Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Rang Teknik Journal

ANALYSIS OF WATER PERFORMANCE AT GRAHA JANGLI INDAH SEMARANG Suharyanto Suharyanto; Budiono Joko Nugroho; Sri Sangkawati
Rang Teknik Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol. 4 No. 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.358 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i1.1903

Abstract

The clean water network system is made to meet the needs of clean water in a city or community and for Graha Jangli Indah, clean water management is carried out by the Graha Jangli Indah Water Management. The purpose of this study is to find out the performance of clean water network services managed by the Water Management Board of Jangli Indah by analyzing the network service performance of the network's ability to meet the minimum needs of customers in terms of water discharge. In addition, an analysis of customer satisfaction was carried out on the Water Management of Graha Jangli Indah. the level of clean water service network at Graha Jangli Indah is still unsatisfactory, with a reliability of only around 49.33%, with the length of time the system will be in a state of failure of about 5.83 months, and with a very average percentage deficit discharge rate which varies between 1.12% to 102.11%. So that the system's resilience index or ability to return to normal conditions is 0.17 (1.03 times failure divided by 5.83 months). This is because the average discharge at Graha Jangli Indah has an average water discharge value of 17.8 m3 per month which is still below the standard water demand based on Domestic Water Needs for the Big Cities category of 20.4 m3. For the calculation of the value of have rated the performance of Graha Jangli Indah Management services with very good value. With 7 indicators entering quadrant II so that conclusions can be drawn by the Importance and Performance Analysis (IPA) method, the performance of the Graha Jangli Indah Water Management is quite satisfying.
ANALISIS REDUKSI DEBIT BANJIR DI DALAM DAS PUCANG GADING Nicko Fadhil Muhammad; Suseno Darsono; Suharyanto Suharyanto; Agus Supriyanto
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.788 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2344

Abstract

Pemerintah Indonesia menyusun kebijakan Nasional Sumber Daya Air. Undang-undang Nomor. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air (SDA) dimaksudkan untuk mengelola SDA wilayah sungai, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang secara berkelanjutan. Bencana banjir di DAS Pucang Gading terjadi di beberapa tahun terakhir. Banjir pada wilayah tersebut berakibat buruk bagi lingkungan sekitar. Kerugian tidak hanya dialami oleh masyarakat namun juga oleh pemerintah di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi banjir di DAS Pucang Gading agar menjadi referensi dalam menanggulangi banjir yang terjadi di wilayah tersebut. Beberapa analisis yang dilakukan adalah menganalisis banjir kondisi eksisting dengan debit banjir kala ulang 100 tahun (skema 1), analisis untuk mereduksi banjir dengan penambahan embung dan kolam rencana (skema 2), analisis untuk mereduksi banjir dengan penambahan embung, kolam dan sudetan rencana (skema 3), serta memilih alternatif pemodelan yang sesuai pada lokasi banjir. Berdasar pada hasil analisis, alternatif yang direkomendasikan untuk berbagai lokasi banjir adalah sebagai berikut: lokasi banjir Perumahan Dinar Indah direkomendasikan 5 Embung (Kayen, Panggang Timur, Panggang, Mluweh dan Kalongan) yang mereduksi sebesar 84,20 m3/detik (13,79%), lokasi banjir jalan raya depan Kubota direkomendasikan Sudetan 1 yang mereduksi sebesar 9,60 m3/detik (80%), lokasi banjir Taman Tirto Agung direkomendasikan Sudetan 1 dan Kolam Tirto Agung yang mereduksi sebesar 31,40 m3/detik (58,26%), lokasi banjir Jl. Durian direkomendasikan Kolam KORPRI yang mereduksi sebesar 3,10 m3/detik (48,44%), lokasi banjir simpang UNPAND direkomendasikan 5 Kolam (Tirto Agung, Graha Estetika, Tirto Husodo, UNPAND dan KORPRI) dan 2 sudetan yang mereduksi sebesar 44,80 m3/detik (57,36%) dan 45,20 m3/detik (40,21%), lokasi Bendung Pucang Gading direkomendasikan 8 embung dan 5 kolam yang mereduksi sebesar 61,60 m3/detik (11,28%).
ANALISIS BANJIR SUBDAS CIMANUK UNTUK MENENTUKAN STATUS PERINGATAN DINI BANJIR KOTA GARUT Jennifer Gerina Putri; Suharyanto Suharyanto; Pranoto Samto Atmojo
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.799 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2369

