Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POTENSI DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT DI HUTAN KALIMANTAN DAN UPAYA KONSERVASINYA Noorhidayah Noorhidayah
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 3, No 2 (2006): JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.037 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2006.3.2.95-107

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan potensi tumbuhan obat pada beberapa kawasan hutan di Kalimantan, pemanfaatannya oleh masyarakat secara tradisional dan upaya konservasi yang dapat dilakukan. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk kebijakan konservasi tumbuhan obat hutan Kalimantan. Potensi tumbuhan obat hutan Kalimantan tersebar pada berbagai kawasan hutan dengan tingkat keanekaragaman jenis yang tinggi, beragam habitus dan bagian yang dimanfaatkan.  Tiga faktor utama yang menjadi ancaman bagi kelestarian tumbuhan obat di kawasan hutan di Kalimantan adalah kerusakan habitat, kelangkaan jenis dan eksploitasi secara berlebihan. Konservasi tumbuhan obat dapat dilakukan secara in-situ dan atau secara ex-situ. Upaya konservasi in-situ dilakukan melalui pengelolaan kawasan hutan yang merupakan habitat alami tumbuhan obat. Sedangkan konservasi ex-situ dilakukan di luar habitat aslinya. Pemanfaatan tumbuhan obat hutan secara bijaksana dan penelitian tumbuhan obat berperan penting bagi upaya konservasi  tumbuhan obat hutan Kalimantan.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI TAMAN NASIONAL KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Noorhidayah Noorhidayah; Kade Sidiyasa
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 2, No 2 (2005): JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.672 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2005.2.2.115-128

Abstract

Sebagian besar (49%) dari tumbuhan obat yang teridentifikasi ada di kawasan Taman Nasional Kutai tersebut adalah berupa jenis pohon, sedangkan herba yang selama ini sudah banyak dikenal sebagai sumber utama produksi bahan obat-obatan tradisional hanya mencapai 10%.  Dilihat dari bagian tumbuhan yang digunakan maka penggunaan daun merupakan yang terbanyak yakni dihasilkan oleh 53 jenis, diikuti oleh penggunaan kulit batang (37 jenis) dan akar atau umbi (35 jenis).  Kegiatan sosialisasi dan pengembangan tumbuhan obat di kawasan Taman Nasional dan sekitarnya dengan melibatkan semua instansi terkait, terutama masyarakat setempat dapat merupakan satu upaya positif dalam mendukung program konservasi.
EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH (PERDA) No. 23 TAHUN 2014 TERHADAP PENGENDALIAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI KOTA PALANGKA RAYA Noorhidayah Noorhidayah
El-Mashlahah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.622 KB) | DOI: 10.23971/el-mas.v8i2.1320

Abstract

Peredaran minuman keras merupakan polemik yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Secara tekstual, dalam Q.S. Al-Maidah [5] : 90 diatur bahwa keberadaan minuman memabukkan yang salah satunya minuman keras adalah haram. Secara eksplisit, minuman keras dapat menyebabkan persoalan serius bagi kesehatan penggunanya. Namun, tidak ada yang menampik menjual dan mengonsumsi minuman keras seolah membudaya dan biasa di kalangan masyarakat tertentu. Agar tidak menimbulkan persoalan dan kerugian yang disebabkan ketidakpastian terhadap pengaturan minuman keras dan meminimalisir berbagai kekhawatiran akan keberadaan minuman tersebut di kotaPalangka Raya. Maka, pemerintahkota dan instansi terkait membentuk Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 tentang Ijin Retribusi Penjualan Minuman keras di kota Palangka Raya yang include di dalamnya pengaturan peredaran dan pengendalian minuman keras. Penelitian ini mengkaji efektivitas Peraturan Daerah No. 23 tahun 2014 terhadap pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Peraturan Daerah No. 23 Tahun 2014 terhadap pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normative empiris,  dengan pendekatan deskriptif dan perundang-undangan (statute approach). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi  data kualitatif deduktif.  Adapun pengolahan data menggunakan model analisa interaktif yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Data yang  terkumpul di analisis dengan metode content analysis. Hasil penelitian ini adalah:  Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 belum efektif dalam melakukan pengaturan terhadap upaya pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya. Hal itu didasari faktor penghambat pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 : substansi hukum atau materi  muatan Perda yang bermasalah, penegakkan Perda yang belum maksimal dan budaya hukum dan kesadaran hukum masyarakat yang masih lemah. Sementara itu sedikit sekali faktor pendukung pelaksanaan Perda ini seperti masih ada itikad baik dari aparat penegak hukum untuk tetap berjuang menegakkan Perda meski dengan berbagai keterbatasan fasilitas yang ada
Efektifitas Air Kelapa Terhadap Suhu Tubuh Ibu Immediate Post Partum Di Rs Aisyiyah Kudus Noorhidayah Noorhidayah; FaraTriska Faradila
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.884 KB)

