Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relationship between Academic Self-Efficacy and Student Procrastination of BK FIP UNP in Completing the PLKP-S Report Dira Yulmi; Neviyarni Neviyarni
Jurnal Neo Konseling Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00345kons2020

Abstract

Procrastination is a form of activity that shows individuals delaying all types of activities, although sometimes the form of delay will have a negative impact on the individual. Procrastination is influenced by several factors, one of which is self-efficacy. This study aims to describe (1) academic self-efficacy (2) procrastination, and (3) to examine the relationship between academic self-efficacy and procrastination of BK FIP UNP students in completing the PLKP-S report. This research is a descriptive and correlational research. The study population was the students of BK FIP UNP who had implemented PLKP-S with a total of 149 students. The number of samples was 109 students obtained by simple random sampling technique. The results showed that (1) In general, the academic self-efficacy of BK FIP UNP students in completing the PLKP-S report was in the moderate category, (2) In general the procrastination of BK FIP UNP students in completing the PLKP-S report was in the medium category, and (3) There is a significant negative relationship between academic self-efficacy and the procrastination of BK FIP UNP students in completing the PLKP-S report.
Perkembangan emosional anak dan peran konselor Chasia Fera Efeni; Dira Yulmi; Syifa Ulfah; Rifaty Nizhomy; Hasnah Karimah; Amalia Dinung
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2017): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003227000

Abstract

Emosi merupakan pengalaman efektif yang disertai penyesuaian di dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang nampakĀ  seperti gembira, bahagia, cinta, marah, takut, sedih, benci, cemas dll. Emosi pada anak sangatlah beragam, ada anak-anak yang mudah di atur, mudah beradaptasi dengan pengalaman dan teman baru, senang bermain dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan disekitarnya. Kemudian ada anak yang sulit diatur seperti sering menolak rutinitas sehari-hari, sering menangis, gelisah, jarang berpartisipasi dll. Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan perkembangan emosional anak yaitu dengan berperan sebagai motivator secara kontinyu yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Guru bimbingan dan konseling tidak hanya sebatas membantu siswa dalam memecahkan permasalahan yang sedang dihadapinya, tetapi juga mampu mengenmangkan kualitas pribadi siswa agar mampu berkembang secara optimal, untuk itu guru bimbingan dan konseling hendaknya mampu memberikan layanan bimbingan yang mengarah pada keberhasilan perkembangan siswa baik dari aspek intelektual (akademik), emosi, spiritual dan social.
Kreativitas anak Syifa Ulfah; Dira Yulmi; Chasia Fera Efeni; Rifaty Nizhomi; Amalia Dinung; Hasnah Karimah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2017): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/3003228000

Abstract

Semua anak mempunyai Kreativitas yang berbeda, ada yang kreativitas nya di tuangkan pada keterampilan belajar, menggambar, dan ketika bermain. Kreativitas anak merupakan merupakan kemampuan mengembangkan imajinasi anak dalam pengembangan motorik halus sehingga tercipta hal-hal baru, unik dan orisinil. Semua anak pasti mempunyai Kreativitas nya masing-masing jadi kita tidak bisa membanding-bandingkan kreativitas yang di miliki oleh anak. Naskah ini akan mengealkan bagaimana Kreativitas Anak, ciri-cirinya, faktor yang mendorong dan menghambat kreativitas anakĀ  dan bagaimana cara kita mengembangkan kreativitas anak tersebut.