Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PHONOLOGICAL PROCESS OF PREFIX /IN-/ IN FRENCH Siti Ayu Masthuroh; M Suryadi; Agus Subiyanto
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v13i2.13516

Abstract

This article aims to know sound variations of prefix /in-/ in French and to explain phonological process of prefix /in-/ in French. The addition of the prefix / in- / can change the meaning of words into the opposite meaning. This prefix has orthographic and phonetic variation which means there are phonological rules in it, the focus of research is on sound variations and phonological rules prefix / in- / in French. The research subject is French, while the object research is adjective in French with prefix / in- /. This research is a qualitative descriptive study with observation method and note-taking technique. The approach used is transformational generative phonology. The addition of the prefix /in-/ indicates that this prefix has a function as a negative marker (negative prefixes). The result of the analysis shows that sound variations of prefix /in-/ in French are [iŋ-], [in-], [im-], [il-], [iʁ-]. The phonological process that occurs in it is an assimilation process. Assimilation process that occurs in the form of nasalization because there are changes in the sound of consonants that are nasalized in the nasal sound environment.
Citra Perempuan Aristokrat Inggris Abad-19 dalam Novel Persuasion Karya Jane Austen Dinda Aprilia Putri; Eta Farmacelia Nurulhady; M Suryadi; Sukarjo Waluyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3829

Abstract

Cara pandang masyarakat Inggris pada abad-19 membentuk keterikatan akan tatanan sosial terutama bagi perempuan bangsawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap citra perempuan bangsawan atau aristokrat di Inggris pada awal abad-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari kepustakaan dengan objek material novel Persuasion karya Jane Austen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak catat yang dianalisis menggunakan pendekatan feminisme oleh Sugihastuti. Hasil penelitian ditemukan 8 data yang mejelaskan citra diri perempuan bangsawan Inggris meliputi aspek fisik dan psikis, serta citra sosial perempuan dalam aspek keluarga maupun masyarakat pada novel Persuasion. Keseluruhan citra menjelaskan bahwa perempuan bangsawan Inggris pada abad-19 masih terbelenggu dalam aturan budaya yang membatasi perempuan dalam mengambil suatu keputusan, meskipun begitu tokoh utama yaitu Anne dalam novel Persuasion berhasil mendobrak ikatan tersebut dengan pilihan hidupnya.
Perubahan Sosial Mantan Yakuza dalam Kehidupan Sosial Pada Film Yakuza and The Family MUHAMMAD RAYHAN BAIHAQY; Ken Widyawati; M Suryadi; Rezki Amelia Anggraeni
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v7i2.131966

Abstract

  Penelitian ini mengkaji strategi reintegrasi sosial dua tokoh dalam film Yakuza and The Family (2021), yakni Kenji Yamamoto dan Shuhei Hosono, dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori stigma sosial dari Erving Goffman. Fokus analisis terletak pada bagaimana masing-masing tokoh menghadapi stigma sebagai mantan anggota yakuza dan merespon tantangan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap narasi film, dialog, dan visual dalam film. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kenji gagal menjalani reintegrasi akibat keterasingan sosial, lemahnya dukungan interpersonal, serta statusnya sebagai mantan pemimpin yakuza yang memperkuat stigma masyarakat terhadap dirinya. Sebaliknya, Hosono menunjukkan keberhasilan dalam reintegrasi melalui strategi penyesuaian diri, penerimaan terhadap norma sosial baru, serta dukungan dari lingkungan yang lebih terbuka. Selain itu,kebijakan pemerintah dan status dalam yakuza juga berperan penting. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan reintegrasi tidak hanya ditentukan oleh niat pribadi, melainkan bergantung pada sejauh mana individu mampu meyakinkan masyarakat bahwa mereka benar-benar telah berubah dan pantas diterima kembali dalam kehidupan sosial