Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Multimedia Kegiatan Keagamaan Masyarakat Indonesia Berbasis Android Aji Pangestu; Leni Fitriani; Dini Destiani Siti Fatimah
Jurnal Algoritma Vol 17 No 1 (2020): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.17-1.68

Abstract

Negara indonesia mempunyai tradisi dan budaya masyarakatnya yang beragam, begitu juga halnya kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia yang beragam menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mencari informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Multimedia mempunyai peranan penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat, apalagi saat ini teknologi semakin berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi secara terpusat maka masyarakat diharuskan untuk mencari informasi yang relevan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Permasalahan yang ditemukan dalam kasus seperti ini adalah merancang bangun suatu aplikasi sistem multimedia berbasis android yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat mudah mencari informasi serta mempelajari dan memahami kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther – Sutopo, dengan tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem multimedia kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia berbasis android.
Rancang Bangun Sistem Multimedia Kegiatan Keagamaan Masyarakat Indonesia Berbasis Android Aji Pangestu; Leni Fitriani; Dini Destiani Siti Fatimah
Jurnal Algoritma Vol 17 No 1 (2020): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.17-1.68

Abstract

Negara indonesia mempunyai tradisi dan budaya masyarakatnya yang beragam, begitu juga halnya kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia yang beragam menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mencari informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Multimedia mempunyai peranan penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat, apalagi saat ini teknologi semakin berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi secara terpusat maka masyarakat diharuskan untuk mencari informasi yang relevan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Permasalahan yang ditemukan dalam kasus seperti ini adalah merancang bangun suatu aplikasi sistem multimedia berbasis android yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat mudah mencari informasi serta mempelajari dan memahami kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther – Sutopo, dengan tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem multimedia kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia berbasis android.
Rancang Bangun Sistem Multimedia Kegiatan Keagamaan Masyarakat Indonesia Berbasis Android Aji Pangestu; Leni Fitriani; Dini Destiani Siti Fatimah
Jurnal Algoritma Vol 17 No 1 (2020): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.916 KB) | DOI: 10.33364/algoritma/v.17-1.68

Abstract

Negara indonesia mempunyai tradisi dan budaya masyarakatnya yang beragam, begitu juga halnya kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia yang beragam menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mencari informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Multimedia mempunyai peranan penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat, apalagi saat ini teknologi semakin berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi secara terpusat maka masyarakat diharuskan untuk mencari informasi yang relevan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Permasalahan yang ditemukan dalam kasus seperti ini adalah merancang bangun suatu aplikasi sistem multimedia berbasis android yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan informasi mengenai kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat mudah mencari informasi serta mempelajari dan memahami kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) versi Luther – Sutopo, dengan tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi sistem multimedia kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia berbasis android.
Teori Maqasid Syari’ah Klasik (Asy-Syatibi) Muhammad Nur Khaliq; Aji Pangestu
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i1.1330

Abstract

Secara umum, hukum Islam dianggap sebagai peraturan yang mencakup segala aspek kehidupan, baik yang bersifat manusiawi maupun ilahi. Hal ini mengimplikasikan bahwa sumber hukum Islam sejatinya bersumber dari keilahian Tuhan, sekaligus juga dari akal manusia dalam proses penciptaannya. Namun, setelah runtuhnya peradaban Islam, hukum Islam mengalami penyimpangan menjadi hukum yang hanya diterapkan secara terbatas, terutama dalam aspek-aspek kehidupan seperti hukum keluarga, sementara aspek lainnya menjadi kurang terpenuhi. Lebih lanjut, kelemahan hukum Islam terletak pada ketidakmampuannya dalam menghadapi tantangan-tantangan modern yang muncul. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan yang komprehensif. Banyak ahli meyakini bahwa untuk memperkuat hukum Islam, yang paling krusial untuk ditingkatkan adalah aspek metodologisnya, yang dalam konteks ini merujuk pada teori hukum Islam yang dikenal sebagai ushul fiqh. Perlu dilakukan perbaikan pada aspek ini agar dapat mengarahkan perkembangan sosial dari sudut pandang hukum. Namun, apa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh ushuliyyun sebelumnya, terutama dari empat madzhab hukum Islam, dalam bentuk metode hukum Islam yang metodologis, dirasa tidak lagi memadai untuk mengatasi kompleksitas permasalahan hukum yang muncul. Kemudian, munculah kontribusi dari tokoh seperti Asy-Syatibi yang menawarkan metode baru dalam teori hukum Islam. Metode yang ditawarkannya membawa perspektif baru dalam memahami sumber-sumber hukum Islam, yang biasa dikenal dengan istilah istiqra' ma'nawi. Tulisan ini akan membahas dan menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep tersebut.
Harmonization of Ethics of Compliance and Autonomy of Thinking in Islamic Boarding Schools in the Perspective of the Qur'an and Hadith Ika Wahyuningsih; Aji Pangestu; Nur Hidayat
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v9i2.692

