Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Bercerita Menggunakan Media Film Kartun dengan Metode Talking Stick Pada Siswa Kelas VII SMP Ulul Albab Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 Muhammad Farhan Abdurrahman
SURYA BAHTERA Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.258 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran bercerita menggunakan media film kartun dengan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab Purworejo, (2) perubahan Perilaku siswa dalam pembelajaran bercerita menggunakan media film kartun dengan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab Purworejo, dan (3) memaparkan hasil peningkatan  keterampilan bercerita menggunakan media film kartun dengan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab. Proses pembelajaran bercerita menggunakan media film kartun dengan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab Purworejo (a) siswa diberikan gambar seri film kartun “Shaun The Sheep”, (b) siswa menentukan pokok-pokok cerita dari seri film kartun, (c) siswa menyaksikan film kartun, (d) siswa menyusun pokok-pokok cerita menjadi keseluruhan cerita yang utuh, (e) berlatih bercerita, (f) siswa menyaksikan kembali film kartun yang berjudul “Shaun The Sheep”, (g) siswa bermain talking stick, (h) siswa bercerita di depan kelas sekaligus dilakukan penilaian kompetensi bercerita oleh guru (i). Perubahan perilaku meningkat, jika pada siklus I siswa masih merasa malu, grogi, kurang percaya diri pada siklus II siswa menunjukan sikap positif, mereka lebih percaya diri dan menyukai pembelajaran. Peningkatan keterampilan bercerita menggunakan media film kartun dengan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab Purworejo mengalami peningkatan dari setiap siklusnya. Hasil tes mengalami peningkatan sebesar 7,37%. Pada siklus I nilai rerata siswa sebesar 67,83 sedangkan pada siklus II nilai rerata siswa menjadi 75,20.Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran keterampilan bercerita menggunakan media film kartun dan metode talking stick pada siswa kelas VII SMP IT Ulul Albab Purworejo mengalami peningkatan.   Kata Kunci: keterampilan bercerita, media film kartun, metode talking stick.
Manajemen Perianestesi Subarachnoid Block Pada Pasien ORIF Fraktur Femur Dextra: Studi Kasus Muhammad Farhan Abdurrahman; Kakha Agniansyah; Dicky Delfiando; Putri Larasati; Amin Susanto; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Femoral fracture is a major orthopedic injury requiring operative management to prevent complications and restore limb function. Anesthetic technique plays a crucial role in the success of surgical intervention. This case report employed a descriptive observational method with a case study approach on a 36-year-old male patient with a complete fracture of the middle third of the right femur who underwent Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Data were collected from medical records, physical examination, laboratory tests, radiological findings, as well as intraoperative and post-anesthesia monitoring. Anesthetic management was performed using spinal anesthesia with 15 mg of intrathecal bupivacaine, supported by multimodal analgesia and fluid therapy to maintain hemodynamic stability. During surgery, the patient remained stable, although shivering occurred and was successfully managed with intravenous pethidine and external warming. Post-anesthesia, the patient demonstrated gradual motor recovery, stable vital signs, and no serious complications. In conclusion, spinal anesthesia proved effective in providing adequate analgesia, maintaining hemodynamic stability, and reducing intraoperative complications in patients undergoing ORIF for femoral fracture. This case highlights the importance of selecting an appropriate anesthetic technique, close monitoring, and prompt intervention to ensure patient safety and favorable clinical outcomes