Aristiana Prihatining Rahayu, Aristiana Prihatining
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penggunaan Wabosang Sebagai Media Pendidikan Seksual Pada Anak-Anak Bantaran Sungai Jembatan Merah Surabaya Sa'ida, Naili; Rahayu, Aristiana Prihatining
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v2i1.1250

Abstract

This study aims to describe the use of wabosang media as sexual education in early childhood. This research was conducted in Bantaran Sungai Jembatan Merah Kota Surabaya. This research used descriptive qualitative research method with case study type. Data collection uses observation, interviews, and documentation. Data obtained then analyzed using interactive model proposed by Miles and Huberman. From this research it is known that sexual education can be done through media (WaBoSang). The use of wabosang media as sexual education, the child is able to know the correct way of dressing, the child knows the parts of the body that must be closed, the child is able to know only the mother and himself who can touch the covered body parts, the child is also able to know what must be done when there are people who act evil.  
Program Campus Social Responsibility (CSR) ONE TO ONE UM Surabaya sebagai Upaya Menekan Angka Anak Putus Sekolah di Kota Surabaya Rahayu, Aristiana Prihatining; Poerwanto, Agoes; Ngatmain, Ngatmain
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.5917

Abstract

Pesatnya jumlah dan sebaran permasalahan sosial kota Surabaya, belum sebanding dengan daya jangkau, kapasitas, dan, kemampuan pelayanan sosial yang dilakukan pemerintah. Kewajiban pemerintah dalam memenuhi hak-hak dasar warganya belum dapat terlaksanakan secara maksimal, termasuk dalam persoalan pendidikan. Untuk itu, pemerintah kota Surabaya melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di kota Surabaya untuk memberikan pendampingan pendidikan kepada anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (miskin), yang rentan atau putus sekolah melalui program Campus Social Responsibility (CSR) One to One.  Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa diterjunkan untuk melakukan berbagai program pendampingan yang mengarah pada tujuan besar yakni menekan angka anak rawan dan putus sekolah. Sasaran dari program adalah anak dari keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang putus atau rentan putus sekolah, yang terdata Dinas Sosial Kota Surabaya.  Luarannya adalah  terbangunnya motivasi adik damping untuk tetap semangat sekolah, dan mengembalikan mereka yang putus sekolah untuk kembali ke bangku sekolah. Metode pelaksanaannya_ koordinasi antara dinas sosial dan PTN/PTS di Kota Surabaya , sosialisasi program ke mahasiswa, perekrutan tim CSR, pelaksanaan pendampingan dan evaluasi. Indikator program CSR ini adalah mahasiswa mampu mengembalikan adik damping mereka yang rentan maupun putus sekolah, untuk kembali dan makin termotivasi bersekolah.  kata kunci : campus social responsibility , dinas sosial, mahasiswa  One To One UM Surabaya Campus Social Responsibility (CSR) Program as an Effort to Reduce the Number of Children Dropping Out of School in the City of SurabayaABSTRACTThe rapid number and distribution of social problems in the city of Surabaya is not yet comparable to the reach, capacity and ability of social services provided by the government. The government's obligation to fulfill the basic rights of its citizens has not been maximally implemented, including in matters of education. For this reason, the Surabaya city government through the Social Service collaborates with public and private universities in the city of Surabaya to provide educational assistance to children from families with social welfare problems (poor), who are vulnerable or drop out of school through the One to One Campus Social Responsibility (CSR) program. In the implementation process, students are deployed to carry out various mentoring programs that aim at the big goal of reducing the number of vulnerable children and dropping out of school. The target of the program is children from families with social welfare problems (PMKS) who drop out or are prone to dropping out of school, which is recorded by the Surabaya City Social Service. The result is the awakening of the motivation of the assistants to keep up the spirit of school, and to return those who drop out of school to return to school. The method of implementation is coordination between social services and PTN / PTS in the city of Surabaya, socialization of the program to students, recruitment of CSR teams, implementation of mentoring and evaluation. The indicator of this CSR program is that students are able to return their siblings who are vulnerable or drop out of school, to return and be more motivated to go to school.keywords: campus social responsibility, social service, student 
Pendampingan Pendidikan Bagi Anak Jalanan dan Dhuafa Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Setiap Anak Rahayu, Aristiana Prihatining; Marini, Marini
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.13320

