Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Novel Arini Karya Mira W Ke Dalam Film Arini Karya Sutradara Ismail Basbeth Erlinawati Erlinawati; Nensilianti Nensilianti; Hajrah Hajrah
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i2.4267

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penciutan, penambahan, dan perubahan variasi yang muncul dari transformasi novel ke film Arini Masih Ada Kereta yang akan Lewat  berdasarkan kajian ekranisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Arini Masih Ada Kereta yang akan Lewat karya Mira W dan film Arini Masih Ada Kereta yang akan Lewat karya sutradara Ismail Basbeth. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra mampu melakukan transformasi ke media baru yakni media film. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik catat dan teknik dokumentasi. Data pada penelitian ini dianalisis, menbaca, mengidentifikasi, membandingkan unsur intrinsik yang ada pada novel dan film. Transformasi adalah perubahan, yaitu perubahan terhadap suatu hal atau keadaan. Jika suatu hal atau keadaan yang berubah itu adalah budaya, budaya itulah yang mengalami perubahan.Kata Kunci: novel, film, ekranisasi, transformasi
Representasi Gender dalam Media Sosial TikTok: Kajian Semiotika Visual Sosial Theo van Leeuwen dan Gunther Kress Wulan Fadillah; Juanda Juanda*; Nensilianti Nensilianti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5889

Abstract

This article will describe forms of gender representation in TikTok video content based on Theo van Leeuwen and Gunther Kress's theory of Social Visual Semiotics. The research was conducted using a descriptive qualitative approach with an analysis of three visual metafunctions: representational meaning, interactional meaning, and compositional meaning. Data were obtained through documentation techniques and non-participant observation of gender-themed TikTok content. The results show that TikTok is a multimodal space that displays various forms of gender representation, ranging from the reinforcement of traditional stereotypes to resistance to gender role constraints. Multimodal elements such as visuals, text, audio, gestures, camera angles, and lighting work simultaneously to shape social meaning. TikTok thus functions as an ideological arena that helps build public awareness of gender equality.Keywords: multimodality; gender representation; social visual semiotics; TikTokArtikel ini akan mendeskripsikan bentuk representasi gender dalam konten video TikTok berdasarkan teori Semiotika Visual Sosial Theo van Leeuwen dan Gunther Kress. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tiga metafungsi visual, yaitu representational meaning, interactional meaning, dan compositional meaning. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dan observasi nonpartisipan terhadap konten TikTok bertema gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok menjadi ruang multimodal yang menampilkan beragam bentuk representasi gender, mulai dari penguatan stereotip tradisional hingga resistensi terhadap batasan peran gender. Elemen multimodal seperti visual, teks, audio, gestur, sudut pandang kamera, dan pencahayaan bekerja secara simultan membentuk makna sosial. TikTok dengan demikian berfungsi sebagai arena ideologis yang turut membangun kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan gender.Kata kunci: multimodalitas; representasi gender; semiotika visual sosial; TikTok 
Ekletisisme, Ironi, dan Parodi dalam Novel Amore: By Your Side karya Bulan Nosarios (Pascamodernisme Jean Francois Lyotard) Yultriani Damat*; Aslan Abidin; Nensilianti Nensilianti
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v9i1.5960

Abstract

This aticle describe the form of eclecticism, irony, and parody in the novel Amore: by Your Side using the theory of postmodernism Jean Francois Lyotard. This type of research is descriptive qualitative by analyzing the text of the novel based on postmodern aspects. The results showed that eclecticism is present through three forms, namely eclecticism as a plurality of global music references, eclecticism through a blend of global culture in lifestyle, to eclecticism in a plurality of language games in the form of communication styles of the characters who often combine Indonesian with foreign languages such as English and French. The form of the aspect of irony is present in two forms, namely irony related to the contradiction of expectations and reality, as well as the irony of love and the uncertainty of feelings that reflect the ambiguity of postmodern life. As for the form of parody aspect appears through the form of parody of romance romance and parody of social life presented in a reflective, humorous and witty. Overall, these three aspects show that the novel Amore: by Your Side represents the spirit of Lyotard's postmodernism, namely the plurality of meanings, the rejection of a single truth, and the celebration of cultural diversity and forms of expression. Keywords: eclecticism; irony; novel; parody; postmodernism Artikel ini mendeskripsikan bentuk ekletisisme, ironi, dan parodi dalam novel Amore: By Your Side menggunakan teori pascamodernisme Jean Francois Lyotard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis teks novel berdasarkan aspek-aspek pascamodern. Hasil penelitian menunjukkan ekletisisme hadir melalui tiga bentuk yakni ekletisisme sebagai pluralitas referensi musik global, ekletisisme melalui perpaduan budaya global dalam gaya hidup, hingga ekletisisme dalam pluralitas permainan bahasa berupa gaya komunikasi tokoh-tokohnya yang sering memadukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing seperti Inggris dan Prancis. Bentuk aspek ironi hadir dalam dua bentuk, yaitu ironi yang berkaitan dengan kontradiksi harapan dan kenyataan, serta ironi cinta dan ketidakpastian perasaan yang mencerminkan ambiguitas kehidupan pascamodern. Adapun bentuk aspek parodi muncul melalui bentuk parodi terhadap romansa percintaan dan parodi kehidupan sosial yang disajikan secara reflektif, humor dan jenaka. Secara keseluruhan, ketiga aspek ini menunjukkan bahwa novel Amore: By Your Side merepresentasikan semangat pascamodernisme Lyotard, yakni pluralitas makna, penolakan terhadap kebenaran tunggal, dan perayaan terhadap keberagaman budaya serta bentuk ekspresi. Kata kunci: ekletisisme; ironi; novel; parodi; pascamodernisme