Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PEMANTAUAN PEREDARAN KAYU DI KALIMANTANTENGAH 0 K Karyono; Triyono P
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.15.7.423-432

Abstract

Pada sistem self  assesment pemantauan  peredaran  kayu  dititik  beratkan pada evaluasi dokumen. Tujuan kajian  ini adalah  untuk mengetahui sejauh mana sistem tersebut dapat mencegah peredaran kayu ilegal dan mengetahui  sejauh mana efektifitas pemantauan dapat ditingkatkan.Kajian yang dianalisis  secara kuantitatif dan kualitatif ini menunjukkan bahwa  tiadanya pemeriksaan fisik  terhadap peredaran  kayu di Kalimantan Tengah memberikan kesempatan kepada  HPH dan IPKH mengedarkan kayu ilegalnya  ke propinsi lain. Pada tahun 1995/1996, di Jawa Timur dan Kalimantan Baral  secara berturut-turut ditemukan 124 buah SAKO palsu (56. 747 m3 kayu olahan)  dan 9 buah SAKB palsu (6.451 m3 kayu bulat) yang berasal dari Kalimantan Tengah.  Sistem ini dapat ditingkatkan efektifitasnya dengan cara memperbaiki koordinasi dan komunikasi petugas  Kehutanan antar propinsi.
KAJIAN PEMANTAUAN PEREDARAN KAYU DI KALIMANTANTENGAH 0 K Karyono; Triyono P
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1998.15.7.423-432

Abstract

Pada sistem self  assesment pemantauan  peredaran  kayu  dititik  beratkan pada evaluasi dokumen. Tujuan kajian  ini adalah  untuk mengetahui sejauh mana sistem tersebut dapat mencegah peredaran kayu ilegal dan mengetahui  sejauh mana efektifitas pemantauan dapat ditingkatkan.Kajian yang dianalisis  secara kuantitatif dan kualitatif ini menunjukkan bahwa  tiadanya pemeriksaan fisik  terhadap peredaran  kayu di Kalimantan Tengah memberikan kesempatan kepada  HPH dan IPKH mengedarkan kayu ilegalnya  ke propinsi lain. Pada tahun 1995/1996, di Jawa Timur dan Kalimantan Baral  secara berturut-turut ditemukan 124 buah SAKO palsu (56. 747 m3 kayu olahan)  dan 9 buah SAKB palsu (6.451 m3 kayu bulat) yang berasal dari Kalimantan Tengah.  Sistem ini dapat ditingkatkan efektifitasnya dengan cara memperbaiki koordinasi dan komunikasi petugas  Kehutanan antar propinsi.