Rafika Nur Kusumawati
Department Of Psychology, Faculty Of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Culture Intelligence dengan Organizational Citizenship Behavior melalui Kepemimpinan Transformasional Angela Irena Sindoro Dahzuki; Aditya Nanda Priyatama; Rafika Nur Kusumawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.884 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i2.697

Abstract

Perilaku yang tidak terdapat pada deksripsi pekerjaan secara formal dalam sebuah pekerjaan tetapi jika dilakukan akan dihargai atau dapat disebut sebagai Organizational Citizenship Behavior. Perilaku ini muncul karena terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi, salah satunya kepemimpinan transformasional. Selain karakteristik seorang pemimpin, organisasi perlu menyadari bahwa setiap karyawan mempunyai latar belakang budaya atau kultur yang berbeda. Culture Intelligence hadir untuk memahami keberagaman dari berbagai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel mediator, (2) mengetahui hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior (3) mengetahui hubungan culture intelligence dengan kepemimpinan transformasional, (4) mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dan organizational citizenship behavior. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 73 karyawan yang terdiri dari 44 karyawan laki-laki dan 29 karyawan perempuan . Hasil uji hipotesis menunjukkan  persamaan langsung antara culture intelligence dan organizational citizenship behavior sebesar 0,203, sementara persamaan tidak langsung antara culture intelligence dan organizational citizenship behavior yang dimediatori oleh kepemimpinan transformasional adalah sebesar 0,378. Penelitian ini bersifat mediasi sempurna dikarenakan hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior bernilai tidak signifikan positif, sedangkan untuk hubungan culture intelligence dan kepemimpinan transformasional serta hubungan kepemimpinan transformasional dan organizational citizenship behavior bernilai positif dan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, culture intelligence dan organizational citizenship behavior yang dimediatori oleh kepemimpinan transformasional terdapat hubungan yang signifikan dan positif.
Hubungan antara Tekanan Teman Sebaya dan Gaya Hidup dengan Perilaku Seksual Mahasiswa Laki-laki Diana Evi Purwitasari Suswanto Putri; Istar Yuliadi; Rafika Nur Kusumawati
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 17, No 1 (2021): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v17i1.2289

Abstract

This study aims to determine the relationship between peer pressure and lifestyle with the sexual behaviour of male students. This study used cluster random sampling with 325 male undergraduate students from University X aged 18-22 years as respondents. The instruments used were the sexual behaviour scale (α=0.934), the peer pressure scale (α=0.940), and the lifestyle scale (α=0.955). The results showed that there was a significant relationship between peer pressure and lifestyle with sexual behaviour (Fcount=26,386 and p=0.000, p0.05) with a total effective contribution of 14.1%, there was a significant positive relationship between peer pressure and sexual behaviour (r = 0.257, p = 0.000) with an effective contribution of 6%, and there is a significant positive relationship between lifestyle and sexual behaviour (r = 0.295, p = 0.000) with an effective contribution of 8.1%.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF: STUDI PADA ANGGOTA ORGANISASI DENGAN PEMIMPIN PEREMPUAN Alfi Mufidah; Pratista Arya Satwika; Rafika Nur Kusumawati
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v4i2.766

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the relationship between leader-member exchange and innovative work behavior among organizational members who led by female leaders. The sample in this study were 62 members of the non-government organization Gajahlahkesehatan.id. The sampling technique used in this research is simple random sampling. The instruments used were the innovative work behavior scale (r=0,953) and the leader-member exchange scale (r=0,944). Based on the results of data analysis using the product-moment correlation method from Pearson, the correlation coefficient (r) obtained is 0,292 with a significance level (p) < 0.05, which is 0,021. The research hypothesis is accepted, namely that there is a relationship between leader-member exchange and innovative work behavior among organizational members who led by female leadersKeywords: Leader-Member Exchange, Non-government Organization, Innovative Work Behavior.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara leader-member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada anggota organisasi dengan pemimpin perempuan. Sampel pada penelitian ini adalah 62 anggota non-government organization Gajahlahkebersihan.id. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku kerja inovatif (r=0,953) dan skala leader-member exchange (r=0,944). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode korelasi product-moment dari Pearson, nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan adalah sebesar 0,292 dengan taraf signifikansi (p) < 0,05 yaitu sebesar 0,021. Hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat hubungan antara leader-member exchange dengan perilaku kerja inovatif pada anggota organisasi dengan pemimpin perempuan. Kata kunci: Leader-Member Exchange, Non-Government Organization, Perilaku Kerja Inovatif.
Career Adaptability dan Self Perceived Employability pada Mahasiswa Magang Aziza Rahma; Aditya Nanda Priyatama; Rafika Nur Kusumawati
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v8i1.7571

