Kusnandar Kusnandar
Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Jenderal Soedirman University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung) Ajeng Dian Purnamasari; Ayu Rizky Febriani; Kusnandar Kusnandar
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.453 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.3082

Abstract

Gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan yang sering muncul pada perjalanan performa atlet mecapai prestasi. kecemasan ini merupakan gangguan yang terjadi selalu dengan latar belakang atau pemicu. Untuk dapat menghindari kecemasan ini dapat mempelajari berbagai pemicu dari terjadinya kecemasan ini secara spesifik berdasarkan pada setiap cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kemungkinan pemicu kecemasan pada atlet bela diri (nomor tarung) di Kabupaten Banyumas baik atlet laki-laki maupun atlet perempuan. penelitian ini bersubjekkan atlet bela diri yang berdomisili di Kabupaten Banyumas sebanyak 163 atlet bela diri dari cabang olahraga Pencak Silat, Taekwondo dan Karate, dengan pengalaman bertanding minimal pada kejuaraan tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan naturalistik dalam proses pengambilan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner serta melakukan pengecekan pernyataan dengan wawancara mendalam. Penganalisisan data dilakukan dengan menghitung presentase dari seluruh data yang saling mendukung dan mereduksi data yang tidak memberikan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah informasi tentang penyebab paling dominan munculnya kecemasan yang biasanya terjadi pada atlet bela diri pada atlet Banyumas dari masing-masing kecabangan tersebut. Simpulan yang didapat dari penelitian ini kecemasan paling dominan adalah 1) Terdapat 9 pemicu kecemasan pada atlet laki-laki cabang olahraga beladiri nomor tarung, dengan pemicu paling dominan adalah pikiran tentang ingin segera bertanding dan Beban pikiran tentang strategi mengalahkan. 2) Terdapat 8 pemicu kecemasan pada atlet perempuan cabang olahraga beladiri nomor tarung, dan yang paling dominan adalah ketakutan akan kekalahan. 3) Pada atlet laki-laki pemicu kecemasan yang paling mendominasii adalah bentuk agresifitas dan pada perempuan lebih memunculkan sisi perasaan sensitif.
Pelatihan Implementasi Asesmen pada Kurikulum Merdeka bagi Guru SMAN 3 Purwokerto Didik Rilastiyo Budi; Lalita Melasarianti; Arfin Deri Listiandi; Rindha Widyaningsih; Septi Mariasari; Kusnandar Kusnandar; Panuwun Joko Nurcahyo
Jurnal Berkarya Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Berkarya Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Kajian Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Uiveristas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar Padang 25131 Telp. 0751-7059901

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jba.0402.2022.13

Abstract

The implementation of Community Service (PKM) activities aims to provide seminars and training to SMAN 3 Purwokerto teachers regarding the implementation of assessments or evaluations contained in the independent curriculum and will be implemented in the new academic year 2022/2023. The PKM method uses a seminar and training approach. Seminars are conducted by providing knowledge and understanding materials to participants, while training methods are carried out by participants and resource persons conducting direct practice in the implementation of assessments or evaluations contained in the independent school-level curriculum. The number of participants in the activity was 40 teachers from class X-XII who taught various subjects. The response given by the service partners was very good, so that this service activity could be carried out smoothly and participants were actively involved in discussion and question and answer activities. The results obtained from PKM activities are based on the results of the final test of the level of teachers' understanding of the independent curriculum and the implementation of cement or evaluation of the independent curriculum, there are 24 teachers or 60% who have begun to understand about the independent curriculum that will be applied in schools. With the increasing understanding of teachers regarding the implementation of the independent curriculum, it is hoped that the implementation of the independent curriculum can run well in schools. However, various seminars, training and workshop programs need to be continuously improved to strengthen the knowledge and skills of teachers in implementing the independent curriculum, especially at the assessment stage or student learning assessment
Pengaruh Permainan Tradisional Banyumas Gol-Golan Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Banyumas Kusnandar Kusnandar; Dyah Umiarni Purnamasari; Panuwun Joko Nurcahyo; Endo Darjito
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 1 (2019): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.338 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2019.1.1.1996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional Banyumas gol-golan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan model one group pretest posttest design, yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok, tanpa kelompok pembanding. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 1 Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sebanyak 40 siswa. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan tabel nilai dan norma TKJI untuk anak usia 10-12 tahun. Untuk mengetahui pengaruh permainan yang diujikan, maka data hasil penelitian yang sudah diolah diuji dengan menggunakan uji statistik paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional Banyumas gol-golan terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas, dengan taraf signifikansi 5%
Kecemasan Pada Atlet Cabang Olahraga Bela Diri (Nomor Tarung) Ajeng Dian Purnamasari; Ayu Rizky Febriani; Kusnandar Kusnandar
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.453 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.3082

Abstract

Gangguan kecemasan menjadi salah satu gangguan yang sering muncul pada perjalanan performa atlet mecapai prestasi. kecemasan ini merupakan gangguan yang terjadi selalu dengan latar belakang atau pemicu. Untuk dapat menghindari kecemasan ini dapat mempelajari berbagai pemicu dari terjadinya kecemasan ini secara spesifik berdasarkan pada setiap cabang olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai kemungkinan pemicu kecemasan pada atlet bela diri (nomor tarung) di Kabupaten Banyumas baik atlet laki-laki maupun atlet perempuan. penelitian ini bersubjekkan atlet bela diri yang berdomisili di Kabupaten Banyumas sebanyak 163 atlet bela diri dari cabang olahraga Pencak Silat, Taekwondo dan Karate, dengan pengalaman bertanding minimal pada kejuaraan tingkat daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan naturalistik dalam proses pengambilan data. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner serta melakukan pengecekan pernyataan dengan wawancara mendalam. Penganalisisan data dilakukan dengan menghitung presentase dari seluruh data yang saling mendukung dan mereduksi data yang tidak memberikan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah informasi tentang penyebab paling dominan munculnya kecemasan yang biasanya terjadi pada atlet bela diri pada atlet Banyumas dari masing-masing kecabangan tersebut. Simpulan yang didapat dari penelitian ini kecemasan paling dominan adalah 1) Terdapat 9 pemicu kecemasan pada atlet laki-laki cabang olahraga beladiri nomor tarung, dengan pemicu paling dominan adalah pikiran tentang ingin segera bertanding dan Beban pikiran tentang strategi mengalahkan. 2) Terdapat 8 pemicu kecemasan pada atlet perempuan cabang olahraga beladiri nomor tarung, dan yang paling dominan adalah ketakutan akan kekalahan. 3) Pada atlet laki-laki pemicu kecemasan yang paling mendominasii adalah bentuk agresifitas dan pada perempuan lebih memunculkan sisi perasaan sensitif.