Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENENTUAN KRITERIA MASAK FISIOLOGIS BUAH MINDI (Melia azedarachs BERDASARKAN SIFAT-SIFAT FISIK, FISIOLOGIS DAN BIOKIMIA Eliya Suita; Nurhasybi Nurhasybi; Naning Yuniarti
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 5, No 2 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.051 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2008.5.2.75-82

Abstract

Mindi (Melia azedarach) merupakan salah satu jenis pohon serba guna yang perlu dikembangkan terkait dengan penggunaan kayunya. Untuk menentukan waktu pengumpulan buah yang tepat diperlukan informasi mengenai masak fisiologis yang dicirikan oleh perubahan wama kulit buah, dari hijau, hijau kekuningan dan kuning. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan parameter jumlah benih per liter, berat 1.000  butir, daya berkecambah dan kadar air benih. Data dilengkapi dengan komposisi kimia benih dari ketiga tingkat kemasakan buah tersebut. Analisis sidik ragam menunjukkan wama buah berpengaruh terhadap jumlah benih per liter, kadar air benih dan daya berkecambah benih mindi. Jumlah benih per liter buah berwama hijau (1.562 butir) tidak berbeda nyata dengan berwana hijau kekuningan (1.600 butir) tetapi berbeda nyata dengan kuning (.1504 butir). Berat 1000 butir benih dari buah berwama kuning (426,10 gram) tidak berbeda dengan hijau kekuningan (422,17  gram) tetapi berbeda nyata dengan hijau (416,54 gram). Kadar air benih dari buah berwarna hijau (27,21 %) berbeda nyata dengan hijau kekuningan (16,96 %) dan kuning (15,86  %).  Daya berkecambah benih dari buah yang berwarna hijau (0 %) juga berbeda nyata dengan benih dari buah yang berwama hijau kekuningan (34,5 %) dan kuning (35 %). Komposisi kimia benih masing-masing dari warna kulit buah hijau mengandung karbohidrat (16,80  %), protein (2,99  %) dan lemak (0,69 %), buah hijau kekuningan mengandung  karbohidrat ( 16,4 7 %), protein (2,98 %) dan lemak (4,08  %), sedangkan buah kuning mengandung karbohidrat (18,97  %), protein (3,40 %) dan lemak (4,82 %). Waktu pengumpulan buah mindi direkomendasikan ketika buah berwama kuning dan/atau hijau kekuningan.  
PENGARUH RUANG, MEDIA DAPERIODE SIMPAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KEMENYAN (Styrax benzoin Dryand) Eliya Suita
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 5, No 1 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.4 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2008.5.1.45-52

Abstract

Benih kemenyan mempunyai kadar air awal yang tinggi yaitu rata-rata sekitar 45%, menunjukkan bahwa jenis ini termasuk jenis rekalsitran yang tidak tahan terhadap pengeringan dan tidak dapat disimpan pada suhu rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan ruang simpan, media simpan dan periode simpan yang terbaik berdasarkan nilai daya berkecambah benih kemenyan. Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial, dengan 3 faktor meliputi ruang simpan (ruang kamar, ruang AC), media  simpan (kontrol, arang, serbuk sabut kelapa) dan periode simpan ( 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan masing-masing sebanyak 50 butir benih. Hasil penelitian menunjukkan viabilitas benih kemenyan dapat dipertahankan dengan menyimpan benihnya dengan media simpan arang atau tanpa media (kontrol) dalam ruang kamar  selama 6 minggu dengan daya berkecambah yang dicapai masing-masing sebesar 90,67 % dan 86,67 % pada kadar air 40, 18 % dan 22,87 %. Benih kemenyan sebelum ditabur sebaiknya disimpan dulu di ruang kamar untuk menghilangkan dormansi embrio dan mengembangkan embrio benihnya agar siap berkecambah.
PENGARUH UKURAN BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT MINDI (Melia azedarach L.) Eliya Suita; Megawati Megawati
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 1 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.516 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.1.1-8