Abstract

Pada periode immediate post partum, ibu akan mengalami adaptasifisiologis, dimana terjadi penyesuaian kondisi tubuh menuju sepertisebelum kehamilan, salah satu penyesuaian kondisi tubuh yakni padaaspek cairan dan elektrolit, ibu akan mengalami diuresis dandiaphoresis sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan cairanakibat retensi cairan selama kehamilan [4] kondisi di atas jika tidakdi tangani dengan penambahan cairan maka akan mengakibatkansuhu tubuh ibu meningkat. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertaikmenggunakan kearifan lokal yakni dengan air kelapa yang di yakinimengandung berbagai manfaat yang peneliti korelasikan dengansuhu tubuh ibu postpartum periode immediate (24 jam pertama postpartum) dengan dalih air kelapa mengandung sejumlah zat gizi, yaituprotein, lemak, gula, sejumlah vitamin, asam amino, dan hormonpertumbuhan. Sedangkan unsur mineral utama adalah kaliumdengan demikian peneliti berasumsi tercukupinya kebutuhan cairandan kandungan zat di dalam air kelapa mempertahankan kondisinetralnya suhu tubuh di banding dengan air putih . Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah quasy eksperimendengan pendekatan penelitian eksperimen atau percobaan(eksperimen research) dengan jumlah populasi 67 responden.Pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling berupapurposive sampling.Hasil uji statistic menggunakan Uji Paired Sample T-Testmenunjukkan bahwa ada pengaruh terapi minum air kelapa terhadapsuhu tubuh ibu post partum di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. UjiPaired Sample T-Test diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (α< 0,05)Ho ditolak.
EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH (PERDA) No. 23 TAHUN 2014 TERHADAP PENGENDALIAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI KOTA PALANGKA RAYA Noorhidayah Noorhidayah
El-Mashlahah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/el-mas.v8i2.1320

Abstract

Peredaran minuman keras merupakan polemik yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Secara tekstual, dalam Q.S. Al-Maidah [5] : 90 diatur bahwa keberadaan minuman memabukkan yang salah satunya minuman keras adalah haram. Secara eksplisit, minuman keras dapat menyebabkan persoalan serius bagi kesehatan penggunanya. Namun, tidak ada yang menampik menjual dan mengonsumsi minuman keras seolah membudaya dan biasa di kalangan masyarakat tertentu. Agar tidak menimbulkan persoalan dan kerugian yang disebabkan ketidakpastian terhadap pengaturan minuman keras dan meminimalisir berbagai kekhawatiran akan keberadaan minuman tersebut di kotaPalangka Raya. Maka, pemerintahkota dan instansi terkait membentuk Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 tentang Ijin Retribusi Penjualan Minuman keras di kota Palangka Raya yang include di dalamnya pengaturan peredaran dan pengendalian minuman keras. Penelitian ini mengkaji efektivitas Peraturan Daerah No. 23 tahun 2014 terhadap pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Peraturan Daerah No. 23 Tahun 2014 terhadap pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normative empiris,  dengan pendekatan deskriptif dan perundang-undangan (statute approach). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi  data kualitatif deduktif.  Adapun pengolahan data menggunakan model analisa interaktif yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Data yang  terkumpul di analisis dengan metode content analysis. Hasil penelitian ini adalah:  Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 belum efektif dalam melakukan pengaturan terhadap upaya pengendalian peredaran minuman keras di kota Palangka Raya. Hal itu didasari faktor penghambat pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2014 : substansi hukum atau materi  muatan Perda yang bermasalah, penegakkan Perda yang belum maksimal dan budaya hukum dan kesadaran hukum masyarakat yang masih lemah. Sementara itu sedikit sekali faktor pendukung pelaksanaan Perda ini seperti masih ada itikad baik dari aparat penegak hukum untuk tetap berjuang menegakkan Perda meski dengan berbagai keterbatasan fasilitas yang ada
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP hilda hilda; noorhidayah noorhidayah; arsyawina arsyawina
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.636 KB)

Abstract

Cases of sentinel hospital often occur because of ineffective communication. Effective communication is the key for nurses to make patient safety based on the standard of patient safety in hospitals. This study aimed to analyze the factors that affect nurses in implementing effective communication in inpatient hospitals AW. Sjahranie Samarinda. The study was observational analytic with cross-sectional approach. The study was conducted in April and May 2016. The samples included 71 nurses drawn randomly. Instrument data collection using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed with chi-square test and multivariate multiple logistic regression prediction models The results showed a significant difference between employment status, duration of work, ethics, language barriers and the preparation of communication with the implementation of effective communication. Long work and ethics is the most variable part of the implementation of effective communication with p <0.05. Conclusion: Long work and ethics are the factors that most influence the nurse in implementing effective communication in inpatient hospitals AW.Sjahranie. Keywords: Effective Communication - ethics, language barriers, openness, communication preparation, logistics.
The PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KEKAMBUHAN ASMA BRONKIAL Maskhanah Maskhanah; Noorhidayah Noorhidayah; Rivan Firdaus
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 6 (2019): Nov 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.39 KB) | DOI: 10.35963/mnj.v2i6.47

Abstract

Bronchial asthma is a disease that can not be cured so that proper prevention is necessary, one of them with Buteyko breathing techniques that can reduce hyperventilation. The purpose of this study to analyze the effect of Buteyko breathing techniques on bronchial asthma relapse. research design using Quasi Experiment pre and post test without control. The population amounted to 349 outpatient asthma patients Lempake Puskesmas. The sample size is 8 people with the formula Roscoe (1975) and Arikunto (2010) = 11 respondents with drop out 3 respondents and using consecutive sampling technique. The instrument used an observation sheet of asthma symptoms adopted from the mardhiah study (2009). The study time is 3 times a day for 2 weeks. From result of analysis obtained p value at pretest 0,002; Post test1 0,018 and post test2 0.002. All three scores <0.05 (95% confidence) then H0 rejected so that Ha accepted Buteyko breathing techniques can reduce the recurrence of asthma. Suggestion researchers, for further research is expected to compare Buteyko breathing techniques with other methods in terms of asthma relapse. Keywords: Bronchial asthma, Buteyko breathing technique, asthma symptoms.