Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Political Communications in the Public Sphere Student Protest in Indonesia 2019-2020 Erik Ardiyanto
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 2 (2021): December 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i2.589

Abstract

The government and the parliament have decided to pass problematic bills, such as the Corruption Eradication Commission Bill (RUU KPK), the Criminal Code Bill (RUU KUHP), and the Omnibus Law (RUU Cipta Kerja) into laws. The reasons behind the passage of the bills irto laws are to make bureaucracy easier and facilitate foreign investment inflows to Indonesia. However, the decision-making process failed to involve elements of the community, such as academics, workers, working class, press, and related stakeholders. Consequently, students staged rallies to protest against the passage of the bills into laws in 2019 – 2020. This researchuses an approach qualitative methodology with a critical paradigm. The goal of critical theory is to change a reality that is always unbalanced and dominated.This research tries to encourage change towards a better society and emancipations. The data analysis technique comprises analysis of information sources from the mass media and analysis of research documents. The results of this study find that students had two strategic political communications during the protest. First, the social media movement sent hash tagged messages such as #Reformasidikorupsi #Gejayanmemangil and #Mositidakpercaya. Second, student staged demonstrations in front of the Presidential Place and the House of Representatives Building. When the government and parliament conspire  with oligarchs to make policies to maintain power, then  conflicts of interest with society, and  student protests will be inevitable.  As a result, the students have declared a motion of no confidence for parliament in a non-parliamentary participatory democratic system.
Hiperrealitas Makna Bahagia Perempuan Karir Generasi Millennial Abad 21 Erik Ardiyanto
Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v8i1.5923

Abstract

Revolusi Industri 4.0 menciptakan sebuah paradigma baru yang sering disebut internet of things. Perubahan pardigma berpikir yang besar ini sangat mempengaruhi system dunia kerja saat ini. Perubahan ini tidak lain karena adanya otomasi disrutiption dalam bidang pekerjaan kshusnya perempuan. Selain itu konsep kolaborasi yang di tawarkan revolusi industri kali ini justrul melangengakan hegemoni sistem kapitalisme itu sendiri. Dalam hal ini sangat merugikan perempuan. Konsepkebahagiaan perempuan karir di abad 21 adalah buah hasil dari konstruksi perkembangan teknologi Iinformasi dan komunikasi. Efek budaya modern kontemporer sangat nyata dalam menggubah perilaku perempuan karir hari ini dalam memaknai sebuah pekerjaan. Dalam bentuk pekerjaan modern seperti sekarang yang dianggap maju oleh sebagian kalangan, justrul dalam prakteknya masih melanggengkan system patriarki yang selama ini ditentang oleh perempuan karir. Serta masih banyak bentuk ketidakailan gender dalam pekerjaan khusunya bagi perempuan karir hari ini. Disisi lain ada juga semacam gagap budaya barat antara wanita karir di sektor formal, informal, pendatang, atau yang dari Jakarta. Namun dengan seiring berjalanya waktu dan perkembangan zaman seperti sekarang ini yang menjadi perhatian sekaligus catatan dalam penelitian kali ini. Ketika semua pekerjaan nantinya sudah terotomasi semua dengan segala kemudahanya. apakah makna Bahagia dalam karir itu akan menjadi “Hyperrealitas” karena dalam penlitian ini saya juga mendapati bahwa sudah ada teknologi “Editing Genome” yang bisa merancang suatu kebahagian
Komunikasi Gender: Komunikasi Gender: Perempuan Karir, Makna Bahagia dan Citra Diri di Sosial Media erik ardiyanto
Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Komunika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/komunika.v8i1.7195

Abstract

Istilah gender merupakan konstruksi sosial yang bertujuan untuk menyetarakan laki – laki dan perempuan dalam masyarakat. Sejak awal perempuan selalu dinilai tidak mempunyai akses dan kesempatan yang setara dengan laki – laki dalam sektor pekerjaaan. Keadaan ini ditengarai ikut menghambat perempuan dalam mengapai karirnya. Komunikasi merupakan alat konstruksi kesetaraan dalam kaitanya dengan gender dan pekerjaan. Dengan komunikasi yang setara antara laki – laki dan perempuan dalam karir diharapkan akan mewujudkan kesetaran dalam dunia kerja serta mengurangi kultur patriarki. Keadaan tersebut tentu akan ikut mendorong kesempatan perempuan dalam menggapai karirnya. Penelitian ini berusaha menjelaskan bentuk komunikasi gender perempuan karir di Kota Jakarta. Sedangkan fokus penelitian ini adalah ingin menguraikan bentuk komunikasi gender yang terbagi menjadi tiga hal yang meliputi: perempuan karir, makna bahagia dan citra diri di sosial media. Teori dalam penelitian ini mengunakan teori komunikasi feminisme dengan menitik beratkan pada pengalaman empiris para narasumber selama bekerja. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawacara mendalam dan pengumpulan data terhadap sepuluh perempuan karir di Jakarta yang terbagi menjadi pekerja formal dan informal. Hasil penelitian ini masih menunjukan bahwa masih banyak bentuk ketidakdilan gender dalam pekerjaan perempuan yang masih menghambatnya dalam karir. Serta perempuan karir yang lebih mengejar passion dalam bekerja terdapati lebih bahagia dalam hidup. Juga pekerja sektor informal yang memanfatkan media sosial sebagai medium pekerjaan terdapati lebih mempunyai penghasilan lebih tinggi dibanding pekerja formal
Analisis Strategi Komunikasi Politik Mahasiswa dalam Aksi Indonesia Gelap 2025 Erik Ardiyanto; Ruth Stany Melisa

