Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Manajemen Usaha Lemang Makanan Khas Kota Tebing Tinggi Kustoro Budiarta; Ahmad Hidayat; Alvi Nura; Ajeng Inggit Anugrah; Sienny Sienny
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i1.693

Abstract

ABSTRAKJumlah pengusaha lemang makanan khas Tebing Tinggi semakin berkurang bahkan dari pengusaha lemang yang masih berproduksi, valome penjualannya semakin menurun. Faktor utama yang menjadi penyebab kondisi tersebut adalah rendahnya kemampuan manajemen usaha, tidak adanya sentuhan teknologi, pemajangan produk yang tidak menarik, kumuh, dan berdebu, kurang higienis, tidak ada label dan kemasan sehingga berdampak menurunnya minat beli masyarakat. Masalah lain yang dihadapi mitra adalah lemang hasil produksi yang tidak tahan lama, juga rendahnya kemampuan mitra dalam membuat selai sebagai produk pelengkap dari lemang. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian meliputi pendampingan dalam bentuk perubahan mindset tentang manajemen usaha, pelatihan, dan praktik produksi lemang dan selai, serta rancang bangun alat juga pengembangan desain/merek dan kemasan. Pada setiap tahapan kegiatan dilakukan evaluasi baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil sehingga luaran kegiatan dapat terukur. Hasil dari kegiatan ini: 1) adanya perubahan mindset tentang manajemen usaha; 2) adanya peningakatan keahlian dan ketrampilan dalam memproduksi lemang dan memproduksi selai; 3) adanya alat berupa gerobak etalase; dan 4) adanya desain label/merek dan kemasan produk. ABSTRACTThe number of lemang entrepreneurs for Tebing Tinggi traditional food was decreasing, even from those who were still producing lemang, their sales volume was decreasing. The main factor that causes this condition was the low ability of business management. technology had not been utilized, display of unattractive products, dirty and dusty, lack of hygiene, no labels and packaging so that it had decreased public interest in buying. Another problem faced by partners was not durable, as well as the low ability of partners to make jam as a complementary product from lemang. The activity methods used in the service activities include mentoring in the form of changes in business management, training and practice of lemang and jam production, design of tools as well as design/brand and packaging development. At each stage of the activity, evaluation was carried out, both process evaluation and evaluation of results so that the output of the activity can be measured. The results of this activity were: 1) a change in mindset regarding business management, 2) an increase in expertise and skills in producing lemang and producing jam, 3) the existence of a tool in the form of a storefront cart and 4) the existence of a label / brand design and product packaging.
MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI MARKISA DI SUMATERA UTARA kustoro budiarta; Ahmad Hidayat; Sienny Sienny; Riza Indriani
Niagawan Vol 10, No 1 (2021): NIAGAWAN VOL 10 NO 1 MARET 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/niaga.v10i1.23482

Abstract

Analisis situasi awal menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui kelompok petani markisa dalam membangun pola kemitraan menjadi satu kebutuhan yang urgen terutama melihat permasalahan yang dihadapi oleh petani markisa di Propinsi Sumatera Utara. Selain itu, oleh karena modal sosial dinilai sangat berperan secara ekonomi untuk meningkatkan produktivitas usaha dan efisiensi, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh modal sosial yang idukur dengan kepercayaan, norma sosial dan jaringan kerja terhadap perilaku petani markisa di Propinsi Sumatera Utara. Subyek penelitian ini adalah petani markisa, dengan teknik purposive sampling maka ditentukan empat kabupaten yaitu Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungan, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara. Pengambilan sampel petani markisa digunakan stratified random sampling dengan memperhatikan responden yang benar-benar dapat memberikan informasi data yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Modal sosial diukur dengan variabel kepercayaan, norma sosial dan jaringan kerja sebagai variabel independen dan pemberdayaan masyarakat diukur dengan perilaku petani sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan Alpha sebesar 0,917 untuk perilaku petani, 0,916 untuk kepercayaan, 0,877 untuk norma sosial dan 0,793 untuk jaringan kerja. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara mendalam. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji F untuk mengetahui pengaruh simultan dan uji hipotesis secara parsial digunakan statistik uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara simultan maupun secara parsial kepercayaan, norma sosial dan jaringan kerja berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani.
PENGARUH REVITALISASI PRODUK WISATA TERHADAP PREFERENSI MENGUNJUNGI PANTAI BALI LESTARI Betaria Nababan; Sienny Sienny
Jurnal PLANS : Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol 13, No 2 (2018): JURNAL PLANS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/plans.v13i2.13312

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap Preferensi Mengunjungi. Penelitian ini dilakukan di Pantai Bali Lestari, jalan Mayjen Haji T. Rizal Nurdin Pantai Cermin kanan, Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai – Sumatera Utara 20987. Dengan populasi sebanyak 5.545 orang yang merupakan pengunjung pantai selama satu minggu terakhir pada bulan januari 2017. Dengan menggunakan Purposive Sampling di tetapkan sebanyak 98 orang sebagai sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan diolah dengan SPSS 20.0. Teknik analisi data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan rumus Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Atraksi Wisata, Amenitas, dan Aksebilitas secara simultan berpengaruh terhadap Preferensi mengunjungi. Kata kunci : Revitalisasi Produk Wisata, Preferensi Mengunjungi AbstractThis study aims to determine the Influence of Tourism Product Revitalization on Visiting Preference. This research was conducted at Bali Lestari beach, Jalan Mayjen Haji T. Rizal Nurdin  Cermin beach right, Cermin beach Serdang Bedagai Regency - North Sumatera 20987. With a population of 5,545 people who are beach visitors during the last week in januari 2017. By using Purposive Sampling is set by 98 people as sample. Data were collected by questionnaire and processed with SPSS 20.0. Data analysis technique used is multiple linear regression with the formula Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e. The results showed that Tourist Attraction, Amenitas, and Aksebilitas variables simultaneously affect the visiting Preference. Keywords: Tourism Product Revitalization, Visiting Preference