Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Dakwah Muhammadiyah Melalui Kearifan Budaya Lokal dalam Konstruksi Ummatan Wasathon (Studi Dakwah Muhammadiyah di Lampung) Junaidi Songidan; Nasor Nasor; Marzuki Noor; Fitri Yanti
Al-Ulum Vol. 21 No. 1 (2021): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.054 KB) | DOI: 10.30603/au.v21i1.2171

Abstract

This article focuses on research on the implementation of Muhammadiyah da'wah through local cultural wisdom in the 'ummatan wasathon' construction in Lampung. This study uses a qualitative method with a phenomenological and sociological approach to informants taken through purposive sampling with predetermined considerations. Data were collected through interviews, observation and documentation studies. The purpose of this study is to analyze the implementation of Muhammadiyah's da'wah and find out a model of Muhammadiyah's da'wah through local cultural wisdom in the construction of wasathon ummatan. The research findings show that Muhammadiyah's da'wah in implementing the Islamic da'wah movement requires movement reconciliation, through majlis and business charities, so that the da'wah movement can achieve its goals. At the same time, the da'wah is carried out with flexibility and wisdom through local cultural wisdom and becomes a model for the development of Islamic society, namely ummatan wasathon.
RELIGIUSITAS UNIVERSITY: STRATEGI INTERNALISASI NILAI-NILAI AIK DALAM MEMBANGUN KULTUR RELIGIUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Junaidi Songidan; Heri Cahyono; Liana Fadhilah
AT-TAJDID Vol 5, No 01 (2021): JANUARI-JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v5i01.1523

Abstract

Tingginya jumlah amal usaha pendidikan Muhammadiyah memberikan kesempatan dalam mendaakwahkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan secara lebih luas. Sudah sepatutnya Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Memiliki strategi dalam menginternalisasikan nilai-nilai AIK kedalam keperibadian maupun lembaga sebagai keberlangsungan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. Tujuan penelitian ini Mengungkap strategi internalisasi nilai-nilai AIK di Universitas Muhammadiyah Metro, fenomena kultur religius di Universitas Muhammadiyah Metro. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan dalam kehidupan yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif eksplanatori. Dalam internalisasi nilai-nilai religius di lembaga pendidikan tidak instan sehingga perlu dilakukan secara kontinue. Sehingga dalam menginternalisasikan nilai-nilia tersebut membutuhkan berbagai macam cara sebagaimana yang dikemukakan oleh agus wibowo yakni dengan keteladanan, latihan dan pembiasaan dan pemberian nasihat. Internalisasi nilai-nilai Islam (AIK) kedalam kompetensi pribadi dosen, karyawan dan mahasiswa UM Metro menjadi ciri khas pada penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah untuk membentuk manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlakul karimah, berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tajdid dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Pelatihan Multimedia Dalam Pembuatan Media Dakwah Bagi Santri Pondok Pesantren Islam Babul Hikmah Kalianda Lampung Selatan Muhammad Nur; Junaidi Songidan; Masruh Sidik; Abdul Muis
SINAR SANG SURYA Vol 6, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v6i2.2180

Abstract

ABSTRAK Dakwah multimedia merupakan salah satu dakwah masa kekinian yang dapat dinikmati oleh semua orang. Pemanfaatannya sebagai sarana dakwah merupakan salah satu bentuk inovasi dakwah. Pada masa lalu, dakwah identik dengan mimbar, mesjid, mushallah, pengajian dan lainnya.Adanya dakwah multimedia mempermudah bagi juru dakwah untuk menyampaikan dakwah dan juga agar mudah di pahami oleh sasaran dakwah (mad'u), maka sebaiknya dakwah dilakukan dengan menggunakan salah satu media yang ada. Hal ini untuk menyesuaikan keadaan masyarakat yang tidak sama, disatu sisi sudah modern disisi lain masih tradisional.Pemanfaatan salah satu aplikasi media yaitu film mora, sebagai alternative pilihan dalam mengembangkan media dakwah bagi santri, Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Babul Hikmah Kalianda, Dusun. Umbul Tengah,  Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan kegiatan ini pertama sebagai edukasi multimedia bagi santri, kedua mengenalkan alternative pemanfaatan multimedia melalui aplikasi film mora sebagai salah satu cara bagi santri di pondok dalam mengembangkan media dakwah. Dengan menggunakan aplikasi  Wondershare Filmora X santri dapat membuat materi dakwah audio visual dengan mudah dikarnakan aplikasi tersebut memiliki fitur yang mudah dipahami oleh pemula. Kata Kunci : Multimedia, Media, Dakwah, Santri Pondok Pesantren  ABSTRACT Multimedia da'wah is one of the modern da'wah that can be enjoyed by everyone. Its use as a means of da'wah is one form of da'wah innovation. In the past, da'wah was synonymous with pulpits, mosques, prayer rooms, recitations and others.The existence of multimedia da'wah makes it easier for da'wah interpreters to convey da'wah and also so that it is easily understood by the da'wah target (mad'u), so it is better for da'wah to be done using one of the existing media. This is to adjust the conditions of society that are not the same, on the one hand it is modern on the other hand it is still traditional.Utilization of one of the media applications, namely the film mora, as an alternative choice in developing da'wah media for students. This community service activity was held at the Babul Hikmah Kalianda Islamic Boarding School, Dusun. Umbul Tengah, Kedaton Village, Kalianda District, South Lampung Regency.The purpose of this activity is firstly as a multimedia education for students, secondly to introduce alternative uses of multimedia through the application of the film mora as a way for students at the boarding school to develop da'wah media. By using the Wondershare Filmora X application, students can easily create audio-visual da'wah materials because the application has features that are easy for beginners to understand. Keywords: Multimedia, Media, Da'wah, Boarding School Students.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PEMBINAAN AKHLAK ISLAMI SANTRIWATI PONDOK PESANTREN MODERN AZ-ZAHRA ISLAMIC BOARDING SCHOOL Asri Yati; Junaidi Songidan; Muhammad Nur
DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI Vol. 2 No. 2 (2022): JANUARI-JUNI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/decoding.v2i2.3853

Abstract

Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran arus informasi. Dimana komunikasi saat ini menjadi suatu hal yang sangat penting karena segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan manusia selalu berhubungan dengan interaksi sosial. Akhlak adalah suatu bagian dari individu manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena akhlak menjadikan manusia kembali kepada fitrahnya menjadi lebih baik. Pondok pesantren modern Az-Zahra merupakan salah satu organisasi lembaga islami yang membantu membina dari segi agama yang mencakup akhlak islami, pembinaan yang terjadi di pondok pesantren modern Az-Zahra dilakukan dengan membentuk sebuah komunikasi yang terjalin intensif dan efesien serta menekankan kedisiplinan sehingga tercipta habit yang baik dan kontinyu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi yang berlangsung sesuai struktur aliran pesan yang disampaikan. Pada penelitian yang peneliti tuliskan ini ada 2 pola komunikasi yang diterapkan yaitu pola lingkaran dan pola roda. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Pola komunikasi yang diaplikasikan di Pondok Pesantren Modern Az-Zahra adalah pola komunikasi dua arah (two ways communication) dengan pendekatan antara pengasuh dengan santri, usatdz dengan santri, dan santri dengan para pengurus. Adapun pola yang digunakan adalah pola roda dan pola lingkaran. Hal ini dapat menghasilkan feedback dan kesamaan makna dalam proses penyampaian pesan dengan menjalin komunikasi lateral/kesamping yang menyebar keseluruh anggota organisasi.