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.6132

Abstract

Aksi protes mahasiswa di Indonesia telah lama menjadi elemen penting dalam dinamika politik negara. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, munculnya aksi mahasiswa yang bergerak di ranah media sosial, komunikasi, dan strategi baru membawa tantangan tersendiri. Penelitian ini mencoba menganalisis strategi komunikasi politik mahasiswa dalam aksi "Indonesia Gelap" 2025. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti peran mahasiswa dalam menggunakan media digital (Instagram, Twitter, TikTok) untuk menyampaikan pesan politik dan menggalang dukungan massa. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas digital menjadi alat efektif untuk memobilisasi publik, terutama melalui bahasa kritis dan provokatif yang menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil, seperti pemangkasan anggaran pendidikan dan kenaikan biaya hidup. Mahasiswa berperan sebagai pemain kunci dalam menyusun narasi publik, memediasi dialog antara masyarakat dan pemerintah, serta memperkuatpartisipasi demokratis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa komunikasi politik dalam aksi protes mahasiswa Indonesia gelap menciptakan dinamika baru dalam proses politik negara.
REPRESENTASI PERAN IBU DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Zahra, Misyka; Ramadhan, Naufal Habib; Al Farisi, Rayhan Salman; Ardiyanto, Erik
Konvergensi Vol 5 No 2 (2024): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi (Desember 2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/kvg.v5i2.991

Abstract

Film "Ngeri-Ngeri Sedap" menampilkan dinamika keluarga Batak yang diwarnai konflik antara orang tua dan anak-anak mereka yang enggan pulang kampung. Film ini menawarkan gambaran tentang pergeseran nilainilai dan peran dalam keluarga Batak kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu dalam film tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis dialog antar tokoh, ditemukan bahwa ibu (Mak Domu) tidak hanya berperan sebagai penjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi juga menunjukkan keberanian dalam menentang stereotip dan memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan. Mak Domu merepresentasikan perempuan Batak modern yang mandiri, kritis, dan berani menyuarakan pendapat. Penelitian ini, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang mana lebih mengarah kepada analisis mendalam terhadap suatu objek yang diteliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa film "Ngeri-Ngeri Sedap" menawarkan pemaknaan baru tentang peran ibu dalam keluarga Batak, yang tidak lagi terbatas pada tugas-tugas domestik, tetapi juga aktif dalam mengambil keputusan dan menentukan arah keluarga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa film ini mencerminkan sebuah transformasi dalam peran gender dalam masyarakat, di mana ibu tidak hanya sebagai figur pendukung, tetapi turut menjadi agen perubahan dalam keluarga. Dengan demikian, film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi sosial yang mengangkat isu-isu penting terkait peran keluarga, tradisi, dan modernitas dalam masyarakat Indonesia saat ini. Kata Kunci: Ngeri-Ngeri Sedap, peran ibu, semiotika, Roland Barthes, keluarga Batak, gender
Analisis Strategi Komunikasi Politik Mahasiswa dalam Aksi Indonesia Gelap 2025 Erik Ardiyanto; Ruth Stany Melisa
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.6132

Abstract

Aksi protes mahasiswa di Indonesia telah lama menjadi elemen penting dalam dinamika politik negara. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, munculnya aksi mahasiswa yang bergerak di ranah media sosial, komunikasi, dan strategi baru membawa tantangan tersendiri. Penelitian ini mencoba menganalisis strategi komunikasi politik mahasiswa dalam aksi "Indonesia Gelap" 2025. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti peran mahasiswa dalam menggunakan media digital (Instagram, Twitter, TikTok) untuk menyampaikan pesan politik dan menggalang dukungan massa. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas digital menjadi alat efektif untuk memobilisasi publik, terutama melalui bahasa kritis dan provokatif yang menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil, seperti pemangkasan anggaran pendidikan dan kenaikan biaya hidup. Mahasiswa berperan sebagai pemain kunci dalam menyusun narasi publik, memediasi dialog antara masyarakat dan pemerintah, serta memperkuatpartisipasi demokratis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa komunikasi politik dalam aksi protes mahasiswa Indonesia gelap menciptakan dinamika baru dalam proses politik negara.