Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) dari Kabupaten Kebumen terhadap Bakteri Salmonella typhi Sinta Wahyu Septiani; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.306 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella typhi. Daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri, namun belum dimanfaatkan dan belum pernah diteliti di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi minimal ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) untuk menghambat bakteri Salmonella typhi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Seri konsentrasi ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, 50 dan 100% dengan kontrol positif berupa amoksisilin 5% serta kontrol negatif berupa akuades steril. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) memiliki aktivitas antibakteri yang tergolong sangat kuat dengan dibuktikan terbentuknya zona hambat setelah masa inkubasi. Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan nilai p=0.001 (p<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar seri konsentasi ekstrak. Konsentrasi minimal ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) untuk menghambat bakteri Salmonella typhi adalah konsentrasi 10% dengan zona hambat sebesar 21.16 mm yang dikategorikan sangat kuat.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Pelarut Etanol dan Metanol terhadap Streptococcus mutans Zesi Oktina Nur Fajrian; Naelaz Zukruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.032 KB)

Abstract

Masalah gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan, salah satunya adalah plak gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcu mutan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengguakan obat kumur yang mengandung senyawa antibakeri chlorhexine. Chlorhexidin memiliki efeksamping iritasi mulut, rasa terbakar dan perubahan presepsi rasa. Untuk meminimalkan efek samping tersebut maka dibutuhkan antibakteri herbal. Bawang merah mengandung senyawa allin, alisin dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi antibakteri dari ekstrak etanol dan metanol bawang merah terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menguji aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Ducan untuk melihat perbedaan tiap perlakuan. Hasil rerata diameter zona hambat untuk ekstrak etanol yaitu 5,22 mm (10%), 5,17 mm (20%), 5,96 mm (30%), 6,28 mm (40%) dan 5,86 mm (50%). Untuk ekstrak metanol adalah 4,,88 mm (10%), 5,23 mm (20%), 5,88 mm (30%), 4,95 mm (40%) dan 5,65 mm (50%). Analisis One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Ducan menunjukan bahwa kedua ekstrak bawang merah memiliki potensi sebagai antibakteri dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kesimpulan dari penepitian ini adalah ekstrak etanol dan metanol bawang merah dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40 dan 50% memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN GANITRI (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Wahyu Rahmatulloh; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.162 KB)

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia. Karies gigi disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, salah satunya yaitu Streptococcus mutans.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengetahui perbedaan diameter zona hambat ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi disk pada konsentrasi 10; 20; 30; 40; 50 dan 100%. Ekstrak etanol daun ganitri mengandung senyawa aktif fenol, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan glikosida. Serta memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan ditandai adanya zona hambat yang terbentuk. Diameter zona hambat yang terbentuk tidak berbeda signifikan terhadap konsentrasi satu dengan lainnya. Zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% dengan diameter hambatan sebesar 19.79 mm ± 2.25.
Formulasi Hand Sanitizer Dari Bahan Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera) Di Desa Bejiruyung Sempor Kabupaten Kebumen Titi Pudji Rahayu; Muh Khusnul Khuluk
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.247 KB)

Abstract

spek yang sangat penting bagi kehidupan adalahkesehatan. Berbagai macam jenis virus, bakteri dan jamur setiaphari dapat menempel ke tangan melalui kontak fisik. Upayapencengahan penyebaran virus, bakteri dan jamur yaitu dengancara mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yangmengalir. Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tanganberbahan dasar alkohol yang digunakan untuk membunuhmikroorganisme dengan cara pemakaian tanpa dibilas dengan air.Cairan dengan berbagai kandungan yang sangat cepat membunuhmikroorganisme yang ada di kulit tangan. Hand sanitizer umumnyamengandung Ethyl Alcohol 62%, pelembut dan pelembab.Kandungan bahan aktifnya adalah alkohol yang memiliki efektifitaspaling tinggi terhadap virus, bakteri dan jamur. Lidah buaya (Aloevera) memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 75% dan100% terhadap pertumbuhan bakteri Kegiatan pembuatan Handsanitizer dari bahan tanamanlidah buaya memberikan pengalaman dan praktik mahasiswa, Dosen,dan klaster kesehatan dalam menghadapi pandemi virus covid 19.Rencana tindak lanjut yaitu perlunya diadakan kegiatan kepadamasyarakat sekitar pembuatan handsanitizer dari bahan alam lainya