Ali Mufron
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pesantren Pendidikan Prioritas: Upaya Mencegagah Radialisme Melalui Pendidikan Multikulturalisme di Pesantren Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2020): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penilaian terhadap pondok pesantren yang akhir-akhir ini mendapatkan stigma yang negatif bahwa pesantren sebagai sarang teroris. Padahal pesantren merupakan salah satu sub model pendidikan dengan ciri khasnya yang sudah terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap praktik keberagaman dalam berbangsa dan bernegara. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan melalui data primer pembacaan buku-buku mutakhir. Kajian ini dengan melibatkan teman sejawat yaitu dosen-dosen manajemen pendidikan Islam dari berbagai kampus, dengan langkah-langkah: pengujian naskah melalui diskusi, kritik, saran, perbaikan, dan finalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pondok pesantren sebagai salah satu sub dari pendidikan di Indonesia terbukti telah berhasil mewujudkan Islam yang sejuk dan damai sebagaimana yang diajarkan Rasulnya.
Filantropi Islam Sebagai Stabilitas Kehidupan Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 10 No. 1 (2017): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.934 KB)

Abstract

Secara  bahasa,  filantropi  berarti  kedermawanan,  kemurahatian,  atau  sumbangan  sosial; sesuatu yang menunjukkan cinta kepada manusia. Istilah filantropi (philanthropy) ini sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, philos (cinta) dan anthropos (manusia), yang secara harfiah diartikan sebagai  konseptualisasi  dari  praktik  memberi  (giving),  pelayanan  (service)  dan  asosiasi (association) dengan sukarela untuk membantu pihak lain yang membutuhkan sebagai ekspresi rasa cinta.Dalam  hal  ini,  Islam  menampilkan  dirinya  sebagai  agama  yang  berwajah filantropis. Wujud  filantropi  ini  digali  dari  doktrin  keagamaan  yang  bersumber  dari  al-Qur‟an dan Hadits yang dimodifikasi dengan perantara mekanisme ijtihad sehingga institusi zakat, infak, sedekah, dan wakaf muncul.  Tujuannya adalah supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang  kaya  saja.  Karena  itu,  filantropi  Islam  dapat  juga  diartikan  sebagai  pemberian karitas  (charity)  yang  didasarkan  pada  pandangan  untuk  mempromosikan  keadilan  sosial  dan maslahat bagi masyarakat umum.Dalam al-Qur‟an, dasar filantropi Islam bersumber dari Surat al-Ma‟ûn: 1-7, Di mana salah satu dari tanda orang yang mendustakan agama adalah tidak menyantuni anak yatim.  Dan pada bunyi ayat ; “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan  mensucikan  mereka,  dan  berdoalah  untuk  mereka.  Sesungguhnya  doamu  itu  (menjadi) ketenteraman  jiwa  bagi  mereka.  Dan,  Allah  Maha  Mendengar  lagi  Maha  Mengetahui”.  Itu artinya  ada  konsep  sosial  keagamaan  yang  kemudian  memunculkan  doktrin  zakat  (tazkiyah) yang  mengalami  dua  tahap  yaitu,  tahap  makkiyah  (theologis)  yang  merupakan  tahap pembersihan diri, dan tahap madaniyah  yaitu tahap pembersihan harta dengan memberikannya kepada delapan ashnâf seperti yang terdapat dalam Q.S. At-Taubah: 60. Diharapkan dengan konsep  filantropi  Islam ini umat Islam faham betul tentang bagaiman kemaslahatan itu bisa lestari dan terlaksana agar tidak ada kesenjangan diantara si kaya dan si miskin. Nilai-nilai filantropi Islam ini sangat dibutuhkan pada era kini, karena sangat berkurangnya kesadaran  moral  untuk  saling  menolong,  dan  menjadikan  manusia  terkotak-kotakkan  pada keadaan.  Padahal  jika  kesadaran  dalam  menjalankan  konsep  filantropi  Islam  ini  bisa  terusmenerus dan meningkat, tidak di pungkiri akan meningkatnya kesejahteraan di muka bumi.Semoga  kita  sebagai  umat  Islam  dapat  meningkatkan  kesadaran  saling  tolong  menolong dan  menerapkan  konsep  filantropi  Islam,  dan  dapat  meningkatkan  kualitas  manusia  sebagai kholifah fil ard yang dapat menstabilkan kehidupan di dunia dan bermanfaat di akhirat.
Landasan Epistemologis Manajemen Pendidikan Islam dalam Al-Quran dan Hadits Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2018): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.677 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengetahui Landasan Epistemologis Manajamen Pendidikan Islam dalam al-Qur‟an dan Hadits. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan melalui data primer pembacaan buku-buku mutakhir. Kajian ini dengan melibatkan teman sejawat yaitu dosen-dosen manajemen pendidikan Islam dari berbagai kampus, dengan langkah-langkah: pengujian naskah melalui diskusi, kritik, saran, perbaikan, dan finalisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Landasan Epistemologis Manajamen Pendidikan Islam dalam al-Qur‟an dan Hadits dibagi menjadi dua, yakni landasan pokok dan landasan operasional: (1) Landasan pokok, yaitu al-Qur‟an, Sunnah, dan Ijtihad; (2) Landasa opersional manajemen pendidikan Islam, yaitu historis, hukum atau yuridis, sosial, ekonomi, psikologis, dan filosofis.
World Class University pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Kebijakan dan Strategi Transformasi Ali Mufron
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 14 No. 1 (2021): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to understand and determine the direction of policies and strategies for the transformation of the Islamic Religious College Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) into a World Class University (WCU). The method used by the writer in this research was literature, through primary data by reading primary books. This study involved colleagues, lecturers of Islamic education management from various campuses, with the following steps: testing the manuscript through discussion, criticism, suggestion, improvement, and finalization. Based on the results of the study, it is concluded that PTKI in its efforts to become a WCU must be able to lay a strong basis through the development of the character of educators and educational staff who have academic ethics with rational, objective and normative characteristics. Those academic ethics must be fundamental elements of morality in facing social, economic, political, cultural and science and technology developments.
Personality Competence Of Islamic Religious Education (PAI) Teachers In Shaping The Character Of Students Marita Lailia Rahman; Ali Mufron; Yeni Yeni
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 8 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/alwijdn.v8i3.2330

Abstract

A qualified teacher must meet several competency requirements. The competencies are included pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence. In this paper, the author is interested in using personality competencies among the four competencies. The purpose of this study was to find out whether there was an influence of PAI teachers' personality competence on the character of students. The research method used in this study is qualitative. The study's results above show that the personality competence of PAI teachers in building students' character has a positive and significant effect on student character formation. The basic competencies possessed by a teacher must be able to shape the character of a learner, just as a teacher must have values of discipline, responsibility, and religion. A teacher must be able to set an example to be able to achieve certain goals and be able to shape the character of a learner.   Keywords: Personality Competence, PAI Teacher, Learner Character