Abstract

Pengadaan benih untuk meningkatkan keberhasilan penanaman memerlukan benih dalam jumlah dan mutu yang baik. Permasalahan yang terkadang muncul dalam rangka pengadaan benih adalah menentukan cara seleksi benih yang memiliki mutu fisiologis yang tinggi, salah satunya berhubungan dengan ukuran benih. Benih mindi (Melia azedarach)mempunyai ukuran bervariasi. Penelitian seleksi benih mindi dilakukan karena adanya dugaan bahwa benih berukuran besar memberikan keuntungan dilihat dari mutu fisiologis kerena persediaan cadangan makanan yang lebih mencukupi untuk perkecambahan. Terkait dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh seleksi benih berdasarkan ukuran dan berat terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit mindi. Rancangan percobaan untuk analisa data didekati dengan rancangan acak lengkap, dimana faktor ukuran benih meliputi : a0 = kontrol (benih campuran), a1 = ukuran benih kecil ( panjang < 11 mm dan diameter < 6,5 mm), a2 = ukuran benih sedang ( panjang 11- 14mm dan diameter 6,5-8,5 mm), a3 = ukuran benih besar ( panjang >14 mm dan diameter >8,5 mm). Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan indeks mutu bibit. Hasil penelitian menunjukkan daya berkecambah benih tanpa perlakuan (kontrol) mempunyai daya berkecambah sebesar 70,33 % dan benih besar (73.00 %) lebih baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan ukuran sedang (55,00%) dan kecil (32,67%), dengan demikian semakin besar ukuran benih maka semakin tinggi daya berkecambahnya. Kecepatan berkecambah tanpa perlakuan (kontrol) mempunyai kecepatan berkecambah sebesar 0,4023%  KN /et mal, ukuran besar (0,4147 % KN /et mal) dan sedang (0,3063 % KN /et mal) memiliki nilai yang hampir sama dan tidak berbeda nyata. Ukuran benih sedang memiliki pertunbuhan tinggi bibit terbesar (13,98 cm) dan berbeda nyata dengan lainnya, tetapi untuk pertumbuhan diameter, ukuran benih sedang dan besar memiliki nilai yang sama (1,84 mm) dan berbeda nyata dengan ukuran benih lainnya. Dari penelitian ini disarankan seleksi benih untuk mindi sebaiknya didasarkan pada ukuran benih sedang dan besar, dengan tetap memperhatikan benih hampa dan terkena serangan hama dan penyakit.
METODE PENGUJIAN MUTU FISIK DAN FISIOLOGIS BENIH PULAI (Alstonia scholaris) Eliya Suita; Nurhasybi Nurhasybi
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 2 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.793 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.2.55-62

Abstract

Metode pengujian mutu benih di laboratorium dilakukan untuk mengetahui mutu benih, baik mutu fisik maupun fisiologis. Metode pengujian yang digunakan untuk kegiatan sertifikasi mengacu pada metode pengujian yang tercantum dalam ISTA (1999). Mutu fisik yang diteliti adalah berat 1000 butir dan kadar air benih, sedangkan mutu fisiologis dilihat dari hasil uji perkecambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan metode pengujian mutu fisik dan fisiologis benih tanaman hutan yang dapat diaplikasikan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis benih tanaman pulai (Alstonia scholaris). Media perkecambahan di laboratorium berupa kertas merang dan media di rumah kaca berupa pasir dan tanah (v/v) 1:1. Rata-rata kadar air pulai adalah 9,94%. Berat 1000 butir adalah 1,98 g dan jumlah benih/kg adalah sekitar 535.308 butir. Pengujian perkecambahan benih pulai yang terbaik adalah di rumah kaca.
PENGARUH RUANG, WADAH DAN PERIODE SIMPAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH KESAMBI ( Schleichera oleosa Merr.) Eliya Suita; Endang Ismiati
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2011.5.2.63-72

Abstract

Tree seed  for planting program are not always available in sufficient quantity in right time. Seed storage efforts at the optimum conditions for plant propagation material are needed to meet those needs. Referring to the theory, this experiment was carried out to investigate the appropriate room of starage, container of storage, and periods of storage to maintain the germination of kesambi seeds. Experimental design used was split plot design with three factors such as room of storage (ambient room, temperature 27-30 0C and relative humidity 60-70%, air conditioned room, temperature 18-20 OC). Container of storage (plastic bag andblacu bag)and periods of storage (1 month , 3 months, and 5 months) . Every unit of treatment contain 25 seed and replication 4 times. The results of this research indicated that the viability of the kesambi seed can be maintained for 3  month using blacu bag as sinby an average g blacu bag as container with    the germanition percentage and  speed of ngeminiton by an average of (75% and 4.14% and 4.14 KN /etmal ) and the moisture content 7.79% 
Penentuan Metode Pengujian Kadar air dan Percambahan Banih sawo Kecik Dede J Sudrajat; Eliya Suita
Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan
Publisher : Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpth.2009.3.2.63-72

Abstract

Standard method in physical and physiological quality testing is very imprortant to support a controlling system of distributed seed quality by certification that will provide a guarantee to prosedure; distributor, and user. Five seed lot of sawo kecil (Manilkara kauki) from Mokmer (Bali), Benoa (Bali), Lombar (Lombok), Kaliurang (Yogyakarta) and Alas Purwo (Banyuwangi) were used to identify the best method for moisture content and germination testing. Completely randomized design was applied to determine the best method for moisture content testing. The treatments in selection of the appropriateMethod were oven method on the temperature 130 – 133 oC (1-,2-,3-, and 4 hours) and temperature 103 ± 20C (16-,18-,20-,22-, and    haours). The selection of germination method used completely randomized design with 3 factors of treatment, i.e. sowing media, pretreatment, and germination condition. The result showed that oven method at temperature 103 +_20C for 24 hours and at temperature 130-1330 C 4 hours provided the best result for seed moisture content testing. For seed germination testing, seeds sowed on the sand media with drying-wetting pretreatmen for 3 days on the germination box covered by transparent plastic provided the best germination capacity and speed toward 5 seed lots. The methods can be considered to be appied in the testing of moisture conten and germination of sawo kecik seeds.