touvan Juni samodra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing Digital Literacy and Traditional Games to Reduce the Impact of Online Games Maharani Fatima Gandasari; Putra Sastaman B; Ghana Firsta Yosika; Rubiyatno; Rahmat Putra Perdana; Touvan Juni Samodra; Eka Supriatna
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.5525

Abstract

The rapid development of digital technology has had a significant impact on the behavior of children and adolescents, including increasing addiction to online games. This phenomenon causes various problems such as decreased academic achievement, impaired social interaction, and physical and mental health problems. The purpose of this article is to examine strategies for reducing the negative impacts of online games through optimizing digital literacy and preserving traditional games. Digital literacy plays an important role in equipping children, parents, and educators with the knowledge and skills to use technology wisely and responsibly. Meanwhile, traditional games can be an educational and recreational alternative that encourages physical activity, social interaction, and strengthening local cultural values. The combination of these two approaches is expected to create a balance in the use of technology while strengthening the cultural identity of the younger generation. Online games have become part of the lives of modern children and adolescents, but excessive use without supervision has a negative impact on mental, social, and academic health. This community service activity aims to educate elementary school students about healthy digital literacy and reintroduce traditional games as an alternative to fun physical and social activities. The implementation method includes socialization, training, and practice of traditional games at SDN 17 Sungai Raya in West Kalimantan. The results show an increase in students' understanding of the wise use of gadgets and high enthusiasm in participating in traditional games. The conclusion of this activity is that collaboration between digital literacy and local cultural preservation can reduce dependence on online games
Deskripsi Kesulitan Guru Dalam Menyusun Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Pontianak Barat Hani Widya Cahyani; Touvan Juni Samodra; Dyoty Auliya Vilda Ghasya
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi terkait kesulitan yang dihadapi guru dalam menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Pontianak Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasinya adalah Guru-guru di Sekolah Dasar Kecamatan Pontianak barat. Sampel penelitian ini Guru-guru di 6 Sekolah Dasar Pontianak Barat yang berjumlah 116 guru. Sampel adalah Guru Sekolah Dasar Negeri 09, 31, 44, 55, 71, dan 13. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik cluster random sampling dengan metode survey. Instrumen pengumpulan data adalah angket melalui google form yang terdiri dari pertanyaan pembuka dan komponen modul ajar menggunakan skala guttman dan likert. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS 25 dan di analisis menggunakan standar 5 Gronlound. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan yang dialami guru dalam menyusun modul ajar adalah penyesuaian target peserta didik kesulitan belajar dan tingkat pemahaman tinggi serta penyesuaian model pembelajaran yang tepat dan sesuai. Sebanyak 51,4% guru masih kesulitan dalam penyesuaian target peserta didik dan 50,3% guru yang masih kesulitan dalam model pembelajaran modul ajar menyusunnya. Solusi terhadap kesulitan penyusunan modul ajar adalah penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan siswa. Peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan melalui pelatihan, kolaborasi, dan pengembangan diri berkelanjutan agar mampu memilih model pembelajaran yang tepat.