Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memahami Konflik Radikalisme dan Anarkisme dalam Masyarakat Modern Muhammad Nawir; Sam'un Mukramin; Lukman Ismail; Maemunah Maemunah; Irma Rachmawati
Al-Ulum Vol. 21 No. 2 (2021): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.973 KB) | DOI: 10.30603/au.v21i2.2359

Abstract

This paper focuses on the conflict of radicalism and anarchism in contemporary society. This research is qualitative with a literature review. The literature collected comes from several national and international articles, proceedings, books, and other references related to the issue of radicalism and anarchism in a global society. The data analysis is carried out by reviewing related references and looking for unique points to find findings in the study. This study finds that a strong ideology influences society, so understanding the conflict between radicalism and anarchism in modern society also develops.
Model Pembelajaran Literasi Budaya di Sekolah Dasar Salsabila Zahra; Muflihah Salahuddin; Arifah Wardana Syarif; Auliani Nisa; Muhammad Nawir; Afdal
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, namun arus globalisasi dan digitalisasi telah memunculkan gejala krisis identitas budaya pada generasi muda, termasuk siswa Sekolah Dasar (SD). Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, urgensi, model, dan implementasi pembelajaran literasi budaya di SD melalui studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber ilmiah terkini periode 2022–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi budaya merupakan kemampuan multidimensional yang mencakup dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memahami serta menghargai keberagaman budaya, dan menjadi salah satu dari enam literasi dasar dalam Gerakan Literasi Nasional. Terdapat enam model pembelajaran yang relevan diterapkan di SD, yaitu Culturally Responsive Teaching, Ethno-Pedagogy, Project-Based Learning berbasis budaya, pembelajaran berbasis cerita rakyat, Integrated Cultural Learning, serta kunjungan budaya berbasis experiential learning. Implementasi model-model tersebut memerlukan tahapan sistematis mulai dari analisis kebutuhan, perancangan kurikulum yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka, pelaksanaan pembelajaran yang kontekstual, hingga evaluasi holistik dan autentik. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, minimnya bahan ajar berbasis budaya lokal, resistensi terhadap perubahan, serta pengaruh media digital, yang dapat diatasi melalui pengembangan profesional guru, pemanfaatan teknologi secara bijak, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.