Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah yang Mengikuti PAUD dan Tidak Mengikuti Paud Indra Fajarwati Ibnu; Ummiyah Saleh; Healthy Hidayanti
Jurnal Online Psikogenesis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v8i1.1131

Abstract

Perkembangan sosial anak mulai agak kompleks ketika anak menginjak usia 3 tahun karena anak mulai memasuki ranah pendidikan yang paling dasar yaitu taman kanak-kanak. Perkembangan sosial anak diperoleh dari kematangan dan kesempatan belajar dari berbagai respons lingkungan terhadap anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk upaya untuk melakukan  stimulasi terjadap perkembangan social anak pra sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perkembangan social anak usia pra sekolah yang mengikuti PAUD dan yang tidak mengikuti PAUD. Jenis Penelitian adalah observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel yaitu random sample (probability samples) Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perkembangan social pada anak usia pra sekolah yang mengikuti pendidikan usia dini dan tidak pendidikan usia dini secara signifikan (p.0,0025).
Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Pasien Jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muflihah Darwis; Atjo Wahyu; Awaluddin Awaluddin; Indra Fajarwati Ibnu; Luthfiyah Azizah
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13548

Abstract

Perawat yang merawat pasien dengan gangguan jiwa menghadapi tantangan kompleks, terutama saat menangani individu dengan gangguan kognitif seperti skizofrenia, depresi, dan bipolar. Mereka berisiko tinggi mengalami stres kerja karena tanggung jawab langsung terhadap keselamatan dan kesehatan pasien di lingkungan kerja yang bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat jiwa di RSKD Dadi, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, melibatkan populasi sebanyak 142 perawat. Sampel sebanyak 104 perawat diperoleh melalui proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,004), shift kerja (p=0,003), masa kerja (p=0,018), beban kerja (p=0,000), dan konflik interpersonal (p=0,005) dengan stres kerja, sedangkan status pernikahan (p=0,686) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor demografis dan lingkungan kerja berkontribusi terhadap stres kerja pada perawat jiwa. Disarankan perawat menerapkan strategi koping yang efektif untuk mengelola stres, serta pihak rumah sakit melakukan evaluasi berkala terhadap beban kerja dan jadwal kerja guna mencegah beban berlebih yang dapat meningkatkan risiko stres kerja.