Abstract

Kabupaten Garut khususnya Kawasan Kota Garut merupakan daerah dengan potensi bencana banjir yang tinggi. Kawasan Garut masih dinyatakan sebagai daerah rawan bencana. Hal tersebut berdasarkan hasil laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut. Kawasan Kota Garut dilalui oleh Sungai Cimanuk yang berhulu di Pegunungan Mandalagiri di Kabupaten Garut mengalir ke dan bermuara di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu. Pada tanggal 21 September 2016, Garut mengalami banjir bandang yang banyak menyebabkan korban jiwa. Banjir yang menimpa Kota Garut disebabkan oleh buruknya kondisi DAS Cimanuk, dikarenakan alih fungsi tata guna lahan. Selain upaya struktural, kerusakan dan kerugian dapat diminimalisir dengan upaya nonstruktural yaitu peringatan dini banjir. Peringatan dini banjir pada penelitian ini melakukan analisis banjir menggunakan pemodelan hidrologi dan hidrolika, dimana analisis hidrologi dilakukan di DAS Cimanuk Hulu mulai dari Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, hingga batas daerah genangan Waduk Jatigede di Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang. Analisis hidrolika dilakukan mulai Bendung Cimanuk di Kecamatan Bayongbong hingga Bendung Copong di Kecamatan Garut Kota. Hasil analisis berdasarkan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun menunjukan bahwa debit banjir Q5, Q10, Q25, Q50 dan Q100 berpotensi menimbulkan bencana banjir di 9 desa atau 6 kecamatan yaitu Kecamatan Bayongbong, Cisurupan, Cilawu, Garut Kota, Tarogong dan Banyuresmi. Waktu tempuh desa yang berada di luar Kawasan Kota Garut adalah Desa Bayongbong dan Desa Cilea di Kecamatan Bayongbong yaitu 0.1 jam (6 menit) jika banjir terjadi dengan Q ≥ Q50 tahun. Untuk desa yang berada di dalam Kawasan Kota Garut adalah Desa Sukakarya dan Desa Cisurupan di Kecamatan Bayongbong, yaitu 1.5 jam (90 menit) jika banjir terjadi dengan Q ≥ Q50 dan Q100 tahun. Warga mulai evakuasi saat status level peringatan dini menunjukkan peralihan dari level Siaga ke level Awas.
EVALUASI PENANGANAN LONGSORAN TEBING SUNGAI BODRI DI DESA LANJI KECAMATAN PATEBON KABUPATAN KENDAL Muchamad Ali Nidhom; Sri Prabandiyani R.W.; Suharyanto Suharyanto
Rang Teknik Journal Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6 No. 1 Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.256 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i1.3328

Abstract

Sungai Bodri melewati tiga kabupaten yaitu Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di bagian hulu serta Kabupaten Kendal di bagian tengah hingga hilir. Sungai Bodri berhulu di Gunung Sindoro, Gunung Prahu dan Gunung Ungaran serta bermuara di Pantai Utara Jawa. Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri sampai muara adalah 1.610,8 km2 terbagi atas 5 sub DAS, yaitu Sub-DAS Wringin, Sub-DAS Lutut, Sub-DAS Logung, Sub-DAS Putih dan Sub-DAS Bodri Hilir. Alih fungsi lahan di hulu Sungai Bodri dan aktivitas penambangan material batu, kerikil dan pasir tanpa ijin mengakibatkan keseimbangan transport sedimen menjadi terganggu sehingga di beberapa tempat di ruas Sungai Bodri mengalami degradasi dasar sungai dan kelongsoran tebing/tanggul sungai. Salah satu lokasi longsoran yang perlu perhatian yang lebih mendetail adalah longsoran tebing kanan sungai di Desa Lanji Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Untuk mengatasi permasalahan ini, telah dilakukan penanganan yang sifatnya darurat maupun permanen. Dalam pelaksanaan konstruksinya dijumpai banyak permasalahan, seperti kesulitan dalam pelaksanaan pekerjaan timbunan tanggul di bantaran, sampai putusnya kontruksi pile cap turap dan angkur yang telah terpasang hingga mengakibatkan separuh badan tanggul longsor. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kajian yang lebih konprehensip meliputi aspek hidrologi, hidrolika dan geoteknik untuk memastikan penyebab terjadinya longsoran serta dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan jenis penanganan yang akan dilakukan selanjutnya. Dari hasil analisis ini, disarankan beberapa hal sebagai langkah penanganan permanen, yaitu perlu dilakukan pengupasan tanah yang mengalami longsor dan dilakukan penimbunan ulang dengan material tanah yang baru, perlu dilakukan perbaikan tanah pondasi karena tanah pondasi termasuk jenis tanah lunak, untuk menghindari terjadinya longsoran di lereng sisi dalam dan meningkatkan stabilitas maka di kaki tanggul diperkuat konstruksi turap, untuk mengurangi efek gerusan dan laju aliran serta menangkap sedimen maka di depan turap perlu ditambah dengan kontruksi krib/bronjong.