Moh. Fakhrudin
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI-NILAI MORAL NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMA Dewi Eka Karlina; Moh. Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai moral novel Cinta di Ujung Sajadah; dan (3) skenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai moral dalam novel Cinta di Ujung Sajadah di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai moral dalam novel Cinta di Ujung Sajadah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Instrumen utama penulis selaku peneliti. Analisis data dilakukan dengan teknik analisisisi. Hasil analisis disajikan secara informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Cinta di Ujung Sajadah sebagai berikut: (a) tema mayor novel ini adalah religi islami, sedangkan tema minor novel ini masalah kesabaran, masalah percintaan, dan masalah iri hati, bahasannya mengandung unsur keindahan; (b) alur yang digunakan alur sorot balik yang mampu membuat pembaca tegang dan penasaran; (c) tokoh utama adalah Cinta bersifat baik hati, mudah bergaul, suka bercanda, dan penyayang; (d) sudut pandang novel ini adalah sudut pandang persona ketiga; (e) amanat novel ini disampaikan secara implisit; (f) hubungan antar unsurnya saling terkait antara satu dengan yang lainnya. (2) nilai moral novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan: mengingat Allah, mengaji, dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi tolong menolong, berbagi cerita, persahabatan, hormat kepada orangtua, saling menyayangi, berterima kasih, rindu, dan memberi salam; (c) hubungan manusia dengan alam yaitu, menikmati pemandangan. Nilai-nilai moral tersebut disampaikan secara eksplisit bahwa moral adalah ajaran baik dan buruknya yang berkaitan dengan sikap, perbuatan, budi pekerti, dan akhlak seseorang; (3) scenario pembelajaran unsur intrinsik dan nilai moral novel Cinta di Ujung Sajadah di kelas XI SMA, menggunakan metode kuantum. Kata kunci: nilai moral, dan skenario pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA IKLAN PENCERAH WAJAH FAIR AND LOVELY EDISI 2012-2016 DI TELEVISI SWASTA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DI KELAS XII SMA Dewi Nur Naimah Janah; Moh. Fakhrudin; Suci Rizqiana
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.709 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi tuturan direktif dalam bahasa iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi; (2) relevansi fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi dengan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis selaku peneliti yang dibantu dengan alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) fungsi tindak tutur direktif dalam iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 terdiri dari empat fungsi, yaitu fungsi meminta (edisi 2012), fungsi menyarankan (edisi 2015), fungsi mendorong (edisi 2013), dan fungsi mengajak (edisi 2013, 2014, 2015, dan 2016); (2) relevansi pembelajaran fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely edisi 2012-2016 di televisi swasta dengan pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi di kelas XII SMA adalah peserta didik mampu menginterpretasi makna teks iklan, baik secara lisan maupun tulisan sesuai dengan kompetensi dasar 4.1 menginterpretasi makna teks iklan, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan menganalisis fungsi tindak tutur direktif pada iklan pencerah wajah fair and lovely dapat diketahui bahwa (a) bahasa yang digunakan iklan fair and lovely memenuhi syarat sesuai dengan bahasa iklan, (b) iklan fair and lovely termasuk dalam iklan lokal yang berisi informasi produk dari suatu perusahaan untuk mencapai penjualan maksimal dan bertujuan untuk merangsang minat pembeli atau pemakai produk fair and lovely, (c) iklan fair and lovely edisi 2012-2016 memiliki beberapa kelebihan sebagai iklan televisi, yaitu memiliki daya jangkau yang luas, selektivitas dan fleksibelitas, fokus perhatian, kreativitas dan efek, prestise, waktu tertentu, dan informasi terbatas. Kata kunci: tindak tutur direktif, iklan pencerah wajah fair and lovely, dan relevansi pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH UTAMA NOVEL KUTEMUKAN ENGKAU DI SETIAP TAHAJUDKU KARYA DESI PUSPITASARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Mugi Trilukito; Moh. Fakhrudin; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menje­las­kan (1) unsur intrinsik dalam novel Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku Karya Desi Puspitasari, (2) nilai pendidikan karakter tokoh utama dalam novel Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku Karya Desi Puspitasari, dan (3) skenario pembela­jaran unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter tokoh utama yang terdapat dalam novel Kutemukan Engkau di SetiapTahajudku Karya Desi Puspitasari di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter tokoh utama dalam novel Kutemukan Engkau di SetiapTahajudku Karya Desi Puspitasari. Fokus penelitian ini adalah unsur intrinsik dan nilai pendi­dikan karakter tokoh utama. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dengan instrument utama penulis selaku peneliti. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis disaji­kan secara informal. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsic novel Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku terdiri dari tema, yaitu kasih sayang; alur dalam novel tersebut tergolong ke dalam alur campuran; tokoh dan penokohan, Agus sebagai tokoh uta­ma; teknik pelukisan tokoh secara analitik dan dramatik; latar terbagi menjadi tiga (a) latar tempat meliputi jalanan pinggir kota, rumah Agus, rumah Hari, bengkel Joko, mushala, bar; (b) latar wak­tu melipu­ti pagi, siang, sore, dan malam; (c) latar social meliputi seorang maha­siswa, pembuattato, guru, dosen, montir bengkel; latar dalam novel berfungsi sebagai metafora dan atmosfer; dan sudut pandang yang digunakan orang ketiga serbatahu. (2) nilai pendidikan karakter tercermin dari perilaku tokoh utama dalam novel Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku meliputi penyabar, bertak­wa, peduli, tanggung jawab, pemberani, pekerja keras, rendah hati, dan ikhlas. (3) Skenario pembelajaran novel Kutemukan Engkau di SetiapTahajudku di kelas XI, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5-6 anak. Tiap kelompok ditugasi membaca novel dan mengkaji unsur intrinsik dan nilai pendi­dikan karakter tokoh utama novel tersebut dengan mencari data yang mendu­kung, dipresentasikan di depan kelas, sedangkan kelompok lain menanggapi. Setelah semua kelom­pok maju, tiap siswa membuat sinopsis. Evaluasi dilaksana­kan secara tertulis dengan teknik tes (tes esai) dan teknik nontes (kuesioner). Kata Kunci: unsur intrinsik novel, nilai pendidikan karakter, skenario pembelajaran