Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI CACAT PENGERINGAN DAN PEMESINAN PADA EMPAT JENIS KAYU CEPAT TUMBUH TERMODIFIKASI PANAS Ulfa Adzkia; Trisna Priadi; Lina Karlinasari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24022.219 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2019.37.3.204-216

Abstract

Perlakuan panas merupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan kualitas kayu termasuk untuk kayu cepat tumbuh. Namun perlakuan tersebut dapat menyebabkan cacat pengeringan serta perubahan sifat pemesinan setelah perlakuan panas. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh variasi jenis kayu dan waktu pemanasan terhadap adanya cacat pengeringan dan pemesinan kayu cepat tumbuh. Jenis kayu cepat tumbuh yang digunakan adalah jati, mangium, jabon dan sengon. Perlakuan panas dilakukan pada suhu 165ºC dengan variasi waktu 0 jam (kontrol), 2 jam dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan kerapatan kayu menurun setelah perlakuan panas. Perlakuan panas berhasil menurunkan kadar air 57% dan menyebabkan penurunan kerapatan kayu hingga 20% dibandingkan dengan kayu kontrolnya. Cacat pengeringan retak ujung pada jati, mangium, jabon dan sengon meningkat setelah perlakuan panas selama 2 dan 6 jam. Di sisi lain, cacat retak permukaan pada jati, mangium, sengon dan jabon berkurang. Cacat setelah menerapkan kegiatan pemesinan yaitu cacat pengamplasan, penyerutan, pembentukan, dan pengeboran menurun pada jati, mangium, jabon dan sengon setelah perlakuan panas 2 dan 6 jam. Jati adalah spesies kayu terbaik dalam hal kualitas pemesinan setelah perlakuan panas diikuti oleh jabon, mangium, dan sengon. Pada suhu 165°C dalam 2 jam dianggap sebagai waktu yang tepat untuk perlakuan panas dalam hal memperoleh cacat minimal pengeringan dan pemesinan.
EVALUASI CACAT PENGERINGAN DAN PEMESINAN PADA EMPAT JENIS KAYU CEPAT TUMBUH TERMODIFIKASI PANAS Ulfa Adzkia; Trisna Priadi; Lina Karlinasari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2019.37.3.204-216

Abstract

Perlakuan panas merupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan kualitas kayu termasuk untuk kayu cepat tumbuh. Namun perlakuan tersebut dapat menyebabkan cacat pengeringan serta perubahan sifat pemesinan setelah perlakuan panas. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh variasi jenis kayu dan waktu pemanasan terhadap adanya cacat pengeringan dan pemesinan kayu cepat tumbuh. Jenis kayu cepat tumbuh yang digunakan adalah jati, mangium, jabon dan sengon. Perlakuan panas dilakukan pada suhu 165ºC dengan variasi waktu 0 jam (kontrol), 2 jam dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan kerapatan kayu menurun setelah perlakuan panas. Perlakuan panas berhasil menurunkan kadar air 57% dan menyebabkan penurunan kerapatan kayu hingga 20% dibandingkan dengan kayu kontrolnya. Cacat pengeringan retak ujung pada jati, mangium, jabon dan sengon meningkat setelah perlakuan panas selama 2 dan 6 jam. Di sisi lain, cacat retak permukaan pada jati, mangium, sengon dan jabon berkurang. Cacat setelah menerapkan kegiatan pemesinan yaitu cacat pengamplasan, penyerutan, pembentukan, dan pengeboran menurun pada jati, mangium, jabon dan sengon setelah perlakuan panas 2 dan 6 jam. Jati adalah spesies kayu terbaik dalam hal kualitas pemesinan setelah perlakuan panas diikuti oleh jabon, mangium, dan sengon. Pada suhu 165°C dalam 2 jam dianggap sebagai waktu yang tepat untuk perlakuan panas dalam hal memperoleh cacat minimal pengeringan dan pemesinan.
Physical and Mechanical Properties of Oriented Flattened Bamboo Boards from Ater (Gigantochloa atter) and Betung (Dendrocalamus asper) Bamboos Alfira Ramadhani Putri; Nur Alam; Ulfa Adzkia; Yusup Amin; I Wayan Darmawan; Lina Karlinasari
Jurnal Sylva Lestari Vol. 11 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v11i1.614

Abstract

Bamboo-based composite has been used widely for building components and furniture. Oriented flattened bamboo board (OFBB) is a composite board consisting of oriented structure sheets of flattening bamboo. This study aimed to analyze the physical and mechanical properties of the OFBB from ater (Gigantochloa atter) and betung (Dendrocalamus asper) bamboo. A three-layer flattened bamboo board using the isocyanate resin with a density target of 0.6 g/cm3 was applied. The characteristics of raw bamboo, the contact angle of OFBB, and board properties of density, moisture content, thickness swelling, and water absorption, as well as bending, internal bonding (IB), and compressive strength properties were determined to evaluate the quality of the OFBB.  Based on the findings, the thin wall thickness of ater bamboo enhanced the physical and mechanical properties of the OFBB compared to the higher wall thickness of betung bamboo.  Therefore, further development in bamboo composite products with those anatomical properties seems promising. The dimensional stability and bending properties of OFBB from ater bamboo met the quality of first grade of the Canadian Standard for OSB and waferboard, except for the IB strength. Keywords: Bamboo wall thickness, contact angle, Dendrocalamus asper, Gigantochloa atter, oriented flattened bamboo board