pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN PENCERAH WAJAH FAIR AND LOVELY EDISI 2012-2016 DI TELEVISI SWASTA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DI KELAS XII SMA Dewi Nur Naimah Janah; Moh. Fakhrudin; Suci Rizqiana
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.709 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi tuturan direktif dalam bahasa iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi; (2) relevansi fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi dengan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis selaku peneliti yang dibantu dengan alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) fungsi tindak tutur direktif dalam iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 terdiri dari empat fungsi, yaitu fungsi meminta (edisi 2012), fungsi menyarankan (edisi 2015), fungsi mendorong (edisi 2013), dan fungsi mengajak (edisi 2013, 2014, 2015, dan 2016); (2) relevansi pembelajaran fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi swasta dengan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi di kelas XII SMA adalah peserta didik mampu menginterpretasi makna teks iklan, baik secara lisan maupun tulisan sesuai dengan kompetensi dasar 4.1 menginterpretasi makna teks iklan, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan menganalisis fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely dapat diketahui bahwa (a) bahasa yang digunakan iklan fair and lovely memenuhi syarat sesuai dengan bahasa iklan, (b) iklan fair and lovely termasuk dalam iklan lokal yang berisi informasi produk dari suatu perusahaan untuk mencapai penjualan maksimal dan bertujuan untuk merangsang minat pembeli atau pemakai produk fair and lovely, (c) iklan fair and lovely edisi 2012-2016 memiliki beberapa kelebihan sebagai iklan televisi, yaitu memiliki daya jangkau yang luas, selektivitas dan fleksibelitas, fokus perhatian, kreativitas dan efek, prestise, waktu tertentu, dan informasi terbatas. Kata kunci: tindak tutur direktif, iklan pencerah wajah fair and lovely, dan relevansi pembelajaran