Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Analysis of Residues Pesticide in Curly Red Chili and Big Red Chili (Capsicum annum) at Traditional Market of Makassar City Riski Amaliah; Makmur Selomo; Muhammad Rusmin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1 No 3 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.381 KB)

Abstract

Chili (capsicum annuum) is one of the important vegetable crops. Pesticides are remaning levels of residue pesticide after being applicated to crops. In Indonesia pesticide is widely used in agriculture to increase food production. Side effects of pesticide use can cause environmental pollution and leave residues pesticidein agricultural yields. This study aims to determine the content of residues pesticide in curly red chili and big red chili in in 2014 at traditional market of Makassar city. Type of research is descriptive quantitative approach. The sample selection is based on purposive sampling method, the sample criteria of chili is from two major distributors to market, curly red chili and big red fresh chili, chili is not getting any treatment from the distributor. The results of this study indicate the detection of pesticide residues with the active ingredient in red chili big profenofos in the capture of the distributor Pa'baeng-Baeng market and Terong market in 2014 of Makassar city ie <0.1 mg/kg, but still far from the quality standard threshold value of residues pesticide is 0.5 mg/kg. The chili is still considered safe.Keywords: Chili, Residues, Pesticides, Traditonal Market 
Pengelolaan Sampah Makroplastik menjadi Ecobrick (sofa) dalam Upaya Mengurangi Sampah di Lingkungan SD Inpres Bontoala 1 Yulianti; Maspa, Sri Endang Rahayu; Riski Amaliah; Suci Asrinda; Bancong, Hartono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 2 (2024): ABDIMAS PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i2.2198

Abstract

Sampah makroplastik adalah limbah plastik berukuran besar yang umum ditemukan di berbagai tempat, termasuk lingkungan sekolah. Selain menciptakan masalah estetika, jenis sampah ini juga berdampak serius pada kesehatan dan kebersihan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir sampah makroplastik dengan meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan peserta didik melalui pengelolaan sampah makroplastik menjadi ecobrick. Adapun tahapan yang dilakukan dalam mengelola sampah makroplastik menjadi ecobrick yaitu 1) Mengedukasi peserta didik; 2) Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan; 3) Mengumpulkan dan memilah sampah plastik; 4) Pencucian sampah plastik; 5) Menjemur dan membersihkan sampah plastik; 6) Menggunting sampah yang telah dibersihkan; 7) Mengisi botol dengan sampah plastik sampai benar-benar padat dan meunjukkan berat ±500 gram; 8) Menyatukan dan merangkai botol menjadi sofa menggunakan lakban; dan 9) Melapisi bagian atas ecobrick dengan triplek. Hasil dari kegiatan ini memperoleh respon positif dari warga SD Inpres Bontoala 1, peserta didik jadi lebih sadar terkait pentingnya menjaga lingkungan, sampah makroplastik di lingkungan sekolah jadi terminimalisir, dan kreativitas peserta didik jadi meningkat melalui pengelolaan sampah makroplastik menjadi ecobrick.
Pengelolaan Sampah Makroplastik menjadi Ecobrick (sofa) dalam Upaya Mengurangi Sampah di Lingkungan SD Inpres Bontoala 1 Yulianti; Maspa, Sri Endang Rahayu; Riski Amaliah; Suci Asrinda; Bancong, Hartono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i2.2198

Abstract

Sampah makroplastik adalah limbah plastik berukuran besar yang umum ditemukan di berbagai tempat, termasuk lingkungan sekolah. Selain menciptakan masalah estetika, jenis sampah ini juga berdampak serius pada kesehatan dan kebersihan lingkungan. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir sampah makroplastik dengan meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan peserta didik melalui pengelolaan sampah makroplastik menjadi ecobrick. Adapun tahapan yang dilakukan dalam mengelola sampah makroplastik menjadi ecobrick yaitu 1) Mengedukasi peserta didik; 2) Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan; 3) Mengumpulkan dan memilah sampah plastik; 4) Pencucian sampah plastik; 5) Menjemur dan membersihkan sampah plastik; 6) Menggunting sampah yang telah dibersihkan; 7) Mengisi botol dengan sampah plastik sampai benar-benar padat dan meunjukkan berat ±500 gram; 8) Menyatukan dan merangkai botol menjadi sofa menggunakan lakban; dan 9) Melapisi bagian atas ecobrick dengan triplek. Hasil dari kegiatan ini memperoleh respon positif dari warga SD Inpres Bontoala 1, peserta didik jadi lebih sadar terkait pentingnya menjaga lingkungan, sampah makroplastik di lingkungan sekolah jadi terminimalisir, dan kreativitas peserta didik jadi meningkat melalui pengelolaan sampah makroplastik menjadi ecobrick.