Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Penatalaksanaan Stomatitis Aftosa Rekuren pada Anemia Defisiensi Besi (Laporan Kasus) Ahmad Ronal; Siti Aliyah
Majalah Sainstekes Vol 4, No 2 (2017): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.437 KB) | DOI: 10.33476/ms.v4i2.909

Abstract

Recurrent aphthous stomatitis (RAS) is a type of lesion of the oral mucous consisting of sudden acute, painful, being recurrent, non-infectious, non- vesicular, and immunologically mediated. Chronic iron deficiency will result in iron deficiency anemia which is one of RAS predisposing factors. To ilustrate the complexity of RAS in iron deficiency anemia following the treatment strategies. Case Report: Outpatient woman, thirty years old, not married yet; came with painful aphthous on her tongue causing stiff tongue sensation and difficult to speak. She has frequent aphthous since last two months. Case Management: Diagnosis of RAS was derived from history and clinical presentation whereas iron deficiency anemia condition was derived from hematology examination. Patient has been instructed to increase iron source diet and limit tea consumption. Chlorhexidine gluconate and bee propolis were used as RAS medication. Ferro gluconate, ferrazone, and ascorbic acid were delivered as iron deficiency therapy. RAS treatment in iron deficiency anemia has to be considered both of RAS and iron deficiency condition related to their correlation.
Edukasi Kanker Mulut dan Pencegahannya pada Ibu Yayasan Al Istiqomah Tenggulun Jakarta: Oral Cancer Education And Its Prevention For Women At The Al Istiqomah Tenggulun Foundation Jakarta Nurfianti; Ahmad Ronal; Ridhayani; Audiawati Surachmin
Info Abdi Cendekia Vol. 6 No. 2: Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/iac.v6i2.114

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas saat ini. Kanker mulut merupakan kanker yang biasa terjadi pada negara berkembang. Insiden kanker ini di seluruh dunia sekitar 3% dari semua keganasan dengan kasus baru sebanyak 270.000 setiap tahunnya. Kanker mulut juga memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidup individu pasien dan tingginya biaya perawatan, terutama pada stadium lanjut. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan mengenai kanker mulut, tanda dan gejala kanker mulut, serta upaya pencegahan terjadinya kanker mulut di kalangan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan dan pelaksanaan. Sebelum edukasi diberikan, tingkat pengetahuan awal peserta diukur dengan menggunakan kuesioner pre-test. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan dengan menggunakan media power point, video dan  leaflet.  Setelah edukasi diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta dan tanya jawab lalu diakhiri dengan post-test. Kegiatan dilakukan pada 50 orang, pengetahuan baik responden mengenai kanker mulut sebelum edukasi sebanyak 25 (50%), dan sesudah edukasi sebanyak 43 (86%). Pada uji korelasi T-Test berpasangan, nilai signifikansi 0,032 < 0,05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dengan post-test. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan mengenai kanker mulut pada masyarakat dapat ditingkatkan melalui edukasi kanker mulut dan pencegahannya.
Management of Stomatitis Apthous Recurrent in Patients with Multiple Systemic Diseases - Case Report Surachmin, Audiawati; Fathia Sabila; Ahmad Ronal; Nurfianti
YARSI Dental Journal Vol. 1 No. 2 (2024): YARSI DENTAL JOURNAL
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ydj.v1i2.150

Abstract

Introduction: A 63 year old patient with multiple systemic diseases came in complaining that there were many ulcer in his oral cavity. Providing the best treatment for ulcers in the patient's oral cavity. Case Report: A 63 year old male patient came to RSGM YARSI on March 20 2019 with complaints of mouth ulcers on the left side of his tongue for the previous 3 days. The patient had a history of heart disease and hypertension for 8 years and had undergone heart surgery. History of stroke occurred 3 months ago. During the visit, the patient also informed that he was taking medication related to his illness.  Discussion: The patient received garg therapy. Chlorhexidine gluconate 0.2% and ungt. Triamcinolone acetonide 0.1% 5gr to reduce pain and eliminate bacteria and fungi. During the 1 week follow-up, there were still lesions but they were no longer painful. In the second week, the lesions had disappeared and healed. Conclusion: In this case, we found an ulcerated lesion on the patient's left ventral tongue. The cause of the lesion is unknown but is suspected to be predisposing factors such as drugs, systemic disease and poor oral hygiene conditions.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Kebiasaan Buruk Merokok sebagai Risiko Terjadinya Kanker Rongga Mulut Pada Pasien RSGM YARSI dan Tinjauannya dalam Islam Surachmin, Audiawati; Shinta Dewi; Nurfianti; Siti Nur Riani; Ahmad Ronal
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.4358

Abstract

Pengetahuan bertujuan untuk mencari kebenaran ilmiah yang sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Kesadaran diri secara global memiliki arti menemukan jati diri dengan cara mendidik. Menurut penelitian lain, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesadaran akan kanker rongga mulut. Salah satu predisposisi kanker rongga mulut adalah merokok. Tidak disebutkan hukum merokok dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menyebabkan munculnya perbedaan pendapat ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran pasien RSGM YARSI mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penilitian deskriptif. Responden merupakan pasien RSGM YARSI dengan total 107 responden yang terdiri dari 62 laki-laki dan 45 perempuan. Data analisis menggunakan uji univariat dan uji kendall’s tau-b. Responden yang terlibat adalah pasien perokok sebanyak 58 responden dan pasien bukan perokok sebanyak 49 responden. Pasien perokok memiliki hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,000 (p<0,05) sedangkan pasien bukan perokok tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesadaran dengan hasil uji kendall tau-b didapat nilai p-value = 0,874 (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesadaran diri mengenai kebiasaan buruk merokok sebagai risiko terjadinya kanker rongga mulut pada pasien RSGM YARSI. Pengetahuan dan kesadaran yang baik pada pasien merupakan upaya menjaga kesehatan jiwa (Hifdzun Nafs).