Abstract

The restriction of the concept of compliance ethics in pesantren is often considered contradictory to the fulfillment of the right to freedom of opinion and the formation of autonomy to think in education. Therefore, this study aims to harmonize the traditional value of obedience in Islamic boarding schools with the need for critical thinking in the review of the Qur'an and Hadith. The type of research is qualitative, using data collection techniques in the form of interviews. The informants included the head of the boarding school and representatives of students from two Islamic boarding schools in the Sarang area, Rembang, Central Java, Indonesia. Data analysis includes; data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study found that learning practices and regulations that limit the autonomy of thinking, such as teachers not giving the opportunity to ask questions, strong ethics of obedience make students afraid of being assumed to be disrespectful when often giving criticism and suggestions, regulations that little consideration of students' proposals, seniority in Islamic boarding schools, and the character of caregivers who tend to be authoritarian. Responding to the ethics of obedience and autonomy of thinking, the Qur'an and Hadith provide an overview, including; for teachers to make mutually agreed learning contracts and use modern learning methods; For students, it is recommended to choose good teachers and caregivers, be patient and prejudiced against teachers and obey the teacher's orders while being kind. The autonomy to think and think must still maintain ethics, including speaking well and correctly so that it is not easily misunderstood and disturbs the comfort of others.
Harmonization of Ethics of Compliance and Autonomy of Thinking in Islamic Boarding Schools in the Perspective of the Qur'an and Hadith Ika Wahyuningsih; Aji Pangestu; Nur Hidayat
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jpii.v9i2.692

Abstract

The restriction of the concept of compliance ethics in pesantren is often considered contradictory to the fulfillment of the right to freedom of opinion and the formation of autonomy to think in education. Therefore, this study aims to harmonize the traditional value of obedience in Islamic boarding schools with the need for critical thinking in the review of the Qur'an and Hadith. The type of research is qualitative, using data collection techniques in the form of interviews. The informants included the head of the boarding school and representatives of students from two Islamic boarding schools in the Sarang area, Rembang, Central Java, Indonesia. Data analysis includes; data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the study found that learning practices and regulations that limit the autonomy of thinking, such as teachers not giving the opportunity to ask questions, strong ethics of obedience make students afraid of being assumed to be disrespectful when often giving criticism and suggestions, regulations that little consideration of students' proposals, seniority in Islamic boarding schools, and the character of caregivers who tend to be authoritarian. Responding to the ethics of obedience and autonomy of thinking, the Qur'an and Hadith provide an overview, including; for teachers to make mutually agreed learning contracts and use modern learning methods; For students, it is recommended to choose good teachers and caregivers, be patient and prejudiced against teachers and obey the teacher's orders while being kind. The autonomy to think and think must still maintain ethics, including speaking well and correctly so that it is not easily misunderstood and disturbs the comfort of others.
“CHOLIL NAFIS' THOUGHTS ON THE URGENCY OF PREACHER CERTIFICATION” Wanda Triyanti; Diya Ayu Luspita W; Haris Akhad M; M Fikri Fahrezi; Livana Azzahro; M. Naufal Aziz; Aji Pangestu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of da'wah in the digital era presents new complex challenges, including issues of scientific authority, communication ethics, and the dominance of popularity over substance. This study aims to examine KH Cholil Nafis's thoughts on the urgency of preacher certification as a strategy to improve the quality of professional and ethical da'wah. With a qualitative approach, data is obtained through content analysis of digital lectures, literature studies, and in-depth interviews. The stages of analysis are carried out through a data reduction process to filter relevant information, verify findings with da'wah communication theory, and draw conclusions based on thematic patterns. The results show that certification is not merely administrative, but an important mechanism in ensuring that preachers have an understanding of Wasathiyah Islam, digital literacy, and social sensitivity. Certification also opens up space for ethical control that was previously minimal in the digital da'wah ecosystem. The findings confirm the importance of a multidisciplinary approach in contemporary da'wah studies, combining da'wah communication, branding strategies, and digital ethics. This research enriches the digital da'wah literature while providing practical recommendations for religious institutions to formulate professional, inclusive, and contextual da'wah policies.
Manajemen dan Pemberdayaan Perpustakaan Masjid Jamik Curup Rhoni Rodin; Sholiha Nisa Uljannah; Riska Putri; Sangkutmi, Sangkutmi; Siti Sholikhah; Aji Pangestu
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 04 (2025): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dan pemberdayaan Perpustakaan Masjid Jamik Curup dalam meningkatkan literasi dan pengetahuan keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD), dengan melibatkan jamaah dan pengelola masjid dalam proses identifikasi permasalahan serta pemanfaatan aset komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Masjid Jamik Curup berpotensi menjadi pusat pembelajaran yang efektif, namun memerlukan penguatan pengelolaan dan pemberdayaan. Lokus kegiatan yang dilaksanakan oleh tim PKM meliputi: 1) pembersihan ruangan perpustakaan; 2) pendataan ulang dan pemetaan koleksi; 3) pembuatan visi dan misi perpustakaan dalam bentuk standing banner; 4) pembuatan buku induk perpustakaan; 5) pembuatan mading istilah-istilah perpustakaan; 6) penyusunan struktur organisasi perpustakaan; dan 7) pelatihan manajemen perpustakaan masjid. Melalui penerapan metode PAR dan ABCD, keterlibatan komunitas dan optimalisasi aset lokal terbukti menjadi kunci dalam memperkuat peran perpustakaan masjid sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan spiritual masyarakat.