Abstract

Persoalan anak terlantar masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Sosial yang diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) SIKS-NG per-15 Desember 2020, jumlah anak terlantar di Indonesia sebanyak 67.368 orang. Angka tersebut bisa jadi lebih tinggi karena tidak semua anak yang terlantar datanya terekam dengan baik. Permasalahan IMM Allende yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian diantaranya; SDM yang kurang memiliki karakter tangguh dalam melakukan kerja sosial di lapangan, kurangnya penguasaan dalam melakukan pendekatan kepada anak-anak jalanan yang menjadi sasaran binaan. Sedangkan permasalahan binaan mitra yakni motivasi belajar rendah, dan terbatasnya waktu belajar karena harus bekerja. Tujuan kegiatan pengabdian ini pertama untuk membantu penguatan organisasi dan SDM mitra agar memiliki kesiapan  pendampingan pada anak-anak jalanan,  membantu membangun penguatan hubungan antara mitra dan anak binaan serta menciptakan pembelajaran yang menarik dalam proses pendampingan. Metode  penanganan pada kegiatan PKM ini adalah metode Street Based. Hasil dari pengabdian ini, anak-anak yang menjadi sasaran mitra terpenuhi haknya mendapatkan layanan pendidikan. Mereka antusias dan mengalami peningkatan kemampuan hasil belajar. Sedangkan bagi relawan IMM Allende, kegiatan pengabdian ini mampu membangun kesadaran pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam organisasi sehingga melahirkan kekompakan dan ketangguhan menjadi relawan sosial. 
K KONDISI PENDIDIKAN ANAK JALANAN DI SURABAYA: (Studi Kasus pada Anak Jalanan Usia Dini di Kawasan Surabaya Utara) Rahayu, Aristiana Prihatining
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 24 No 2 (2024): Didaktis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v24i2.23353

Abstract

ABSTRAK Munculnya anak-anak yang hidup atau bekerja dijalanan adalah imbas dari kemiskinan yang belum tertangani secara baik. Kondisi ini kemudian memunculkan berbagai permasalahan sosial, satu diantaranya banyaknya anak-anak yang terpaksa hidup dan bekerja di jalanan untuk ikut menopang ekonomi keluarga. Dalam undang-undang sendiri telah diatur secera jelas bahwa pendidikan termasuk hak dasar yang harus didapatkan setiap anak. Di wilayah Surabaya Utara, anak-anak jalanan ini akan dapat kita temui di kawasan wisata religi ampel, kawasan jembatan merah, jalan Sasak, dan beberapa tempat di wilayah Surabaya Utara. Anak-anak ini bekerja dengan waktu yang tidak jelas. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui kondisi pendidikan anak-anak jalanan serta faktor apa saja yang mempengaruhi kondisi pendidikan anak-anak jalanan yang ada di wilayah Surabaya Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kesimpulan, Anak-anak jalanan memiliki peluang putus sekolah lebih tinggi dibandingkan anak-anak lain yang memiliki kehidupan normal tanpa kewajiban menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Anak-anak jalanan di Surabaya Utara sebagian mengalami putus sekolah atau drop out saat masih sekolah dasar. Sebagian anak jalanan masih tetap bersekolah meski setelah pulang sekolah harus membantu orang tuanya bekerja untuk menopang ekonomi keluarga.Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi pendidikan anak jalanan ada beberapa hal yakni ada tidaknya support system dari orang tua/keluarga, penerimaan lingkungan sekolah atas keberadaan mereka, pengaruh lingkungan, figur orang tua laki-laki dan tingkat kemiskian yang dialami keluarga.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROYEK PADA KURIKULUM MERDEKA TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN NILAI AGAMA DAN BUDI PEKERTI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ABA 69 SURABAYA Fajeriyah, Rifa'ul; Hendarwati, Endah; Rahayu, Aristiana Prihatining
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran proyek adalah suatu pendekatan dimana anak bekerja secara berkelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada disekitarnya secara kreatif melalui sebuah proyek. Capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti pada karakter tanggung jawab dan peduli anak di TK Aisyiyah 69 masih tergolong kurang dimana dari 26 anak hanya 12 anak yang mau bertanggung jawab pada tugasnya dan 8 anak yang peduli dengan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan apakah ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karena model pembelajaran proyek sangat efektif dan memberikan pengalaman langsung pada anak. Hasil rata-rata pretest adalah 8,3 dan mengalami peningkatan menjadi 19,65 pada saat postest. Perbedaan rata-rata pretest dan postest dihitung menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran proyek pada kurikulum merdeka terhadap capaian pembelajaran nilai agama dan budi pekerti anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 69 Surabaya. Kata kunci: Capaian Pembelajaran; Model Pembelajaran Proyek; Nilai Agama dan Budi Pekerti