Abstract

Academic ability is not enough, self perceived employability is also needed for students to be able to have sustainable jobs in accordance with the level of qualifications possessed. In achieving a dream job, an ability to understand self-competence is strongly needed in order to adapt to the world of work, it is called career adaptability. This study aims to find out the relationship between career adaptability and self perceived employability among internship students. The participants of this research are 83 internship students. This research instrument uses a career adaptability scale consisting of 30 items and a self-perceived employability scale consisting of 20 items. Based on the results of data analysis using the product-moment correlation method from Pearson, the value of the correlation coefficient (r) obtained is 0.663 with a significance level (p) 0.05, which is 0.000. The research hypothesis is accepted, which shows that there is a correlation between career adaptability and self-perceived employability among internship students. Kemampuan akademik yang diperoleh dari perguruan tinggi saja tidak cukup, dibutuhkan pula self perceived employability dalam diri mahasiswa untuk mampu memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan tingkat kualifikasi yang dimiliki. Dalam mencapai pekerjaan tersebut dibutuhkan suatu kemampuan untuk memahami kompetensi diri supaya bisa beradaptasi dengan dunia kerja yaitu career adaptability. Ketika mahasiswa siap dengan tugas dalam pekerjaannya, maka mahasiswa akan siap menghadapi segala tuntutan peran. Ketika mahasiswa siap menghadapi segala tuntutan pekerjaan, maka mahasiswa tersebut juga akan lebih mampu untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara career adaptability dengan self perceived employability pada mahasiswa magang di Startup X. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 83 mahasiswa magang di Startup X. Penelitian ini menggunakan skala career adaptability terdiri dari 30 aitem dan self perceived employability terdiri dari 20 aitem. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan metode korelasi product-moment dari Pearson, nilai koefisien korelasi (r) yang didapatkan yaitu 0,663 dengan taraf signifikansi (p) 0,05 yaitu sebesar 0,000. Hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat hubungan antara career adaptability dengan self perceived employability pada mahasiswa magang.
Edukasi Seks Berbasis Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Keterampilan Perlindungan Diri Anak Laelatus Syifa Sari Agustina; Rafika Nur Kusumawati; Hardjono Hardjono
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 14, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v14i2.29575

Abstract

Banyaknya kasus Kekerasan Seksual pada Anak (KSA) terjadi karena anak tidak memahami kejahatan seksual. Selain itu, anak tidak menyadari bahwa mereka adalah golongan yang rawan menjadi korban KSA. Di sisi lain, masih banyak orang tua yang kurang terampil memberikan pendidikan seks yang tepat pada anak, bahkan masih menganggapnya sebagai hal yang tabu. Untuk itu, peneliti mencoba membuat metode pembelajaran edukasi seks kepada anak melalui permainan puzzle. Pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui metode permainan adalah cara yang sangat tepat bagi anak. Hal ini juga mempermudah orang tua atau guru untuk mengajarkan anak tentang perlindungan diri dalam edukasi seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan puzzle edukasi seks pada keterampilan perlindungan diri anak. Penelitian ini melibatkan 17 anak usia 5-6 tahun. Metode dilakukan dengan eksperimen one group pretest-posttest. Analisis dalam penelitian ini menggunakan paired sample t-test dengan bantuan program pengolah data, untuk menguji apakah terdapat perbedaan keterampilan perlindungan diri antara sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pada sebuah kelompok eksperimen. Eksperimen dilakukan menjadi dua sesi pertemuan yang didampingi oleh fasilitator. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan perlindungan diri anak sebelum dan sesudah pemberian permainan puzzle seks edukasi dengan taraf signifikansi 0,000. Many cases of childhood sexual abuse occurred because children do not understand what sexual abuse is. Furthermore, children do not realize that they are a vulnerable group to become victims of childhood sexual abuse. On the other hand, there are still many parents who are not skilled enough to provide proper sex education to their children, and even consider it a taboo. For this reason, the researcher tried to make a method of learning sex education to make a method of learning sex education to children through puzzle games. Providing knowledge and skills to children through play methods is a very appropriate way for children about self-protection in sex education. The purpose of this study was to determine the effect of educational sex puzzle games on children’s self protection skills.  This study involved 17 children aged 5-6 years. The method was carried out by experimenting with one group pretest-posttest. The analysis in this study used a paired sample t-test with SPSS software, to test whether there were differences in self-protection skills between before and after the intervention was carried out in an experimental group. The experiment was carried out into two meeting sessions facilitated by the facilitator. The results showed that there were significant differences in children’s self-protection skills before and after giving the educational sex puzzle games with significant level at 0,000.Â